TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Inilah 3 Proses Daur Hidup Belalang yang Perlu Diketahui Anak

Ternyata, belalang mengalami daur hidup metamorfosis tidak sempurna loh, Ma

Youtube/Guru Update

Belalang merupakan hewan jenis serangga herbivora (pemakan tanaman) yang masuk ke dalam ordo Orthoptera dan tergolong dari subordo Caefera. Serangga yang memiliki antena lebih pendek dari tubuhnya itu juga memiliki ovipositor yang pendek.

Ovipositer adalah struktur seperti organ berbentuk tabung yang berfungsi sebagai alat untuk meletakkan telur.

Serangga yang satu ini merupakan salah satu hewan yang memiliki lompatan terhebat di dunia. Ia bisa melompat sejauh 20 kali dari ukuran tubuhnya. Hal tersebut setara dengan melompati satu lapangan basket bagi manusia.

Selain itu, belalang juga bisa terbang sangat jauh dan bermigrasi hingga ratusan kilometer dari satu tempat ke tempat lain.

Saat ini terdapat lebih dari 11.000 jenis belalang di Indonesia. Umumnya, belalang memiliki warna cokelat dan hijau dengan bintik-bintik gelap pada tubuhnya.

Belalang memiliki dua sayap. Sayap depan yang berukuran kecil dan kasar, sedangkan sayap belakang dengan ukuran yang lebih besar dan berselaput. Selain itu, belalang dapat hidup sekitar beberapa bulan saja dan reproduksinya berlangsung pada awal musim panas.

Belalang menjadi salah satu hewan yang mengalami daur hidup metamorfosis tidak sempurna atau hemimetabola.

Apa itu metamorfosis tidak sempurna atau hemimetabola?

Metamorfosis tidak sempurna atau hemimetabola adalah suatu proses perubahan bentuk hewan dengan hanya melalui tiga tahapan, yaitu telur, nimfa, dan imago (hewan dewasa).

Hewan yang mengalami metamotfosis tidak sempurna memiliki bentuk tubuh yang sama saat kecil hingga dewasa.

Tidak banyak perbedaan struktur tubuh yang dimiliki oleh hewan bermetamorfosis tidak sempurna ini sampai ia dewasa. Dengan kata lain, sejak kecil bentuk tubuh dan strukturnya sama. Hewan tersebut hanya mengalami perkembangan dan bertambah besar saja, seperti halnya belalang.

Berikut ini Popmama.com telah merangkum bagaimana proses daur hidup belalang, mulai dari telur, hingga menjadi belalang dewasa. Disimak ya, Ma, agar pengetahuan Mama dan si Kecil semakin bertambah.

1. Telur

Youtube/Jagad Id

Daur hidup belalang tahap pertama dimulai dengan telur.

Pertengahan musim panas, belalang betina akan meletakkan telur yang dibuahi dalam bentuk polong telur, baik di bawah pasir (sekitar kedalaman 3-5 cm) atau di antara tandu daun. Setiap polong telur terdiri dari 10-300 telur dengan bentuk menyerupai butir nasi.

Telur belalang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menetas, yakni sampai 10 bulan. Akan tetapi, tidak semua telur dapat menetas secara bersamaan karena kemampuan dari setiap telur tidaklah sama. Salin itu, telur-telur tersebut akan tetap aktif sebelum menetas dan dapat tertidur pula selama musim gugur dan musim dingin.

Perlu Mama ketahui, waktu yang dibutuhkan belalang betina untuk bertelur ialah sekitar kurang lebih 3-4 hari ya.

Setelah menetas, telur menetas dan menjadi nimfa.

2. Nimfa

Youtube/Jagad Id

Ketika telur menetas, akan muncul belalang-belalang kecil yang belum memiliki sayap, tetapi secara fisik bentuk tubuhnya tidak jauh berbeda dengan belalang dewasa. Hal tersebut bisa disebut sebagai nimfa muda.

Nimfa muda tersebut memiliki warna putih dan akan berubah warna menjadi hijau atau cokelat saat terkena sinar matahari. Belalang kecil ini juga sudah bisa memakan dedaunan tanaman muda yang teksturnya lembut loh.

Meskipun tidak memiliki sayap dan alat reproduksi, belalang kecil ini mampu bertahan hidup kok, Ma.

Nimfa akan mengalami 5-6 kali pergantian kulit dan mengubah bentuk serta struktur tubuhnya hingga menjadi imago (belalang dewasa). Pergantian kulit belalang ini agar memudahkan belalang kecil membentuk sel-sel baru.

Pada tahap ini, belalang membutuhkan waktu sekitar 5-10 hari tergantung spesies dan kondisi cuaca, termasuk suhu dan kelembaban. Ukuran belalang akan bertambah dan bantalan sayapnya pun ikut berkembang.

Mama perlu tahu juga nih kalau kelangsungan hidup nimfa untuk bertahan menjadi belalang dewasa hanya sekitar 50% karena banyak nimfa-nimfa lainnya yang dijadikan makanan oleh predator alami, seperti kadal, tikus, dan burung.

3. Imago (belalang dewasa)

Pixels/pixabay

Daur hidup belalang mengalami metamorfosis tidak sempurna dengan tiga tahapan, yakni dimulai dari telur, kemudian menetas menjadi nimfa muda (belalang kecil), dan terakhir menjadi imago atau belalang dewasa.

Apabila nimfa berhasil bertahan, ia akan menjadi imago atau belalang dewasa dalam 25-30 hari setelah menetas dan mengembangkan sayap sepenuhnya. Selain itu, belalang dewasa juga siap untuk bereproduksi. Kemampuan reproduksinya akan matang dalam kurun waktu 15 hari dan bertahan hingga 30 hari.

Belalang dewasa akan menjadi jauh lebih aktif dan sering berpindah tempat untuk mencari makanan, serta bertahan hidup dari serangan predator.

Dengan demikian, waktu yang dibutuhkan dalam proses daur hidup belalang, mulai dari telur hingga menjadi imago memakan waktu 11-12 bulan, Ma.

Umur belalang sendiri diperkirakan dapat bertahan hingga 12 bulan saja, Ma.

Nah, itu dia proses daur hidup belalang yang mengalami metamorfosis tidak sempurna. Meskipun terkadang dianggap sebagai hama yang dapat merusak tanaman dan hasil panen petani, belalang juga memiliki peranan penting sebagai penyedia makanan untuk predator dalam rantai makanan, sehingga ekosistem akan tetap terjaga dan seimbang.

Semoga informasi proses daur hidup belalang yang telah Popmama.com rangkum dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan Mama dan si Kecil ya!

Baca juga:

The Latest