TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Cara Ini Membantu Perkembangan Bicara pada Anak Batita

Semoga tipsnya bisa berguna ya, Ma!

Freepik

Periode emas tumbuh kembang si Kecil dimulai dari usia 1-3 tahun.

Perkembangan yang terlihat pun bukan hanya dari fisik saja, namun perkembangan komunikasi si Kecil juga harus diperhatikan sesuai dengan usianya. 

Banyak ditemui kasus anak-anak yang mengalami keterlambatan berbicara dan ini sangat perlu diperhatikan.

Sebagai orangtua, Mama harus memperhatikan perkembangan komunikasi si Kecil agar berjalan baik dan tentunya tetap konsisten. 

Untuk Mama yang ingin mengetahui beberapa tips dalam membantu perkembangan bicara si Kecil. Berikut beberapa tips dari Popmama.com

Semoga tipsnya berguna ya, Ma!

1. Melakukan rutinitas membacakan cerita

Freepik

Setiap malam, Mama bisa meluangkan waktu sejenak untuk membacakan buku cerita ke si Kecil.

Rutinitas yang satu ini perlu Mama terapkan setiap kali si Kecil ingin tidur agar menstimulasi perkembangan berbicaranya. 

Saat membacakan cerita, usahakan untuk tidak asik sendiri. Mama perlu mengajak si Kecil berkomunikasi sesuai dengan isi cerita yang sedang dibacakan.

Dari rutinitas membacakan cerita, si Kecil akan berimajinasi karena berusaha mencerna isi cerita yang sedang Mama bacakan.

Imajinasi yang terlatih akan membantu dalam mengembangkan tingkat kreativitasnya. 

Selain membantu perkembangan bicara si Kecil, dirinya juga akan terbiasa untuk diajak dalam mengimprovisasi alur cerita.

Dialog interaktif antara Mama dan si Kecil juga akan meningkatkan kualitas hubungan yang lebih baik. 

2. Menggunakan pelafalan yang benar

Unsplash/Jessica To'oto'o

Terkadang banyak orangtua yang berbicara dengan si Kecil menggunakan ‘baby talk’. Padahal hal ini justru membuat kosakata si Kecil tidak bertambah dan kurang belajar bahasa baru. 

Contoh sederhananya saja saat Mama mengganti kata ‘burung’ dengan suara cuit-cuit, ‘sapi’ menjadi ‘moo’ atau kucing menjadi ‘mpus’.

Ada baiknya selama berbicara dengan si Kecil perlu menggunakan pelafalal atau kosakata yang sebenarnya bukan dengan kata ganti. 

Yuk Ma, mulai usahakan mulai melafalkan segala sesuatu dengan benar agar si Kecil bisa belajar banyak kosakata dan melatihnya berbicara! 

Baca juga: 

3. Dengarkan anak berbicara

Unsplash/Hannah Olinger

Tidak sedikit orangtua berusaha memberikan kesempatan si Kecil untuk berbicara dan mencoba mendengarkan ceritanya.

Walaupun kadang pembicaraan si Kecil masih kurang jelas artikulasi dan terkesan kurang nyambung, Mama harus tetap berusaha mendengarkannya. 

Selain mendengarkan si Kecil berbicara, Mama juga bisa berkomunikasi dan menanggapinya dengan menggunakan sebuah gerakan.

Mulai dari menunjuk, melambaikan tangan atau menggunakan raut wajah tertentu saat mengajak si Kecil berbicara.

Perlu diingat kalau mendengarkan si Kecil bercerita bisa menjadi salah satu cara melatih kemampuan berbicaranya. 

Baca juga: 

4. Selalu menanggapi obrolan anak

Freepik/Freepic.diller

Saat si Kecil berbicara satu kata mengenai keadaan di sekitarnya, Mama bisa menanggapinya obrolan si Kecil. Jangan sampai si Kecil tidak ditanggapi ya, Ma. 

Contohnya, saat si Kecil berbicara “Ada ayam” cobalah untuk langsung membalas pembicaraan dirinya dengan, “Iya itu anak ayamnya kok sendirian aja ya?” Berusaha menanggapi bisa membuat si Kecil merasa senang karena diajak berbicara. 

Namun saat kasusnya si Kecil hanya sedikit berbicara, Mama tidak boleh menyerah. Ada baiknya untuk terus mencoba memancing si Kecil dengan berbagai cara. Gunakahlah cara yang positif agar dirinya bisa juga merasa nyaman dan terpacu untuk pelan-pelan belajar berbicara. 

Mama juga bisa membuat obrolan positif bersama si Kecil, seperti sebuah cerita atau pengalaman menyenangkan. Cerita karangan fiksi juga bisa membangkitkan imajinasi si Kecil lho, Ma. 

5. Lebih sering mengajukan pertanyaan

Freepik

Si Kecil yang terus diberi pertanyaan oleh Mama justru akan lebih banyak berbicara dibandingkan hanya diam saja tanpa sebuah obrolan. Saat Mama tidak pernah mengajukan pertanyaan ke si Kecil, dirinya akan cenderung kurang memiliki kesempatan untuk menceritakan sesuatu. 

Saat Mama memberikan pertanyaan ke si Kecil, cobalah untuk tidak memaksanya untuk cepat menjawab. Berikan kesempatan kepada si Kecil beberapa detik untuk berpikir. Tujuan agar si Kecil punya waktu untuk berpikir dan mulai menyusun setiap jawabannya. 

Namun jika kasusnya Kecil tidak membalas pertanyaan Mama, cobalah untuk mengajukan pertanyaan lain. Bisa saja pertanyaan yang sebelumnya kurang dimengerti oleh si Kecil dari segi tata bahasanya. Untuk itu, Mama perlu mencoba bertanya menggunakan kosakata yang mudah dimengerti anak-anak. 

Mulai sekarang ada baiknya hindari pertanyaan yang terlalu sulit dicerna si Kecil ya, Ma. 

The Latest