TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Dua Kasus Terbaru Gangguan Ginjal Akut Anak Ditemukan di DKI Jakarta

Dinkes DKI Jakarta mengonfirmasi adanya dua kasus gagal ginjal akut terbaru, satu balita meninggal

Freepik/sewcream

Pada bulan Oktober 2022 lalu, masyarakat tanah air sempat dihebohkan karena banyaknya penemuan Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) yang menimpa anak kecil. Berdasarkan kasus tersebut, penyakit ginjal akut ini disebabkan karena mengonsumsi obat sirup. Setidaknya peristiwa tersebut harus dialami oleh 260 anak.

GGAPA adalah sebuah kondisi di mana ginjal secara mendadak berhenti bekerja. Mengingat ginjal sebagai salah satu organ vital dari tubuh maka gangguan ginjal akut ini akan berakibat fatal. Jika  Apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat pula mengakibatkan cedera akun yang lama-lama akan berkembang menjadi kronis.

Sayangnya kasus gangguan ginjal akut pada si Kecil tak berhenti sampai di situ saja lho, Ma. Kabar teranyar, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memperoleh dan mengonfirmasi adanya temuan kua kasus baru gagal ginjal akut pada anak.

Berikut Popmama.com sampaikan informasi terkait dua kasus terbaru gagal ginjal akut anak di Jakarta. Mari simak ulasan di bawah ini dengan seksama ya, Ma, Pa!

Kasus Gagal Ginjal Akut Anak Terjadi di Akhir Januari 2023, Satu Meninggal Dunia

Freepik/lifeforstock

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta dr Dwi Oktavia T.L.H., M. Epid membenarkan adanya temuan terbaru mengenai kasus gagal ginjal pada anak. Ternyata kasus itu terjadi pada akhir Januari 2023. Korban merupakan anak balita.

Dua balita ini sama-sama mengeluhkan tidak bisa buang air kecil. Satu balita dinyatakan meninggal setelah dirawat selama beberapa hari. Sementara balita lainnya masih mendapatkan perawatan di RSCM Jakarta. Setelah ditelusuri lebih dalam oleh pihak Dinkes DKI Jakarta ternyata keduanya memiliki riwayat meminum obat sirup penurun panas yang belum diketahui mereknya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, obat sirup tersebut mengandung etilen glikol (EG) atau dietilen glikol (DEG) yang sejauh ini diduga biang penyebab GGAPA di Indonesia. Selain itu, zat lain yang bisa menyebabkan gagal ginjal akut pada si Kecil, yakni Etilen Glikol Butyl Ether (EGBE).

Dinas Kesehatan DKI Jakarta Masih Mendalami Temuan guna Memastikan Penyebab Gagal Ginjal Akut tersebut

Freepik

Dinkes DKI Jakarta masih belum memberikan keterangan pasti mengenai penyebab pasti gagal ginjal akut pada dua kasus terbaru ini. Termasuk apakah keracunan obat sirup jadi indikator mutlak atau ada faktor penyebab lainnya.

“Sedang dilakukan investigasi guna mengetahui kemungkinan dari kemungkinannya. Apakah dari riwayat obatnya atau karena penyakitnya sendiri, maupun progresivitas dari penyakitnya sendiri. Kami (Dinkes DKI Jakarta) tengah melakukan penelusuran epidemiologis sambil mengumpulkan data pendukung lainnya, seperti sampel obat sirup dan sebagainya," jelas dr. Dwi.

dr. Dwi menambahkan jika pihaknya pun sedang menelaah riwayat penyakit dari dua balita, riwayat mengonsumsi obat, hingga riwayat minum obat pararel lainnya. Data tersebut akan dijadikan bahan kajian para ahli untuk menemukan penyebab pasti gangguan ginjal akutnya.

Total Akumulasi GGAPA pada Anak Mencapai 324 Kasus

Freepik/lenadig

Peristiwa yang cukup mengkhawatirkan ini tidak boleh dianggap sebelah mata oleh para orangtua. Lantaran kasus gangguan gagal ginjal akut yang menimpa si Kecil jumlahnya tak sedikit.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melaporkan per 18 November 2022 bahwa kasus kematian anak akibat GGAPA sebanyak 200 kasus.

Sedangkan total keseluruhan gangguan ginjal akut mencapai 324 kasus. Banyaknya kasus GGAPA ini berasal dari 27 provinsi di tanah air. Bahkan Kemenkes mengungkapkan kasus ini terus mengalami kenaikan sejak akhir November 2022.

Itulah paparan tentang dua kasus terbaru gagal ginjal akut anak yang ditemukan oleh Dinkes DKI Jakarta. Peristiwa ini menjadi alarm untuk Mama dan Papa lebih berhati-hati dalam memilih obat sirup untuk si Kecil. Seyogyanya berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter untuk mendapatkan rekomendasi obat yang tepat dan aman.

Baca Juga:

The Latest