TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Bukan Hanya Orang Dewasa, Bayi pun Bisa Stres karena Hal-Hal Ini

Stres pada bayi bisa berdampak serius

Pexels/ Eduardo Braga

Kita biasanya mengidentikkan stres pada beban yang dirasakan oleh orang dewasa. Tetapi tahukah Mama, pada kenyataannya bayi juga dapat merasakan stres di awal masa kehidupannya. 

Mungkin terdengar aneh, tetapi bayi bisa merespon emosi dari lingkungan sekitarnya. Orangtua yang sedang stres, misalnya. Faktor-faktor inilah yang turut membuat bayi merasakan stres. Hal ini bisa membahayakan kondisi kesehatan bayi karena stres kronis pada bayi bisa berdampak pada perkembangan otaknya. 

Berikut ini Popmama.com merangkum beberapa daftar penyebab stres pada bayi yang mungkin tidak banyak diketahui orang, dilansir dari MomJunction:

1. Ketidaknyamanan fisik

Freepik/sergei_stock1977

Salah satu penyebab utama stres pada bayi adalah ketidaknyamanan fisik yang disebabkan karena rasa nyeri atau penyakit. Ketidaknyamanan fisik ini bisa dipengaruhi oleh berbagai hal, mulai dari gangguan pencernaan ringan hingga kecacatan parah. 

2. Tidak mendapatkan cukup perhatian

Freepik/freepik

Bayi yang tidak memiliki ikatan kuat dengan pengasuhnya, bisa merasa stres. Apabila ia dibiarkan tanpa pengawasan atau tidak diperhatikan untuk sementara waktu, ia mungkin akan menangis karena stres. Bayi bisa mengalami tingkat stres yang lebih tinggi jika tidak ada yang merespon tangisan mereka saat lapar atau setelah mengompol dan BAB.

3. Terpisah dari orangtua atau pengasuh

Freepik/cookie_studio

Jauh dari orangtua atau pengasuh utama dapat memicu stres pada bayi. Mereka mungkin akan merasa panik dan mulai menangis karena ketakutan. Faktor penyebab ini disebabkan karena bayi merasa tidak aman dalam kesendirian atau berada di lingkungan yang asing tanpa orang yang dikenalnya.

4. Kelalaian orangtua

Freepik/nataliakuzina

Kurangnya perhatian orangtua dapat menyebabkan stres pada bayi. Pengabaian, secara fisik atau pun emosional, dari orangtua, terutama sang Mama, dapat menyebabkan tingkat stres yang tinggi pada bayi.

Itulah pentingnya memusatkan perhatian pada bayi di awal kehidupannya. Penting untuk setiap pasangan turut terlibat dalam mengasuh bayi. Sehingga Mama dan Papa bisa bergantian dalam merawat bayi.

5. Stres karena lingkungan

Freepik/jcomp

Bayi mungkin merasa stres di lingkungan baru, terutama tanpa kenyamanan atau kehadiran pengasuhnya. Suara yang keras dan baru dikenalnya juga bisa membuat mereka stres. Pertengkaran dengan suara yang kencang di lingkungan sekitar bayi, jeritan, bentakan, dan sebagainya dapat membuat bayi stres dan jika diperhatikan, bayi akan mulai menangis dalam suasana seperti itu. 

Jika Mama melihat adanya tanda atau gejala stres pada bayi, misalnya menangis tak terkendali atau bahkan tampak tidak ekspresif dan tidak ada emosi yang tampak, segera konsultasikan kondisi ini pada dokter untuk meminimalkan stres yang semakin berkembang dan mengurangi kualitas hidup si Kecil. 

Itulah lima penyebab stres pada bayi. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk mencegah stres pada bayi ya, Ma.

Baca juga:

The Latest