TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Awas Ma! Kurang Zat Besi pada Anak Bisa Sebabkan 3 Hal Ini

Perhatikan tanda-tandanya Ma

Shutterstock/kornnphoto

Mama pasti merasa kalau si Kecil kadang susah sekali untuk fokus belajar. Selalu terdistraksi atau rewel. Hati-hati Ma, karena kalau terus berlanjut, si Kecil mungkin akan terhambat pada penyerapan ilmu dan prestasinya.


Salah satu alasan si Kecil susah berkonsentrasi adalah karena kurang zat besi, Ma. Faktanya 1 dari 3 anak di bawah 5 tahun di Indonesia terhambat proses belajarnya karena kekurangan zat besi.

Padahal zat besi merupakan mineral yang memiliki peran penting pada tumbuh kembang si Kecil, mulai dari membantu sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh sampai mendukung proses perkembangan kognitif (kemampuan belajar), motorik, dan fisiologis sel-sel saraf.

1. Si Kecil sering terlihat pucat, lemas, dan kurang berenergi

Shutterstock/kornnphoto Ilustrasi si Kecil kurang bernergi

Salah satu gejala si Kecil kekurangan zat besi yang paling umum wajahnya terlihat pucat, Ma. Hal ini disebabkan karena zat besi berperan penting dalam membantu sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh. Coba selalu melihat wajah si Kecil saat melakukan aktivitas. Perhatikan perubahan warna kulit dan bibirnya ya, Ma!

Selain itu, si Kecil juga terlihat lemas, kurang berenergi, dan cepat lelah setelah berolahraga. Hal ini tentu saja dapat berdampak pada konsentrasinya untuk belajar sehingga proses belajarnya tidak optimal dan dapat berdampak pada prestasi akademik yang rendah.

2. Mengalami keterlambatan perkembangan dan gangguan pola makan

Shutterstock/PR Image Factory Ilustrasi si Kecil sedang mengukur tumbuh kembangnya

Selain itu Mama juga harus melihat tumbuh kembang si Kecil. Apakah sudah sesuai dengan kalender perkembangan? Jika belum, bisa jadi juga kekurangan zat besi. Karena kekurangan zat besi dapat berdampak pada perkembangan kognitif dan kemampuan belajarnya, gangguan permanen pada sistem motorik dan sensorik, pertumbuhan fisik yang terhambat, serta dapat menyebabkan si Kecil mudah terserang penyakit karena daya tahan tubuh lemah terhadap infeksi.

Lalu, perhatikan juga ya, Ma, si Kecil yang kurang zat besi juga dapat memunculkan keinginan ingin memakan benda yang tak umum untuk dikonsumsi seperti es batu, tanah, dan pasir. Hal ini biasa disebut sebagai gangguan pola makan pica. Terus amati perilaku si Kecil ya, Ma!

3. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan perubahan perilaku Si Kecil

Shutterstock/sirikorn thamniyom Ilustrasi si kecil berperilaku aneh

Selain berdampak pada tumbuh kembang si Kecil, kekurangan zat besi juga dapat berdampak pada kecerdasan emosional dan kondisi psikologis si Kecil seperti lebih cepat murung, kurang percaya diri serta sulit bersosialisasi. Hal ini tentu akan berdampak pada hubungan si Kecil dengan orang di sekitarnya, prestasi si Kecil serta masa depannya. Tentu saja hal ini nggak diinginkan, ya, Ma?

4. Cegah kekurangan zat besi dengan susu pertumbuhan terfortifikasi dan vitamin C

Shutterstock/Mcimage Ilustrasi si Kecil mengkonsumsi makanan kaya zat besi

Biasanya si Kecil kurang mendapatkan nutrisi zat besi karena kurang mengkonsumsi sumber makanan zat besi, gangguan penyerapan zat besi, dan terdapat infeksi pada si Kecil.

Hal ini bisa diatasi dengan makanan mencukupi kebutuhan zat besinya dengan memberikan si Kecil makanan seperti daging merah, hati, ikan, ayam, telur, bayam, brokoli, tahu dan susu pertumbuhan terfortifikasi. Selain itu Mama juga bisa memberikan sumber makanan kaya vitamin C seperti jeruk, mangga, pepaya, dan stroberi karena vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi si Kecil.

Mama pastikan ya si Kecil terpenuhi kebutuhan zat besi agar bisa terus berkonsentrasi dalam belajar dan bisa meraih prestasi. Mama bisa lho mengecek apakah si Kecil memiliki potensi kekurangan zat besi atau tidak. Silahkan cek di sini, Ma! (CSC)

The Latest