TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Demam pada Bayi Baru Lahir: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Demam merupakan cara bayi untuk melawan kuman dalam tubuhnya lho, Ma

Unsplash/Echo Grid

Perawatan bayi yang baru lahir tentu perlu diperhatikan segala sesuatunya dengan cermat. Mulai dari kebersihan hingga kondisi tubuh. Termasuk suhu tubuh si Kecil. Mengingat tubuh bayi baru lahir memiliki kondisi yang cukup rentan sehingga perlu hati-hati.  

Tak hanya orang dewasa saja, suhu tubuh bayi bisa saja mengalami peningkatan atau demam. Bayi baru lahir atau berusia kurang dari tiga bulan ini bisa dikatakan demam jika suhu tubuhnya mencapai 38° Celcius. 

Lalu, sebenarnya apa sih Ma yang terjadi sehingga bayi baru lahir mengalami demam? Apakah hal tersebut berbahaya? Dan bagaimana ya cara mengatasinya? Tak perlu panik, berikut Popmama.com berikan penjelasan mengenai demam pada bayi baru lahir, dilansir dari berbagai sumber. 

1. Penyebab demam pada bayi baru lahir

Pexels/Lisa Fotios

Demam merupakan cara bayi untuk melawan kuman dalam tubuhnya. Sistem kekebalan ini akan meningkatkan suhu tubuh agar bisa menyingkirkan kuman atau bakteri berbahaya. 

Saat demam, bayi mungkin akan disertai dengan gejala lain, seperti berkeringat, serta meningkatnya detak jantung dan laju pernapasan. Bahkan, bayi akan lebih rewel karena menangis terus-menerus. Namun, demam pada bayi baru lahir bisa menjadi tanda infeksi berbahaya. 

Dilansir dari laman Chop.edu, sebagian besar demam pada bayi disebabkan oleh virus. Penyebab lain yang kemungkinannya jauh lebih kecil bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti infeksi telinga, radang tenggorokan, atau pneumonia.

Selain itu, demam pada bayi baru lahir juga bisa karena adanya reaksi terhadap vaksinasi, pakaian yang terlalu hangat sehingga suhu tubuh meningkat, atau terlalu banyak menghabiskan waktu di luar saat hari sedang panas. 

2. Penanganan demam yang aman untuk bayi

Pexels/Dominika Roseclay

Ketika si Kecil mengalami demam, Mama tak perlu panik. Lakukan langkah-langkah berikut ini:

  1. Ukur suhu tubuh si Kecil. Sebaiknya, Mama menggunakan termometer rektal karena alat ini paling akurat dalam mendeteksi suhu tubuh. Termometer rektal akan bekerja dengan cara memasukkannya pada dubur anak. Dikutip dari Webmd, untuk mengambil suhu dubur dengan termometer rektal, langkahnya seperti ini:
    • Pastikan termometer bersih. Cuci dengan sabun dan air atau bersihkan dengan alkohol. 
    • Baringkan bayi di atas perutnya dalam posisi tengkurap atau telentang dengan kaki ditekuk ke arah dada.
    • Kemudian, oleskan sedikit petroleum jelly di sekitar bohlam termometer dan masukkan dengan lembut ke dalam lubang dubur bayi.
    • Pegang termometer digital di tempatnya selama sekitar 2 menit sampai terdengar bunyi bip.
    • Lalu, lepaskan termometer dengan lembut dan baca suhunya.
  2. Hindari penggunaan pakaian atau selimut yang terlalu tebal karena dapat membuat suhu tubuh meningkat. Perhatikan juga suhu ruangan agar tetap nyaman ya, Ma.
  3. Pada bayi yang baru lahir, sebaiknya tidak diberi obat-obatan penurun panas secara sembarangan, seperti ibuprofen karena tidak diperuntukkan bagi bayi di bawah enam bulan. Paracetamol lebih aman untuknya.

3. Kapan Mama perlu membawa si Kecil ke Dokter?

Pexels/Marcin Jozwiak

Pada bayi baru lahir yang mengalami demam, ada baiknya Mama segera menghubungi dokter. Apalagi jika suhu tubuhnya tak kunjung turun dan disertai berbagai gejala lain, seperti adanya ruam atau kejang.

Beri tahu pada dokter apakah si Kecil mendapatkan asupan nutrisi dengan baik, mudah bangun, waspada atau menunjukkan tanda-tanda penyakit lainnya. Sebutkan juga apakah bayi mama pernah terkena penyakit dalam satu atau dua minggu terakhir dan apakah ia memiliki masalah kesehatan kronis.

Hal ini dilakukan agar bayi mendapatkan penanganan serta obat-obatan yang tepat.

Semoga informasi mengenai demam pada bayi baru lahir ini bermanfaat ya, Ma. 

Baca juga: 

The Latest