TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Bacaan Surat Al-Falaq, Arti dan Huruf Latinnya, Ajarkan pada Anak Yuk

Mengamalkan surat ini akan mendapat perlindungan dan pertolongan dari Allah SWT

Freepik

Ilmu agama memang perlu diajarkan pada anak sejak usia balita. Salah satunya mengajarkan membaca dan menghafal Alquran. Sebab, Alquran adalah petunjuk kehidupan bagi umat muslim.

Jika anak sudah mulai membaca Alquran sejak kecil, maka ia bisa mulai menjalankan kehidupan sehari-harinya sesuai dengan syariat islam yang terkandung dalam Alquran. 

Mama dan Papa dapat mulai mengajarinya anak surat-surat pendek terlebih dahulu. Misalnya, surat Al-Falaq. 

Surat Al-Falaq ini terdiri dari 5 ayat yang pendek-pendek sehingga mempermudah anak mama untuk membaca dan menghafalnya. Jadi, surat tersebut bisa langsung diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Jika Mama dan Papa ingin mengajarkan anak surat Al Falaq, berikut Popmama.com telah rangkumkan mengenai sejarah, bacaan, arti, beserta keutamaan surat Al-Falaq.

1. Sejarah surat Al-Falaq

Unsplash/Izuddin Helmi Adnan

Surah Al-Falaq merupakan surah ke-113 dalam Alquran. Surat ini terdiri dari 5 ayat dan golong surat Makkiyah karena diturunkan di kota Mekkah. Surat Al-Falaq diturunkan bersama dengan surat An-Nas. 

Surat Al-Falaq tidak serta-merta diturunkan. Ada baberapa hal yang melatar belakanginya. Diceritakan dalam hadis yang diriwayatkan Abu Nu'aim dari Abi Jakfat Ar-Razai Ar-Rabi' bin Anas dari Anas bin Malik dalam Kitab 'Ad-Dalail. 

Turunnya surat Al-Falaq berkaitan dengan Nabi Muhammad SAW yang sakit terkena sihir dari pria Yahudi. 

Sihir tersebut membuat Rasul seolah-olah melakukan sesuatu padahal nyatanya Beliau tidak melakukan apa-apa. 

Saat Rasul menderita penyakit tersebut, Allah SWT mengutus 2 malaikat untuk datang menjenguknya. 

Salah satu malaikat duduk di sebelah kepala. Sedangkan malaikat lainnya duduk di bagian kaki. 

Malaikat yang berada di sebelah kaki bertanya kepada yang di dekat kepala, "Apa yang terjadi padanya". Malaikat di sebelah kepala pun menjawab, "Terkena sihir". 

Malaikat pada sebelah kaki bertanya kembali, "Siapa yang menyihir?". 

"Labid Ibnul-A’sham, seorang Yahudi," jawab malaikat lainnya.

Kemudian, malaikat di sebelah kaki bertanya kembali, "Dimana diletakkan (sihirnya itu)?".

Malaikat di sebelah kepala menjawab, "Di sebuah sumur milik si fulan, pada bagian bawah batu.  Hendaklah Muhammad pergi ke sumur tersebut, keringkanlah airnya, lalu angkat batunya. Terdapat sebuah kotak yang berada di bawahnya dan bakarlah kotak itu".

Kemudian, saat pagi hari tiba, Rasulullah  SAW mengutus Ammar bin Yasir serta beberapa sahabat untuk pergi ke sumur tersebut.

Sesampainya di sana, mereka melihat air sumur berwarna merah kecoklatan seperti air pacar/inai. Mereka lalu menimbanya hingga menemukan batu.

Kemudian mereka mengangkat batunya dan menemukan kota kecil berisi sihir yang dimaksud oleh Malaikat.

Mereka mengeluarkan kotak kecil dari dalam sumur dan membakarnya. Ternyata, di dalam kotak tersebut terdapat seutas tali yang memiliki 11 simpul.

Lalu, Allah SWT menurunkan kedua surat ini (Al-Falaq dan An-Nas). Setiap kali Rasulullah SAW membaca satu ayat dari kedua surat tersebut, maka terurailah satu simpul.

Kedua surat pendek tersebut kemudian disebut sebagai Al-Mu'awwidzatain karena telah mampu mengobati penyakit/sihir Rasulullah SAW. 

2. Bacaan surat Al-Falaq

Pexels/Abdulmeilk Aldawsari

Berikut ini bacaan surat Al-Falaq dalam bahasa Arab dan latin beserta dengan artinya. 

