TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Eksklusif: Dukung Minat dan Bakat Anak, Acha Septriasa Ajarkan Brie Punya Passion Sejak Kecil

Sebagai Mama, Acha Septriasa tak ingin membatasi gerak dan kreativitasnya saat ini. Baginya setiap anak memiliki minat dan bakat berbeda yang mesti dukung

Popmama.com/Aveline Gunawan

Setiap orangtua pastinya ingin selalu anaknya menjadi seseorang yang sukses. Kadang ketika anak tersebut masih kecil, sebagai orangtua sudah menaruh banyak harapan terhadap anak.

Acha Septriasa, Mama dari Bridgia Kalina Kharisma atau akrab disapa Brie justru tak menuntut anaknya ingin bisa macam-macam.

Bagi Millennial Mama of The Month September 2020 dari Popmama ini mengartikan pintar dan intelegensi sebagai sesuatu yang berbeda.

Acha Septriasa menyebut bahwa ia adalah orang yang percaya bahwa bakat anak bisa berasal dari minat. Sehingga untuk saat ini apapun minat yang anak perempuannya tunjukkan sebisa mungkin Acha akan mendukungnya.

“Kalau misal anak sudah menunjukkan minat di berbagai macam hobi atau misalnya kegiatan tertentu, pastinya saya akan selalu mengarahkan dia untuk menuju ke sana,” ujar Acha Septriasa dalam wawancara khusus dengan Popmama.

Lantas, bagaimana harapan Acha terhadap anaknya Brie kelak? Bagaimana keseharian Acha mendidik anaknya selama di Australia? Yuk, ikuti cerita Acha Septriasa ini di Popmama.com!

1. Acha mendorong agar Brie punya passion tertentu

Popmama.com/Aveline Gunawan

Menemukan passion atau ambisi hidup untuk anak tentu masih panjang perjalanannya untuk umur Bridgia yang kini baru berusia tiga tahun. Namun, Acha sebagai Mama sudah memberikan contoh bahwa setiap orang harus punya mimpi dan passion dalam hidupnya kepada Brie.

“Jadi hanya memberikan contoh agar dia bisa punya impian, punya passion dan punya desire untuk selalu mau mencari apa sih yang sebenarnya dia suka di dalam dunia ini dan di dalam kesehariannya,” jelas Acha.

Untuk anak seumuran Brie, hobi dan kesukaan bisa berubah setiap hari. Oleh karenanya Acha tak mau membatasi hal ini. Ia berupaya selalu menjadi pendukung pertama Brie untuk bisa meraih apa yang dia inginkan kelak.

Saat ini Acha menuturkan kalau Brie mulai terlihat bakatnya dari menyanyi. Hal itu dilihatnya beberapa waktu setelah Brie selalu bernyanyi dengan nada yang tepat sesuai lagu.

“Dari sana saya mulai merasa sepertinya Brie ada bakatnya untuk bernyanyi, ya karena dia bisa menebak sebuah nada dari lagu dengan tepat,” tuturnya.

Meski begitu diumurnya yang masih kecil, Acha pun sebagai Mama masih melihat dan mempelajari apa saja bakar Brie yang bisa dikembangkan.

“Karena masih terlalu dini, jadi dia masih dalam proses belajar saja dulu. Saat ini saya mendukung semua kegiatan dan bakat yang ia tampilkan. Makanya saya pun sekolahkan dia ke montessori, sebuah kelas yang mengasah bakat dan minat. Biarkan anak-anak untuk mencari sendiri,” jelasnya

2. Acha ingin Brie menjadi orang yang kritis

Popmama.com/Aveline Gunawan

Di Indonesia kadang anak yang memiliki label ‘pintar’ harus menguasai beberapa hal tertentu. Misalnya ilmu eksakta dan hitungan. Namun, bagi Acha pengertian pintar bukan sebatas itu.

