TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Apa Itu Crab Mentality? Waspadai Tanda-tandanya pada Anak!

Crab mentality adalah sindrom psikologis yang menyebabkan penderitanya selalu iri hati

Freepik

Apakah Mama pernah mendengar keluh kesah anak yang dijauhi karena berprestasi?

Atau, anak mama pernah dicemburui karena ia lebih unggul dari yang lain?

Hati-hati! Bisa jadi itu adalah perwujudan crab mentality!

Istilah crab mentality mungkin masih asing di telinga Mama. Namun faktanya, perilaku ini sangat mungkin terjadi di sebuah pertemanan, tak terkecuali dalam lingkaran pergaulan anak. 

Dilansir dari Psychologytoday, definisi crab mentality atau mentalitas kepiting adalah sebuah perilaku egois dan iri hati atas kesuksesan orang lain. Perilaku ini dianggap sebagai sindrom psikologis dimana penderitanya akan cenderung menunjukkan tindakan tidak menyenangkan kepada orang lain yang lebih baik darinya. 

Analoginya mengacu kepada perilaku sekumpulan kepiting yang ada di dalam ember. Ketika ada kepiting yang ingin memanjat keluar, maka kepiting lainnya akan menarik kepiting tersebut sampai ia gagal dan meraih keinginannya. 

Crab mentality berasal dari sikap kompetitif yang berlebihan dan ketidakmampuan untuk berlomba dengan cara yang sehat. Anak dengan karakter demikian akan berusaha menjatuhkan temannya apabila ia merasa tersaingi. 

Mentalitas seperti ini tidak bisa dibiarkan tumbuh dalam diri anak.

Berikut Popmama.com akan mengajak Mama untuk lebih mengenal dalam seputar apa itu crab mentality melalui rangkaian informasi di bawah ini!

1. Tanda-tanda anak dengan crab mentality

Freepik/User11472009

Crab mentality dapat menghantui siapa saja. Setiap anak bisa berpotensi menjadi korban, namun tidak menutup kemungkinan juga bisa menjadi pelaku yang menjahati temannya sendiri. 

Kenali tanda-tanda anak dengan crab mentality:

  • Meremehkan setiap pencapaian teman-temannya. 
  • Memiliki pola pikir seperti "hanya aku yang akan berhasil, jika aku gagal maka temanku tidak boleh berhasil".
  • Manipulatif dan selalu berkomentar buruk terhadap orang lain.
  • Iri dengki atau bahkan emosi jika melihat temannya berhasil mencapai apa yang mereka inginkan.
  • Sulit menghargai keunggulan orang lain.
  • Beranggapan bahwa keberhasilan orang lain hanya didapat dari faktor keberuntungan saja, bukan dari hasil usaha sendiri. 
  • Mengajak temannya yang lain untuk berperilaku buruk, seperti tidak mengerjakan PR atau bolos sekolah.

2. Faktor-faktor penyebab crab mentality

beechacres.org

Crab mentality tidak muncul dengan sendirinya. Beberapa hal dapat menjadi penyebab berkembangnya sikap crab mentality pada anak.

Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah:

  • Perilaku kompetitif yang berlebihan.
  • Tidak percaya diri akan kemampuan dan potensinya sendiri.
  • Ketergantungan untuk hidup secara berkelompok dengan nasib yang sama.
  • Tingkat egoisme yang tinggi.
  • Hasutan dari pihak lain untuk sama-sama tidak menyukai keberhasilan orang lain.

3. Dampak crab mentality pada anak

Pexel/Mikhail Nilov

Dampak dari Crab Mentality sangat destruktif untuk kedua belah pihak, baik korban maupun pelaku. Terlebih untuk anak yang umumnya belum memiliki emosi lebih stabil. 

Untuk korban, dampak buruknya meliputi:

  • Terjebak dalam lingkungan yang tidak mendukung.

  • Sulit untuk berkembang. 

  • Selalu merasa tertekan melakukan aktivitas sehari-hari.

  • Merasa bersalah ketika lebih unggul.

  • Tidak menikmati keberhasilan yang telah diraih.

Walaupun tidak terlihat secara langsung, namun pelaku juga mendapatkan dampak buruknya sebagai berikut:

  • Hati yang digerogoti perasaan iri dengki sehingga sulit melihat kebaikan orang lain

  • Perasaan yang tidak tenang terus menerus.

  • Tidak bisa berkembang secara optimal dalam hal apapun.

  • Sulit memiliki motivasi yang baik untuk berprestasi.

  • Tidak tulus dalam setiap aktivitasnya.

  • Selalu berpikiran negatif dan sulit menerima masukan dan saran dari orang lain. 

4. Cara mencegah anak terkena crab mentality

Pexels/Guduru Ajay bhargav

Untuk menghindari anak dari sikap crab mentality, Mama bisa mulai dengan membina anak dengan menanamkan pola pikir dan perilaku seperti berikut ini:

  • Motivasi anak untuk memberikan usaha yang maksimal di dalam segala hal.
  • Berikan kesempatan anak belajar mandiri dan berusaha dengan jerih payah sendiri.
  • Percaya diri! Anak harus menjauhi kebiasaan untuk membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain.
  • Ajak anak untuk fokus terhadap potensi dan kemampuannya sendiri.
  • Yang terpenting, nasihati anak untuk berkelompok dengan orang-orang suportif. Pastikan anak mama memiliki lingkaran pertemanan yang sehat.

5. Yang perlu orangtua lakukan untuk mengatasi crab mentality pada anak

Pexels/Mikhail Nilov

Apabila Mama menemukan tanda-tanda crab mentality pada anak, maka belum ada kata terlambat untuk menanganinya. 

Berikut cara untuk mengatasi crab mentality pada anak yang perlu orangtua lakukan:

  • Berikan pemahaman kepada anak bahwa di dunia ini keberhasilan tidak hanya berasal dari faktor keberuntungan atau privilege saja. Ada perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit di balik keberhasilan tersebut, dan hal itu harus diapresiasi. 
  • Ajak anak melihat dari sudut pandang lain. Buat ia berpikir, bagaimana jika ketika ia berhasil namun ada orang lain yang ingin menjatuhkannya? Sadarkan kepada anak bahwa perilaku yang demikian sangat menganggu orang lain
  • Bimbing anak menemukan potensinya sendiri. Tunjukkan kepadanya bahwa setiap orang memiliki keunggulannya masing-masing. 
  • Jika melakukan kesalahan, anak harus evaluasi diri. Jangan menyalahkan orang lain.
  • Bila anak terjebak di dalam lingkungan yang salah dan hal tersebut menghambatnya untuk berubah, dampingi anak untuk menemukan pertemanan yang sehat.

Itulah informasi seputar crab mentality yang harus Mama waspadai. 

Sebagai orangtua, kita juga memegang peranan penting untuk mencontohkan perilaku yang baik, jadi pastikan juga Mama tidak terjebak dengan perilaku crab mentality ya, Ma!

Pastikan anak untuk berfokus pada dirinya sendiri. Ajak ia melihat keberhasilan orang lain sebagai suatu motivasi dan kebahagiaan, bukan malah menganggapnya suatu ancaman.

Baca juga:

The Latest