TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Mengenal Susu UHT dari Nutrisi Hingga Proses Pembuatannya

Informasi mengenai susu UHT ini penting nih, Ma!

Unsplash/Nikolai Chernichenko

Memasuki usia 2 tahun keatas, susu UHT menjadi pilihan beberapa orangtua karena dianggap lebih praktis dari segi kemasan. Susu UHT bisa dijumpai pada beberapa susu kemasan kotak atau karton yang ada di pusat perbelanjaan.

Namun, ada beberapa informasi yang perlu diketahui sebelum memberikan susu UHT pada anak. Apa saja? Berikut Popmama.com sudah merangkum penjelasan apa itu susu UHT, simak yuk Ma!

Apa Itu Susu UHT (Ultra High Temperature) dan Bagaimanana Proses Pembuatannya?

Freepik/Prakasit Khuansuwan

Susu UHT adalah sebuah istilah dari industri untuk susu yang aman disimpan tanpa menggunakan lemari pendingin. UHT sendiri merupakan singkatan dari Ultra High Temperature. Pengolahan susu UHT dilakukan dengan cara dipanaskan pada suhu 135 derajat Celsius dalam waktu 2-4 detik. 

Proses pemanasan ini memang tidak terlalu lama karena hanya dilakukan untuk menghilangkan seluruh bakteri yang ada di dalam kandungan susu. Bila proses pemanasan tidak dilakukan, bakteri yang masih tersimpan hanya akan menimbulkan penyakit. 

Singkatnya proses pemanasan ini juga bertujuan agar nilai nutrisi yang ada di dalam susu UHT tidak hilang, sehingga kesegarannya tetap terjaga ketika dikonsumsi.

Susu kemasan yang seringkali dijumpai dan melakukan proses dengan cara UHT dapat disimpan berbulan-bulan, meskipun tanpa bahan pengawet dan melalui proses pendinginan. 

1. Kapan usia yang tepat dalam mengonsumsi susu UHT?

Pexels/Burst

Mungkin masih ada yang bertanya-tanya mengenai kapan waktu terbaik untuk mengonsumsi susu UHT. Perlu diketahui kalau susu UHT aman dikonsumsi untuk anak-anak yang sudah berusia 2 tahun ke atas. 

Bila membiarkan si Kecil yang masih berusia di bawah 2 tahun mengonsumsi susu UHT, maka akan mengganggu sistem pencernaannya. Hal ini dikarenakan organ ginjal dan proses pencernaan si Kecil belum terlalu sempurna di dalam tubuhnya.

Organ ginjal yang masih belum terbentuk sempurna di dalam tubuhnya seolah dipaksa untuk bekerja lebih keras bila anak-anak di bawah usia 2 tahun sudah diberikan susu UHT. Kondisi ini membuat organ ginjal berisiko lebih tinggi untuk mengalami masalah ke depannya. 

Jika diperhatikan saat berada di pusat perbelanjaan, susu UHT yang beredar untuk anak-anak sudah mencantumkan label tersendiri yaitu boleh dikonsumsi bila si Kecil sudah berusia 2-6 tahun di setiap kemasannya. 

Pencantuman label ini tentu mendukung pemberian ASI eksklusif hingga si Kecil berusia 2 tahun, setelah itu baru bisa diberikan susu UHT. 

Selain itu, Mama juga perlu memerhatikan kandungan susu UHT setiap kali membelinya. Perhatikanlah dan bijak dalam melihat kandungan yang tercantum dalam susu UHT. Pilih susu UHT yang tidak mengandung pemanis (plain).

2. Mengenal nutrisi di dalam susu UHT

Unsplash/Monika Grabkowska

Ma, sudah mengetahui berbagai nutrisi dalam susu UHT? 

Susu UHT memang diolah dengan suhu tinggi agar bakteri patogen mati dan kandungan nutrisi susu kembali steril. Susu UHT sendiri mengandung beragam nutrisi dan mineral, sehingga membantu kebutuhan tubuh.

Jika dijabarkan, susu UHT memiliki kandungan protein, karbohidrat, vitamin dan mineral. Bila dikonsumsi dengan porsi yang cukup, maka pertumbuhan dan perkembangan si Kecil akan sesuai harapan. 

Kandungan nutrisi pada susu UHT pun sangat baik untuk tulang dan jantung si Kecil, apalagi pertumbuhannya masih diperlukan untuk berkembang di masa anak-anak. 

Baca juga: 7 Rekomendasi Susu UHT untuk Anak Diatas 1 Tahun

3. Jumlah susu UHT yang dikonsumsi harus diperhatikan

Unsplash/Mehrshad Rajabi

Seperti yang sudah diketahui bahwa proses pemanasan susu UHT pada suhu 135 derajat Celsius dalam waktu 2-4 detik dapat menghilangkan seluruh bakteri. Meskipun bisa dikatakan aman, susu UHT yang akan dikonsumsi si Kecil harus diperhatikan jumlahnya. 

Para ahli mengatakan bahwa untuk anak-anak usia 1-3 tahun, sebaiknya hanya diberikan susu UHT sebanyak dua atau tiga gelas saja. Ukurannya juga harus diperhatikan yaitu 250 ml dalam sehari. 

Sebagai orangtua, Mama harus bijak dalam menghindari anak-anak mengonsumsi susu UHT secara berlebihan. Hal ini dikarenakan dapat membuat anak mudah kekenyangan, sehingga dirinya menolak untuk mengonsumsi makanan lain. Tak jarang banyak juga anak yang hanya ingin minum susu UHT saja, tanpa diseimbangi dengan makanan sehat dan bergizi. 

Jika semakin terus dibiarkan, si Kecil akan kekurangan asupan gizi dan mengalami gangguan pada proses perkembangannya. 

Itulah beberapa informasi mengenai susu UHT yang perlu Mama ketahui. Semoga bermanfaat ya, Ma!

Baca juga: 

The Latest