TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

7 Makanan yang Sebaiknya Dihindari saat Remaja Nyeri Haid

Pemilihan makanan bertujuan untuk mencegah nyeri haid yang lebih parah

Freepik

Rasa sakit berupa kram atau nyeri di bagian perut saat remaja mama haid mungkin sudah biasa terjadi sehingga dianggap sebagai sesuatu yang normal. Namun, kondisi ini tidak bisa dianggap sepele karena nyeri haid mengganggu kenyamanan saat beraktivitas. 

Haid merupakan proses meluruhnya sel-sel telur yang tidak dibuahi bersamaan dengan lapisan rahim dan darah. Selama peluruhan, biasanya rahim mengalami akan kontraksi.

Bersamaan dengan itu, hormon prostaglandin ikut keluar dan memicu peradangan pada kontraksi otot rahim. Proses inilah yang menyebabkan munculnya nyeri haid. 

Salah satu cara yang mungkin dapat dilakukan saat nyeri haid melanda, yaitu berhati-hati dalam mengonsumsi makanan atau minuman. Meski tidak dapat mengatasi nyeri haid secara langsung, setidaknya asupan yang masuk ke dalam tubuh tersebut dapat menyeimbangkan hormon. Jadi, tak akan menambah rasa nyeri saat haid.

Sebagai panduan, berikut Popmama.com berikan daftar makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat nyeri haid. Dikutip dari berbagai sumber. 

1. Makanan tinggi kalori dan lemak

Pexels/Samfotograffo

Makanan yang dapat memicu kenaikan berat badan, seperti mengandung kalori dan lemak tinggi sebaiknya tidak dikonsumsi saat nyeri haid melanda. Hal ini karena makanan tersebut dapat memengaruhi hormon, menyebabkan kram, dan membuat remaja mama merasa kembung.

Dikutip dari laman bebeautiful.in, makanan yang mengandung lemak jenuh terlalu tinggi juga mungkin dapat meningkatkan produksi prostaglandin, pemicu nyeri haid. Jadi, sebaiknya beri tahu remaja untuk menghindari konsumsi daging berlemak atau makanan penutup berbahan krim saat nyeri haid, Ma. 

Sebagai penggantinya, Mama mungkin dapat merekomendasikan makanan lain yang lebih sehat. Misalnya, daging tanpa lemak atau roti gandum. 

2. Makanan yang terlalu berminyak

Pexels/Cotton Bro

Makanan berminyak yang dimaksud, yaitu gorengan. Misalnya, keripik, kentang goreng, atau makanan ringan lainnya yang digoreng. 

Makanan tersebut mengandung lemak trans atau minyak sayur terhidrogenasi yang sebaiknya dihindari saat nyeri haid. Hal tersebut karena makanan yang terlalu berminyak dapat meningkatkan kadar estrogen dan memperburuk perubahan suasana hati remaja.

Selain itu, gorengan juga mungkin bisa memperburuk kondisi kulit wajah, seperti produksi minyak berlebih atau jerawat yang disebabkan oleh peradangan pada kulit.

Apabila remaja mama menginginkan camilan saat nyeri haid, mungkin dapat mengganti gorengan dengan makanan lain. Dengan memilih makanan yang tidak digoreng, tetapi dipanggang. 

3. Makanan dengan kadar garam tinggi

Pexels/kei photo

Beragam makanan bercita rasa asin dan gurih sebaiknya tidak dikonsumsi saat nyeri haid, Ma. Hal ini karena makanan tinggi garam tersebut dapat memengaruhi retensi air dalam tubuh, menyebabkan produksi gas berlebih, dan menimbulkan kembung yang tidak nyaman. 

Dalam mengatasinya, Mama bisa memberitahu pada remaja untuk menggantinya dengan makanan lain. Misalnya, sayuran atau buah-buahan yang bernutrisi sehingga lebih sehat. 

4. Makanan cepat saji

Pexels/Milan

Makanan yang sebaiknya dihindari saat remaja mengalami rasa nyeri saat haid selanjutnya, yaitu makanan cepat saji. Makanan tersebut biasanya mengandung bahan pengawet yang tidak baik untuk kesehatan tubuh.

Selain itu, makanan cepat saji mungkin dapat mengganggu hormon dan meningkatkan ketidaknyamanan saat periode haid berlangsung. Makanan cepat saji juga merupakan sumber natrium yang dapat menjadi penyebab utama kembung dan retensi air. 

Maka, sarankan pada remaja untuk mengonsumsi makanan yang benar-benar diolah sendiri di rumah. Apabila ingin membeli makanan di luar, pastikan untuk membaca informasi lengkap pada kemasannya, Ma. 

5. Minuman yang mengandung kafein

Pexels/Pixabay

Selain makanan, beberapa minuman juga seharusnya dihindari saat nyeri haid terjadi. Salah satunya minuman tinggi kafein, seperti kopi dan teh karena kafein adalah stimulan, yang menyebabkan fluktuasi hormon.

Kafein juga dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung yang menyebabkan ketegangan serta serangan kecemasan sehingga mungkin akan memperparah kondisi remaja mama saat haid. 

Selain itu, kafein dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam penyerapan zat besi, yang memengaruhi tingkat energi. Jadi, hindari mengonsumsi minuman berkafein saat haid. Remaja mama mungkin dapat menggantinya dengan jus sayur atau buah-buahan segar. 

6. Minuman beralkohol

Pexels/Oleg Magni

Beberapa orang mungkin menganggap bahwa minuman beralkohol dapat meredakan nyeri saat haid. Padahal, efeknya hanya sementara dan bahkan bisa menyebabkan masalah lain yang lebih buruk. 

Hal ini karena minuman beralkohol dapat menyebabkan meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh yang berhubungan dengan ketidakteraturan periode haid. Saat haid tidak teratur, gejala haid yang menyertainya pun mungkin dapat lebih parah. 

Jadi, hindari konsumsi minuman beralkohol saat haid. Mama mungkin dapat menyarankan remaja untuk menggantinya dengan mengonsumsi air kelapa yang lebih bersahabat bagi pencernaan. 

7. Susu beserta produk olahannya

Unsplash/Mae Mu

Susu beserta produk olahannya, seperti yogurt, keju, atau krim sebaiknya tidak dikonsumsi saat nyeri haid, Ma. Hal ini karena makanan tersebut kaya asam arakidonat yang dapat bertindak sebagai pemicu rasa nyeri saat haid. 

Selain itu, konsumsi susu serta produk olahan lainnya juga mungkin bisa menyebabkan masalah pada kulit wajah, seperti jerawat. 

Itulah beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari remaja ketika menderita nyeri haid. Semoga dapat bermanfaat, ya. 

Baca juga:

The Latest