TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Fakta Ilmiah tentang Mengapa Tangan dan Jemari Bayi Terlipat

Di awal kehidupannya, bayi tak menyadari ia punya tangan lho, Ma

Freepik/freepic.diller

Pernahkah Mama memerhatikan dengan jeli sikap-sikap tubuh yang ditunjukkan si Kecil? Meski terlihat sepele dan merupakan gerakan refleks, tetapi sikap-sikap tubuh bayi ternyata memiliki arti khusus lho, Ma. Salah satunya adalah melipat tangan.

Dari saat bayi lahir hingga usia dua atau tiga bulan, banyak waktu dihabiskannya dengan posisi tangan terlipat atau terkepal. Terkadang, cengkeraman tangannya begitu kuat. Kok bisa ya? Mengapa posisi tangannya seperti itu? Ternyata, ini merupakan fase yang penting lho, Ma. Berikut Popmama.com merangkum informasi tentang fakta ilmiahnya, dilansir dari hellomotherhood.com:
 

1. Bayi melipat tangan karena merasa nyaman

Freepik/KamranAydinov

Setelah sembilan bulan berada dalam kandungan, bayi baru lahir masih membawa kebiasaan posisi tubuh meringkuk dengan tangan terlipat dan dipegang erat. Di awal-awal kehidupannya, bayi menyukai posisi ini karena terasa nyaman. Itulah sebabnya mengapa bayi lebih tenang dan nyaman saat dibedong. 

Tangan yang tertutup atau terlipat merupakan kebiasaan alami yang diteruskan dari posisi meringkuk selama berbulan-bulan dalam kandungan Mama. Nantinya, semakin nyaman melakukan peregangan, semakin jarang tangannya terlipat. 

2. Bayi melipat tangan untuk menghibur dirinya sendiri

Creativemaxxideas.com

The Ohio State University Medical Center menemukan fakta bahwa melipat tangan adalah cara alami bayi menenangkan diri. Sama dengan mengisap ibu jari atau berbaring dengan kaki terselip.

Para peneliti berpendapat, ini adalah salah satu cara bayi menghibur dirinya sendiri dan merupakan hal penting yang dapat dilakukan bayi dalam beberapa bulan pertama kehidupannya. 

3. Melipat dan mengepal tangan adalah latihan untuk menggenggam

Pixabay/PublicDomainPictures

Tentu saja awalnya seorang bayi tidak tahu cara meraih dan mengambil sesuatu yang diinginkannya menggunakan tangannya. Tetapi pengulangan sikap melipat dan mengepal tangan, membantunya memahami hubungan antara tangan dan bagian tubuhnya yang lain. 

Ketika sesuatu menyentuh telapak tangan bayi, misalnya jari Mama, ia akan mengalami refleks genggam Palmar dan ia pun akan menggenggamnya secara alami.

4. Sampai 14 minggu, bayi tidak tahu punya tangan

Pixabay.com/congerdesign

Sampai usia sekitar 14 minggu, sebagian besar bayi tidak menyadari keberadaan tangan mereka. Jadi, sebetulnya tidak perlu melatih bayi menggenggam di usia ini. Refleks akan mengarahkan mereka memasukkan tangan ke mulut dan menariknya kembali. Belum ada kebutuhan nyata bagi tangan mungilnya untuk benar-benar bisa menggenggam dan mengepalkan tangan sepanjang waktu ini. 

Di kemudian hari, bayi Mama akan mengembangkan kemampuan mengisap jari tangannya, bersamaan dengan memegang benda dan kesadaran bagaimana tangan mereka berfungsi.

5. Bayi baru bisa mengontrol tangannya di usia 4 bulan

pixabay.com/sarah_tssi

Pada saat bayi berusia empat atau lima bulan, tangannya masih terlipat saat tidur atau saat membutuhkan perasaan tenang dan aman. Tetapi, di usia-usia ini, tangannya akan menarik apa saja ke mulut. Ia mungkin akan membuka tangan untuk mencoba memegang sesuatu, tetapi masih belum bisa berkoordinasi dengan baik. Beriringan dengan kebiasaan ini, ia juga mulai bisa bertepuk tangan.

Keterampilan mengatur sikap tubuh ini merupakan cara bayi mengontrol tubuhnya sendiri. Lambat-laun, bayi mulai bisa mengembangkan keterampilan tangan yang lain, misalnya membuka-tutup kepalan, bertepuk tangan, menggenggam hingga mencubit. Mari rayakan dan menikmati proses tumbuh-kembang buah hati ini bersama-sama, Ma!

Baca juga:

The Latest