TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Jangan Salah Langkah Hadapi Si Kecil yang Tantrum, Ini 5 Tipsnya

Tantrum bukan berarti nakal, Ma!

Shutterstock/noophoto

Dalam istilah psikologi, tantrum disebut sebagai temper tantrum yang bisa diartikan sebagai perilaku marah pada si Kecil. Tantrum ini sering dialami oleh anak-anak berusia 2-3 tahun. Mereka mengekspresikan kemarahan dengan berbaring di lantai, menendang, berteriak, dan lain sebagainya.

Hal ini sering kali membuat para orangtua kewalahan, sehingga bisa memicu Mama ikut terbawa emosi. Hati-hati ya Ma, sebab mengungkapkan rasa marah pada anak karena bisa menjadi trauma psikis untuknya. Sebagai penangananya, Mama bisa ikut tahapan berikut ini. Simak sampai habis ya!

1. Tunggu dengan tenang di samping Si Kecil sampai emosinya mereda

Shutterstock/Damix

Ketika si Kecil sedang tantrum, Mama harus bisa tetap tenang dan jangan panik ya. Usahakan jangan terpancing untuk membalas teriakannya atau menghentikan perilakunya. Ketenangan bisa dilakukan dengan cara menarik napas dalam, hal tersebut akan membuat Mama lebih mudah mengatasi tantrum si Kecil. 

2. Tunjukkan empati Mama bisa dengan pelukan jika dia ingin

Shutterstock/Arleekhan Pathan

Setelah emosi si Kecil mereda, Mama bisa mengajaknya ke tempat yang lebih sepi dan tenang. Ajak si Kecil berbicara dan tanyakan apa yang terjadi. Beri si Kecil pengertian untuk mengungkapkan keinginan dengan cara yang benar, agar Mama bisa memahami kemauannya. Setelah itu Mama bisa menawarkannya pelukan, jika si Kecil mau sambutlah dengan hangat.

3. Jangan memarahi si Kecil saat tantrum ya, Ma

Shutterstock/Toey Toey

Memarahi si Kecil saat tantrum, malah membuat kondisi semakin tak terkendali dan sia-sia Ma. Sebab, pada kondisi ini si Kecil tidak mau mendengar hal apapun dari Mama. Semakin emosi Mama meledak, semakin menjadi-jadi juga tantrum si Kecil. Jangan pula, memberikan si Kecil hukuman Ma, soalnya ia bisa saja menyimpan amarah yang tidak sehat untuk mental dan fisiknya.

4. Terapkan positive parenting untuk menangani si Kecil tantrum

Shutterstock/Tom Wang

Menerapkan positive parenting untuk si Kecil artinya, lebih mengedepankan diskusi untuk mendapatkan win-win solution bagi kedua belah pihak. Mama juga bisa memberikan saran-saran positif kepada si Kecil dan membiarkan mereka untuk memilih mana yang terbaik bagi dirinya sendiri.

5. Buat si Kecil kembali happy dengan mengalihkan perhatiannya

Shutterstock/aslysun

Untuk mengembalikan mood si Kecil pasca tantrum, Mama bisa alihkan perhatiannya dengan memberikan mainan, camilan, mendengarkan musik atau video dan sebagainya. Hal ini bertujuan agar si Kecil bisa kembali happy dan membuatnya lupa apa yang menjadi penyebab tantrum.

Selain itu, dalam rangka merayakan International Day of Happiness, LACTOGROW mempersembahkan e-book “The Science of Growing Up Happy”, yang disusun oleh expert untuk dukung si Kecil #GrowHappy. Yuk, unduh secara gratis di The Science of Growing Up Happy Book agar Mama selalu bisa dukung si Kecil selalu grow happy, pas banget deh buat Mama! Dan temukan juga artikel-artikel pilihan lain yang bisa Mama akses melalui www.growhappy.co.id. Yuk Ma, tunggu apalagi langsung unduh ebook-nya dan baca terus artikelnya ya!

Setelah membaca artikel ini, semoga Mama bisa menghadapi tantrum si Kecil dengan lebih bijak ya! (WEB)

The Latest