TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kenali Penyakit Kulit Tinea Corporis yang Rentan Menyerang Anak-anak

Yuk, ketahui gejala, penyebab, pengobatan, dan pencegahan Tinea Corporis pada anak

Instagram.com/dr.andreas.spa

Pada Selasa (14/12/2021), dr. S. T. Andreas C., M.Ked.(Ped.), Sp.A mengunggah foto-foto kondisi kulit seorang pasien anak laki-laki di Instagram pribadinya @dr.andreas.spa. Dalam foto-foto itu, tampak kemerahan di dada dan kaki anak tersebut.

Ruam merahnya cukup luas. Ruam yang terletak di dada bahkan hampir sampai ke tepi kanan-kirinya.

Dr. Andreas mendeskripsikan bahwa tepi ruam merah pada tubuh anak tersebut lebih tinggi daripada bagian tengahnya. Anak itu juga menderita gatal-gatal sehingga membuatnya mengalami infeksi sekunder karena bakteri akibat digaruk.

Dengan ciri-ciri seperti itu, penyakit apa yang dialami anak tersebut, ya?

Untuk yang belum familier dengan kondisi seperti itu, anak tersebut menderita Tinea Corporis, Ma. Disebut juga kurap badan atau ringworm. Tinea Corporis adalah salah satu jenis penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur.

Menurut laman childrensnational.org, penyakit ini rentan terjadi pada anak-anak, lho. Jadi, alangkah baiknya jika Mama mengenal Tinea Corporis pada anak beserta gejala, penyebab, pengobatan, dan cara pencegahannya agar anak mama tidak perlu mengalaminya.

Oleh karena itu, yuk simak informasi mengenai penyakit kulit Tinea Corporis yang rentan menyerang anak-anak yang telah Popmama.com rangkum di bawah ini, Ma.

1. Apa itu Tinea Corporis pada anak?

Instagram.com/dr.andreas.spa

Tinea Corporis atau kurap badan merupakan salah satu penyakit menular yang menyerang kulit. Walaupun disebut ringworm, tapi penyebabnya bukanlah worm atau cacing, melainkan jamur yang disebut dermatofita.

Penyakit kulit ini dapat menginfeksi siapa saja tanpa batas usia. Namun, dilansir dari laman childrensnational.org, body ringworm atau kurap badanlebih rentan terjadi pada anak-anak.

Tinea Corporis bukanlah kondisi yang dapat membahayakan nyawa dan sangat jarang mengakibatkan komplikasi yang serius, Ma. Akan tetapi, jika tidak ditangani, anak bisa mengalami infeksi sekunder pada kulit karena bakteri akibat digaruk.

2. Apa gejala Tinea Corporis pada anak?

Instagram.com/dr.andreas.spa

Dilansir dari laman childrensnational.org, Tinea Corporis pada anak memiliki beberapa gejala seperti berikut.

  • Muncul ruam merah pada kulit yang berbentuk seperti cincin dengan tepi yang tegas dan lebih tinggi daripada bagian tengah
  • Bagian tengah ruam bisa jadi tidak begitu merah saat lesi tumbuh
  • Gatal pada area yang terinfeksi

3. Apa penyebab Tinea Corporis pada anak?

Pexels/Mikhail Nilov

Dilansir dari laman childrensnational.org, anak-anak berisiko terkena Tinea Corporis akibat beberapa hal berikut.

  • Menggunakan ruang bersama yang telah terpapar jamur dermatofita
  • Melakukan kontak fisik dengan anak lain atau hewan yang telah terinfeksi
  • Tinggal di daerah yang beriklim hangat atau lembap
  • Memiliki daya tahan tubuh yang lemah akibat suatu penyakit atau obat-obatan
  • Kebersihan yang buruk
  • Kekurangan gizi

4. Bagaimana pengobatan Tinea Corporis pada anak?

Pexels/Karolina Grabowska

Jamur bisa bertahan hidup dengan baik di kulit sehingga anak bisa kembali mengalami penyakit ini. Oleh karena itu, dilansir dari laman childrensnational.org, Tinea Corporis pada anak perlu diobati sampai tuntas dan mendapat perawatan secara berulang jika perlu, Ma.

Perawatan yang diberikan akan tergantung pada gejala, usia, dan kesehatan umum anak. Seberapa parah kondisinya juga akan memengaruhi perawatan seperti apa yang akan diberikan padanya.

Berdasarkan unggahan dr. Andreas di Instagram pribadinya, ia memberikan obat salep anti jamur Myconazole kepada pasien Tinea Corporis yang masih sangat kecil. Selain itu, menjaga kebersihan dan dan tubuh pasien agar tetap kering juga perlu dilakukan selama perawatan.

Setelah 2 minggu perawatan, kulit pasien anak tersebut menjadi jauh lebih baik, Ma. Kemerahan masih tampak, tapi sudah sangat memudar.

5. Cara mencegah Tinea Corporis pada anak

Pexels/Ketut Subiyanto

Di akhir unggahannya, dr. Andreas berpesan untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan kulit anak agar tidak mudah terinfeksi Tinea Corporis, Ma. Nah, bagaimana ya cara menjaga kesehatan kulit si Kecil agar tidak terinfeksi penyakit kulit ini? Mama bisa ikuti tips dari dr. Andreas berikut ini sebagai pencegahan.

  • Mandikan anak dengan sabun yang mengandung moisturizer atau pelembap
  • Mengganti pakaian anak jika basah
  • Memastikan kulit anak tidak kering ataupun basah
  • Pakaikan krim yang mengandung zinc oxide untuk perawatan harian anak
  • Jangan gunakan produk yang berbahaya bagi kulit, seperti formaldehida
  • Jangan sering mengganti produk kulit untuk anak
  • Pastikan asupan cairan anak cukup

Itulah informasi mengenai penyakit kulit Tinea Corporis yang rentan menyerang anak-anak, Ma. Yuk, jaga kebersihan dan kesehatan kulit si Kecil agar ia tak perlu mengalami Tinea Corporis maupun penyakit kulit lainnya.

Baca juga:

The Latest