TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Sunat saat Bayi Sebabkan Anak Tumbuh Pendek, Mitos atau Fakta?

Apakah sunat saat bayi jadi faktor anak bertubuh pendek kelak? Temukan faktanya di sini!

Pixabay/PublicDomainPictures

Sunat atau sirkumsisi merupakan tindakan pemotongan pada ujung kulit penis. Sunat pada laki-laki, selain karena anjuran agama, juga dilakukan untuk alasan medis.

Sunat dapat dilakukan pada usia berapapun, namun pada umumnya sunat dilakukan saat masa kanak-kanak atau bahkan pada bayi yang baru berusia beberapa minggu karena dirasa tindakannya akan lebih mudah untuk dilakukan dan proses penyembuhannya pun lebih cepat.

Meskipun proses sunat lebih mudah dilakukan saat masih bayi, tak sedikit juga orangtua yang khawatir dan takut anaknya disunat saat masih bayi. Hal ini dikarenakan informasi yang beredar mengenai efek samping dari sunat saat bayi.

Beberapa rumor mengatakan jika sunat saat bayi akan mengambat pertumbuhan anak, yaitu membuat anak bertubuh pendek. Apakah ini benar? Berikut Popmama.com telah merangkum jawabnnya untuk Mama. Yuk, disimak!

Benarkah Sunat saat Bayi Sebabkan Anak Bertubuh Pendek?

Pexels/Sunvani Hoàng

Sunat saat bayi sebabkan anak tumbuh pendek, mitos atau fakta? Jawabannya adalah mitos!

Dikutip dari sebuah video di akun Instagram @official.primaku, dijelaskan bahwa tumbuh pendek pada anak bukan disebabkan karena sunat yang dilakukan saat bayi.

Berdasarkan penjelasan dari dr. Sayida Saily, Sp.A, di video tersebut, pertumbuhan tinggi anak dipengaruhi oleh faktor genetik, nutrisi, hormon, aktivitas fisik, dan lingkungan anak. Sunat saat bayi bukanlah faktor penyebab tubuh pendek pada anak.

"Sunat sama sekali tidak berhubungan dengan regulasi hormon atau faktor pertumbuhan lainnya," ucap dr. Sayida Saily, Sp.A.

Jadi Mama tidak perlu ragu dan khawatirnya lagi, ya, jika Mama ingin si Kecil sunat saat bayi!

Manfaat Sunat saat Bayi

Freepik/freepic.diller

Sunat saat bayi memiliki beberapa keuntungan, seperti risiko pendarahan pada bayi lebih sedikit, dan pembentukan sel dan jaringan saat bayi akan tumbuh dengan cepat. Selain itu, manfaatnya pun lebih besar.

Beberapa manfaat sunat saat bayi di antaranya adalah:

  • Mencegah Masalah pada Penis

Sunat saat bayi akan mencegah masalah-masalah, seperti misalnya infeksi saluran kemih (ISK) dan mengurangi risiko infeksi menular seksual (ISK) saat mereka dewasa nanti.

  • Mengurangi Iritasi dan Infeksi Penis

Setelah disunat, kebersihan di sekitar penis akan lebih mudah terjaga. Saat kebersihan penis dan sekitarnya terjaga, maka risiko bayi terkena infeksi dan iritasi penis pun akan berkurang.

  • Mengurangi Risiko Penyakit Kulit

Salah satu manfaat dari sunat saat bayi adalah mengurangi risiko terjadinya penyakit kulit seperti misalnya fimosis. Fimosis merupakan kondisi ketika kulup penis atau kulit kepala penis sulit dilepas secara sempurna sehingga urine bisa mengendap dan memicu pertumbuhan bakteri.

  • Mengurangi Risiko Kanker Penis

Manfaat lain dari sunat saat bayi adalah untuk mengurangi risiko kanker penis. Terdapat beragam penelitian yang menyatakan bahwa bayi yang disunat jarang ditemukan kasus seperti kanker penis.

Perawatan yang Dapat Dilakukan setelah Bayi Melakukan Sunat

Pexels/Karolina Grabowska

Setelah bayi disunat, terdapat beberapa perawatan yang bisa Mama lakukan agar luka pada penis bayi lebih cepat sembuh, di antaranya:

  • Jaga Kebersihan Penis dan Sekitarnya

Setelah bayi disunat, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah menjaga kebersihan penis dan sekitarnya. Saat membersihkan area penis, dianjurkan untuk menggunakan air hangat dan dibersihkan dengan kain atau handuk yang lembut.

Selain itu, jika ingin bayi tetap memakai popok, pastikan untuk rutin menggantinya.

  • Lindungi Penis Bayi

Saat membersihkan kebersihan penis bayi dan sekitarnya, Mama perlu berhati-hati. Bersihkan dengan lembut dan jangan memberikan tekanan terlalu keras pada penisnya.

Tak hanya itu, pastikan juga tidak ada benda-benda yang mungkin dapat memberikan tekanan atau melukai penis bayi.

  • Memakai Pakaian yang Longgar

Untuk menjaga sirkulasi udara di sekitar penis, ada baiknya agar bayi memakai pakaian yang lebih longgar. Saat sirkulasi udara terjaga maka luka setelah sunat akan lebih cepat kering.

  • Berikan Salep

Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mempercepat penyembuhan pada luka setelah sunat adalah dengan memberikan salep yang diberi oleh dokter. Mama bisa langsung mengoleskannya atau melalui kasa.

Anak Artis yang Disunat saat Bayi

Instagram.com/zaskiasungkar15&Instagram.com/raffinagita1717
  • Adam Al Fatih

Putra dari Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar bernama Adam Al Fatih ini disunat saat usianya belum genap satu bulan. Salah satu alasan mengapa Adam disunat saat masih bayi adalah karena gangguan yang dialaminya saat buang air kecil.

  • Bhaj Kama Bramantyo

Bhaj Kama Bramantyo merupakan anak kelima dari Hanung Bramantyo dan Zaskia Adya Mecca. Keduanya memutuskan untuk menyunatkan anaknya saat bayi karena alasan kesehatan. Zaskia mengaku tidak mau anaknya yang kelima ini mengalami fimosis seperti anak ketiganya, yaitu Bhai Kama Bramantyo.

  • Rayyanza Malik Ahmad

Putra kedua dari Rafi Ahmad dan Nagita Slavina juga disunat saat usianya baru satu bulan. Raffi Ahmad menjelaskan bahwa alasan ia menyunatkan Rayyanza saat masih bayi adalah karena ia belajar dari pengalaman anak pertamanya, yaitu Rafathar saat disunat.

Menurut Raffi, anak kecil tidak akan mau diam ketika akan disunat sedangkan Rayyanza belum bisa banyak bergerak. Oleh karena itu ia memiliki keinginan agar Rayyanza disunat saat masih bayi. Ia juga mengtakan bahwa karena bayi tidak banyak bergerak, maka proses pemulihannya pun akan lebih cepat.

  • Ukkasya Muhammad Syahki

Ukkasya Muhammad Syahki merupakan anak pertama dari Irwansyah dan Zaskia Sungkar. Ukkasya disunat saat usianya belum genap satu bulan.

Keduanya memilih untuk menyunatkan Ukkasya saat masih bayi karena mengikuti saran dari dokter dan melihat pengalaman dari sang adik, yaitu Shireen Sungkar.

Demikian informasi mengenai sunat saat bayi. Jadi, sunat saat bayi bukan penyebab anak betubuh pendek kelak ya, Ma.

Baca juga:

The Latest