TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Unik! 3 Cara Memarahi Anak Tanpa Terlihat Menyeramkan

Memarahi anak jangan selalu menyeramkan, Ma!

Freepik/Gpointstudio

Saat si Kecil tiba-tiba bertingkah nakal, tidak sesuai harapan atau membuat Mama emosi, apa yang biasanya Mama lakukan padanya? Apakah langsung memarahinya?

Memarahi anak biasanya menjadi respons yang sering dilakukan orangtua saat anak bertingkah di luar kebiasaan. Namun tahukah Mama, cara seperti ini justru respons yang salah, lho!

Perlu diketahui bahwa anak yang tiba-tiba bertingkah nakal atau membuat kekacauan, itu merupakan bagian dari ekspresi emosi yang ia rasakan, Ma.

Alih-alih memarahi, Mama bisa melakukan cara yang lebih bijak untuk menenangkan dan menjelaskan anak terkait emosi yang sedang si Kecil rasakan.

Stop kekerasan pada anak. Memarahi atau membentak anak bisa membuat anak takut dan trauma. Mendisiplinkan anak memang menjadi tugas orangtua, namun Mama dan Papa bisa melakukan dengan cara yang tepat.

Saat komunikasi orangtua pada anak berjalan dengan baik, anak akan lebih mudah menerima dan ini bisa mengurangi risiko terjadinya kekerasan pada anak.

Seperti 3 tips unik yang sudah Popmama.com rangkum berikut ini. Bisa dicoba ketika Mama ingin memarahi si Kecil, namun tidak terlihat menyeramkan dan membuatnya trauma.

Ini dia cara memarahi anak tanpa kelihatan menyeramkan!

1. Meniru apa yang anak lakukan

Freepik/prostooleh

Saat si Kecil meminta sesuatu dan tidak langsung dituruti oleh orangtuanya, umumnya ia akan merengek dan menangis untuk mendapatkan perhatian Mama dan Papa.

Tingkah yang seperti itu sering kali membuat jengkel dan ingin memarahi anak, bukan? Eits! Tahan dulu ya, Ma. Coba cara unik satu ini yuk!

Mama bisa meniru apa yang anak lakukan, misalnya ketika ia menangis meminta mainan yang baru saja ia lihat di dalam pusat perbelanjaan, cobalah untuk menirukannya dengan berpura-pura menangis dan menyebutkan apa yang ia inginkan.

"Mama sedih banget, mau beli mainan yang itu juga tapi nggak bisa dibeli sekarang. Mama harus lebih sabar, nanti baru bisa dibeli mainan itu," contoh ucapan yang bisa Mama tirukan sambil terus mengulanginya sampai ia mulai paham.

Cara ini bukan berarti kita tidak sayang dan mengizinkan anak membeli mainan baru, kok. Hanya saja, kita sebagai orangtua harus mengajarkan pada anak sikap sabar jika ingin meminta sesuatu. Sudah pernah coba, Ma?

2. Bermain peran sebagai monster pemakan segala

Freepik

Ketika Mama kesal karena tingkah yang si Kecil perbuat, sebaiknya tahan emosi tersebut ya, Ma. Alih-alih langsung memarahi anak, Mama bisa mencoba bermain peran menjadi monster pemaka segala.

Misalnya berkata, "Waaa Mama kesal dan marah sekali, Mama sepertinya akan berubah jadi monster. Sini kamu Mama makan yaaa" sambil memeluk dan berpura-pura 'memakan' si Kecil.

Cara seperti ini bisa menjadi ide baik untuk meluapkan emosi dengan cara yang lebih menyenangkan. Setelah itu, barulah Mama bisa memberikan pengerti pada anak atas apa kekacauan yang ia perbuat tadi.

3. Berpura-pura kehilangan anak

Freepik

Tips unik berikutnya yang bisa Mama coba adalah berupa-pura kehilangan anak. Bagaimana sih caranya?

Misalnya ketika anak menginginkan sesuatu secara tergesa-gesa dan membuatnya marah serta merengek. Mama bisa berakting sedih seperti tengah kehilangan anak.

Cobalah dengan berkata seperti, "Huhu anak mama yang sabar dan tidak suka marah-marah hilang ke mana ya? Anak mama kayaknya ketinggalan di rumah deh tadi, kasihan banget anak mama sendirian di rumah."

Saat mengatakan demikian, Mama bisa mengabaikan apapun yang si Kecil katakan. Teruslah melakukan demikian sampai anak bersikap lebih baik dan umumnya akan berakhir memeluk Mama.

Itu tadi 3 tips unik untuk orangtua saat ingin marah pada anak tanpa terlihat menyeramkan. Cara di atas bisa Mama lakukan jika semua nasihat baik dan lembut tidak mempan padanya.

Jadi alih-alih memarahi mereka dengan maksud mendisiplinkan, yuk coba cara lain memarahi anak dengan secara lebih menyenangkan dan bijak. 

Dari ketiga cara memarahi anak tanpa kelihatan menyeramkan di atas, mana yang bisa Mama dan Papa coba lebih dulu?

Baca juga:

The Latest