قُلۡ اَعُوۡذُ بِرَبِّ الۡفَلَقِۙ

Qul a'uzuu bi rabbil-falaq

1. Artinya: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar),

مِنۡ شَرِّ مَا خَلَقَۙ

Min sharri ma khalaq

2. Artinya: dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,

وَمِنۡ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ

Wa min sharri ghasiqin iza waqab

3. Artinya: dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

وَمِنۡ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الۡعُقَدِۙ

Wa min sharrin-naffaa-thaati fil 'uqad

4. Artinya: dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),

وَمِنۡ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

Wa min shar ri haasidin iza hasad

5. Artinya: dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.

3. Keutamaan surat Al-Falaq

Pixabay/15329403

Adapun beberapa keutamaan yang akan didapatkan jika mengamalkan surat Al-Falaq dalam kehidupan sehari-hari, sebagai berikut:

1. Menangkal sihir

Surat Al -Falaq yang diturunkan saat Rasulullah SAW menderita sakit parah akibat disihir oleh kaum Yahudi sehingga surat Al -Falaq dapat membantu menyangkal sihir.

Hal tersebut ditegaskan dalam sebuah hadis, 

أَلَمْ تَرَ آيَاتٍ أُنْزِلَتِ اللَّيْلَةَ لَمْ يُرَ مِثْلُهُنَّ قَطُّ (قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ) وَ (قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

Artinya: “Tidakkah kamu melihat ayat-ayat yang diturunkan di waktu malam dan tidak ada bandingannya sama sekali; Surat Al -Falaq dan Surat An Nas.” (HR. Muslim)

2. Melindungi diri dari godaan buruk manusia, setan dan jin

Membaca surat Al-Falaq pun dapat menjauhkan umat Islam dari godaan dan hasutan buruk dari manusia, setan, maupun jin. 


يَا ابْنَ عَابِسٍ أَلَا أَدُلُّكَ أَوْ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكَ بِأَفْضَلِ مَا يَتَعَوَّذُ بِهِ الْمُتَعَوِّذُونَ قَالَ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ هَاتَيْنِ السُّورَتَيْنِ

Artinya: “Wahai Ibnu Abbas, maukah kamu aku tunjukkan –atau maukah kamu aku beritahu- sesuatu yang paling baik digunakan untuk berlindung?” Ibnu Abbas menjawab, “Iya wahai Rasulullah.” Beliapun bersabda: “Qul a’udzu birabbil falaq dan Qul a’udzu birabbin nas, dua surat ini.” (HR. An Nasa’i; shahih)

3. Keamanan dan kenyamanan ketika tidur

Setan maupun jin tak ada hentinya untuk menggoda manusia, termasuk saat sedang tidur. Untuk itu, sebagai umat Islam, hendaknya membentengi diri dengan membaca doa sebelum tidur. 

Setelah membaca doa tidur, alangkah baiknya diikuti dengan membaca surat surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebanyak 3 kali. Kemudian usapkan ke bagian kepala, wajah dan bagian depan tubuh.

Hal tersebut sesuai dengan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. 

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْها قالت. كَانَ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ، ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ، يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ، وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ، يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ. رواه البخاري

Artinya: Aisyah ra berkata, "Setiap malam, ketika Rasulullah saw ingin mula tidur, baginda merapatkan kedua tangannya kemudian meniupkan kearah kedua talapak itu sambil membaca surah al-ikhlas, al-falaq dan al-nas, kemudian menyapu semua anggota badan yang mungkin dijangkau, dimulai dari kepala, wajah dan seluruh bagian tubuh lain sebanyak tiga kali." Hadis sahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (Hadis no. 4630)

4. Membantu meringankan penyakit 

Surat Al -Falaq dapat menjadi obat untuk meringankan rasa sakit. Dahulu, Rasulullah SAW membaca surat muwwizat (Al Ikhlas, Al -Falaq, An Nas) lalu diusapkan pada bagian tubuhnya yang sakit. 


عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْها قالت. أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كَانَ إِذَا اشْتَكَى يَقْرَأُ عَلَى نَفْسِهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ وَيَنْفُثُ. فَلَمَّا اشْتَدَّ وَجَعُهُ، كُنْتُ أَقْرَأُ عَلَيْهِ، وَأَمْسَحُ بِيَدِهِ رَجَاءَ بَرَكَتِهَا. متفق عليه

Artinya: "Sesungguhnya Rasulullah saw jika merasa sakit, baginda membaca Mu’awwizat kemudian meniupnya, ketika sakit itu bertambah parah, akulah yang membacakannya lalu aku usapkan dengan tangannya, mengharap keberkahannya." Hadis sahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (Hadis no. 4629) dan Muslim (hadis no. 4065 dan 4066).


Itulah sejarah diturunkannya surat Al Falaq berserta huruf latinnya, arti, dan keutamaannya. Semoga dapat mempermudah para orangtua dalam mengajarkannya pada anak, ya!

Baca juga:

The Latest