TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Cara Membuat Anak Paham Mana yang Boleh dan Nggak Boleh Masuk Mulutnya

Jangan langsung dilarang ya, ini jadi salah satu cara agar anak bisa lebih cerdas lho!

Freepik/yanalya

Dalam menjalani proses tumbuh kembang, si Kecil kemungkinan besar akan memasukkan benda-benda ke dalam mulut.

Menariknya, hal ini dikategorikan sebagai suatu hal yang wajar dilakukan seorang anak kecil, sebagaimana seorang psychologist dari Vancouver Psychology Centre, Dr. Carla Fry mengungkapkan bahwa anak akan mulai tertarik mempelajari lingkungan sekitar dengan mencoba memasukkannya ke dalam mulut.

Tentu, Mama mengetahui betul jawabannya kalau ada benda-benda yang nggak bisa dimakan.

Bahkan, banyak benda yang berpotensi mengancam kondisi fisik si Kecil yang sehat dan keselamatannya.

Karena itu, Mama disarankan untuk mengajar si Kecil untuk mengetahui apa yang boleh dan nggak boleh dimasukkan ke dalam mulut.

Di bawah ini, Popmama.com telah merangkum 7 cara yang efektif untuk membantu anak mama mengerti mana yang boleh dan nggak boleh dimasukkan ke dalam mulut. Mari kita pelajari masing-masing poinnya besama!

1. Perlihatkan apa yang boleh

Pixabay/dhanelle

Pemahaman akan apa yang boleh dipegang dan dimakan oleh anak kecil lahir dari sebuah lingkungan yang membuatnya terbiasa melihat benda-benda yang memang baik untuk itu.

Hal ini disebut sebagai bagian dari membiasakan diri si Kecil untuk mengenali berbagai objek tertentu yang dianggap positif oleh orangtua.

Maka dari itu, Mama disarankan untuk selalu menghiasi pemandangan mata si Kecil dengan makanan-makanan sehat yang memang diperuntukkan untuk dimakan.

Supaya lebih maksimal, Mama dianjurkan untuk mengelilinginya dengan jenis makanan tersebut, baik saat sarapan, makan siang, makan malam maupun ketika waktunya untuk camilan sehat.

Mama juga dapat menemani waktu santai si Kecil dengan berbagai mainan khusus anak-anak yang dapat dimasukkan ke dalam mulutnya.

Sebagai saran, pastikan Mama membeli mainan yang berbentuk makanan-makanan sehat.

Tapi, dalam pemilihan mainan Mama harus cermat dalam mengamati bahan atau materinya dari mainannya dan cara penyimpanan juga harus diperhatikan.

Setelah anak bermain dengan teether-nya, sebaiknya Mama menyimpan ditempat makan khusus lalu kamu dapat memasukkan teether di dalam kulkas setiap tidak digunakan.

2. Singkirkan benda yang nggak boleh

Freepik

Sebagai upaya lanjutan dari usaha Mama untuk membiasakan si Kecil berada di lingkungan yang memperlihatkan objek-objek yang boleh untuk dimasukkan ke dalam mulut, Mama tentu seharusnya menyingkirkan benda-benda yang dianggap nggak boleh karena berbahaya dan alasan lain semacamnya.

Hal ini dapat dilakukan dengan menyiapkan beberapa box untuk menyimpan benda-benda tersebut dengan rapih.

Selain itu, Mama pun dapat menyiapkan beberapa kotak kecil untuk menyimpan beberapa benda yang nggak dapat dikelompokkan ke dalam box karena intensitas penggunaan yang sering setiap harinya, seperti remote untuk televisi dan mesin pendingin ruangan, charger, dan benda-benda lain semacamnya.

3. Jadilah role model yang tepat

Pixabay/publicdomainpictures

Memberikan contoh yang nyata untuk menghasilkan sikap dan tindakannya yang Mama dambakan dilakukan oleh anak mama memang merupakan kunci dari setiap isu atau permasalahan terkait proses tumbuh kembang anak mama.

Atas dasar itu, Mama sebaiknya turut memberikan contoh kepada anak mama secara rutin dan konsisten, di mana Mama memasukkan benda-benda yang boleh dimasukkan ke dalam mulut di hadapannya.

Mama nggak perlu memberikan perbandingan dengan memberi contoh memasukkan benda-benda yang nggak boleh ke dalam mulut Mama sebagai alih-alih memberi reaksi yang nggak baik agar anak mama sekiranya belajar kalau hal tersebut nggak baik.

Hal ini justru membuat si Kecil menjadi semakin penasaran karena anak mama belum pernah melihat dan bahkan mencoba sebelumnya. Jadi, fokus pada memberi contoh nyata yang baik saja ya, Ma!