Ia sadar bahwa bakat setiap anak berbeda-beda. Berkaca kepada ia dulu justru ia merasa kuat di pelajaran sosial seperti sejarah dan Bahasa Indonesia.

“Karena menurut saya pintar bisa dari sudut perspektif yang berbeda-beda. Dulu saya malah pintar istilahnya dari segi pelajaran sejarah dan bahasa Indonesia. Justru akhirnya itu yang mengantarkan saya kini menjadi seorang aktris,” tuturnya.

Saat ini Acha mengajari Brie untuk bisa menyelesaikan beberapa masalahnya sendiri. Satu hal yang ingin Brie justru kuasai adalah kemampuannya berpikir kritis.  

“Sekarang saya arahkan dia untuk bisa problem solving sendiri, untuk bisa kreatif dan beradapatasi di lingkungan mana pun dia berada. Lalu, harus critical thinking pastinya,” jelas Acha.

Untuk melatih berpikir kritis, ia dan suaminya, Vicky Kharisma di rumah kerap melakukan tanya jawab dengan Brie. Dari sana Acha ingin Brie bisa memilih hal terbaik dari berbagai pilihan di hidup dia. Meskipun saat ini situasi masalahnya kecil.

3. Banyak potensi Brie yang berkembang setelah ikut balet

Popmama.com/Aveline Gunawan

Selain melihat bakat Brie dalam bernyanyi, Acha ingin kemampuan sosialnya berkembang. Dalam kelas balet yang diikuti Brie, ia bisa bertemu dan berinteraksi dengan teman sebayanya.

“Aku ingin Brie ikut balet untuk bisa bersosialisasi ke dalam lingkungan dengan teman yang seumurnya. Awalnya saya tidak tahu kalau Brie juga ada minat di dancing,, tapi setelah melihat potensinya ketika aku masukin ke kelas balet justru malah makin berkembang,” ungkap Acha.

Selain kemampuan bersosialisasinya lebih baik, Brie juga semakin mudah mengikuti karena sudah mengenal musik.

“Dia jadi bisa ikut rythm musik dan bisa belajar pergerakan dengan lebih sistematis. Lewat balet, dia bisa mengasah pendengaran, mengasah motorik, hingga mengasah sense of feeling. Jadi aku bangga pada saat dia bisa menyelesaikan kelas pertamanya dia di umur 1,5 tahun,” tutur Acha.

4. Acha punya cara tertentu agar Brie selalu ‘mood’ untuk beraktivitas

Popmama.com/Aveline Gunawan

Bagi anak balita, menemukan mood baik kadang jadi kebingungan orangtua untuk beraktivitas. Meski diungkapkan Acha kalau Brie adalah sosok anak yang mengerti dengan keadaannya.

“Pertama, pasti saya tidak boleh membuat dia terburu-buru (mau ikut kelas). Saya juga memastikan kalau dia itu harus dalam kondisi yang happy, dalam kondisi yang tidak boleh kelaparan, dan fit. Lalu pertimbangkan juga cuaca,” tutur Acha.

Sebagai, Acha juga selalu berusaha menemani setiap kelas Brie. Menurutnya untuk memastikan anak mood yang baik ketika berkegiatan adalah kita sebagai orangtua punya manajemen waktu yang tepat.

“Saya berusaha membuat perasaan dia selalu nyaman, itu juga melalui proses yang belajar yang banyak sekali. Kita sebagai orang tua harus bisa mengatur waktu dengan baik untuk kegiatan-kegiatan anak,” jelasnya.

#MillennialMama of the Month Edisi September 2020 – Acha Septriasa

Editor in Chief - Sandra Ratnasari
Fashion & Beauty Editor - Onic Metheany  
Reporter – FX Dimas Prasetyo, Putri Syifa Nurfadilah
Social Media - Sekar Retno Ayu
Art Designer – Shalsabilla Nursyah
Photographer - Aveline Gunawan 

Baca juga:

The Latest