4. Selalu sodorkan benda pengganti

Pixabay/publicdomainpictures

Apabila anak mama ternyata sudah terlanjur kedapatan memasukkan benda-benda yang sebenarnya tidak boleh untuk dimasukkan ke dalam mulutnya.

Mama disarankan untuk melakukan sikap pertama dengan mengambilnya tanpa memberi respon, kemudian menyodorkan benda pengganti yang boleh dimasukkan ke dalam mulutnya dengan respon yang positif.

Cara ini membuat si Kecil sadar akan fungsi dua benda yang ada di hadapannya. Satu benda sebagai objek yang tidak boleh dimasukkan ke dalam mulut dan satu benda lainnya sebagai objek yang boleh dimasukkan ke dalam mulut.

Selain itu, sikap Mama yang tidak memberikan respon apapun ketika mengambil barang yang tidak boleh membuat si Kecil menjadi tidak termotivasi untuk melakukannya kembali.

Pasalnya, beberapa studi menemukan bahwa anak kecil seusia anak mama dinilai lebih tertarik melakukan sesuatu yang mendapatkan respon.

5. Berikan pujian untuk hal yang baik

Pixabay/onlinemommydiva

Sebagaimana anak kecil seperti anak mama memiliki kecenderungan untuk melakukan sesuatu yang mendapatkan respon, maka Mama sangat ditekankan untuk selalu memberi berbagai wujud respon ketika si Kecil memasukkan benda-benda atau makanan yang boleh dimasukkan ke dalam mulutnya.

Mama dapat memberikan respon dalam bentuk suara maupun ekspresi wajah yang mengacu pada sikap yang memuji tindakan si Kecil.

Dalam perihal pujian, Mama dapat mengucapkan satu kata sifat positif yang sama agar si Kecil mengetahui bahwa kata tersebut adalah pujian, seperti "Hebat" atau "Pintar."

6. Tunjukkan contoh hasil memasukkan benda yang nggak boleh masuk ke dalam mulut

sportskeeda.com

Jika anak mama ternyata masih sering ditemukan memasukkan berbagai benda yang nggak boleh dimasukkan ke dalam mulut, Mama barulah dapat memberikan contoh nyata dari hasil sikap tersebut.

Mama dapat melakukan dengan mengambil benda tersebut kemudian cobalah berpura-pura mencicipinya dan tunjukkan gerak-gerik yang mengisyaratkan bahwa Mama merasa nggak enak badan karenanya.

Hal ini akan membuat anak mama mengerti bahwa hal tersebut tidak boleh dilakukannya kembali agar si Kecil tidak mengalami hal yang dilihatnya Mama alami nantinya.

Sebagai tambahan, Mama juga dapat mempraktekkan fungsi atau kegunaan dari benda tersebut.

Alhasil, si Kecil jadi semakin mengerti kenapa benda tersebut tidak boleh di masukkan ke dalam mulut, melainkan dipergunakan semestinya.

7. Tunjukkan ekspresi wajah

dewarlorx.com

Salah satu cara yang efektif untuk membuat si Kecil semakin mengerti bahwa benda-benda tertentu tidak boleh dimasukkan ke dalam mulut adalah dengan menunjukkan ekspresi wajah.

Ketika anak mama hendak menggapai benda yang berpotensi membuatnya penasaran untuk memasukkannya ke dalam mulut.

Mama disarankan untuk segera memberikan ekspresi wajah yang negatif dalam perihal "merasa jijik akan benda tersebut" atau "meyakinkan bahwa benda tersebut tidak enak."

Agar si Kecil mengamati ekspresi Mama, ada baiknya jika Mama turut mengeluarkan efek suara, seperti batuk atau mengucapkan kata-kata seperti, "Ew!" dan semacamnya.

Sebaliknya, berikanlah ekspresi dan efek suara yang positif ketika anak mama hendak menggapai benda-benda atau makanan yang boleh dimasukkan ke dalam mulutnya.

Lebih baik lagi, jika Mama turun tangan dan membantunya menggapai benda-benda atau makanan tersebut sehingga si Kecil mengerti bahwa dirinya boleh memasukkannya ke dalam mulut.

Ketujuh cara di atas dipastikan akan memberi hasil terbaik dalam memperkenalkan sekaligus mengajar si Kecil mengenai apa yang boleh dimasukkan ke dalam mulut dan apa yang tidak boleh.

Selamat mencoba dan pertahankan kesabaran Mama saat menerapkannya ya, Ma!

Good luck!

The Latest