TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Eksklusif: Cara Ezra Mandira dalam Membentuk Karakter Anak di Masa Depan

Ezra HiVi! percaya perilaku apa pun yang dilakukan orangtua akan menjadi cerminan karakter anak di masa depan

Popmama.com/Michael Andrew

Pendidikan anak yang diajarkan kepada anak tidak hanya berkaitan dengan pendidikan secara formal. Memberikan pendidikan kepada anak juga wajib disertai dengan pengajaran karakter.

Sehingga, kecerdasan yang terbentuk dalam diri anak dilengkapi karakter baik untuk menunjang kebiasaannya di masa mendatang. Pendidikan karakter yang paling pertama dan utama diperoleh anak berasal dari orangtua di rumah. 

Berstatus sebagai Papa dari satu orang anak, Ezra Mandira atau lebih dikenal sebagai Ezra HiVi! menjadi salah satu publik figur tanah air yang sudah merealisasikan pendidikan karakter kepada putra semata wayangnya, Aksara Eisa Madera (2).

Lantas, bagaimana cara Millennial Papa of the Month edisi November 2022 ini membentuk kepribadian positif pada anak dengan cara yang baik?

Berikut Popmama.com siap membahasnya khusus untuk Mama dan Papa.

1. Punya kontrol emosi yang baik, begini cara Ezra Mandira agar tidak kelepasan membentak anak

Popmama.com/Michael Andrew Photoshoot dilakukan dengan menaati protokol kesehatan

Ada kalanya beberapa Papa di luar sana hilang kesabaran ketika menghadapi buah hati, sehingga berujung membentak anak dengan nada keras. Perlu dipahami bahwa membentak bukan lah cara yang tepat untuk mendidik anak.

Melansir dari Hi Health, membentak dapat membuat anak enggan mendengarkan orangtua, anak merasa tidak berharga, merenggangkan hubungan antara orangtua dan anak, serta membuat anak tidak mau menghormati orangtua.

Ezra akui dirinya tidak pernah kelepasan membentak Aksara. Ia mampu mengendalikan emosinya dengan baik dan lebih memilih mengomunikasikannya secara halus ketika anak susah diatur.

“Pada dasanya aku orangnya nggak emosian sih, lebih ke menyesuaikan kondisinya bagaimana. Kalau anaknya nakal, lebih milih untuk dikomunikasikan dengan baik atau cari celahnya supaya kita didengar. Lebih baik diobrolin baik-baik aja supaya bisa dingertiin sama anak,” kata Ezra Mandira dalam wawancara eksklusif dengan Popmama.com.

“Menurutku, membentak bukan cara yang baik untuk memberi tahu anak. Lebih baik pakai cara lain. Contohnya, mengomunikasikan langsung, jelasin ke anak apa yang salah dan apa yang baik,” tambahnya.

2. Memberi tahu konsekuensi dari perilaku buruknya ketika anak sulit diatur

Popmama.com/Michael Andrew Photoshoot dilakukan dengan menaati protokol kesehatan

Para orangtua tentu ingin memiliki anak yang penurut dan mudah diatur. Namun, beberapa anak terkadang tidak mau menuruti perkataan orangtua. Contohnya, sulit diajak makan atau tantrum.

Ketika Aksara sudah mulai susah diatur, Ezra dan istrinya, Anjana Demira, enggan memarahinya atau bahkan memperingatinya dengan nada keras. Saat anak susah diatur, Ezra akan mengomunikasikannya dengan baik dan secara rutin jika terjadi berulang kali.

Kemudian, jelaskan juga konsekuensi apa yang diterima anak ketika dirinya melakukan hal buruk tidak sesuai aturan.

Orangtua harus mengomunikasikan secara jelas sebab dan akibat dari perilaku anak, supaya si Kecil mau mendengarkkan.

“Biasanya kita obrolin, omongin dengan baik. Yang tadinya sulit di atur tapi karena kita rutin omongin, hal tersebut bisa membuat anak lebih teratur. Ketika anak sudah mulai nakal, kasih tau juga konsekuensinya. Di balik konsekuensi harus ada alasannya, supaya anak tahu apa alasan dia nggak dibolehin ngelakuin sesuatu,” ujar Ezra Mandira.

3. Memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk belajar seputar Parenting Papa

Popmama.com/Michael Andrew Photoshoot dilakukan dengan menaati protokol kesehatan

Menjadi seorangtua merupakan tantangan yang dialami Papa dan Mama di luar sana. Pasalnya, tidak ada sekolah yang mengajarkan bagaimana kita harus menjadi orangtua ideal untuk anak.

Ezra memilih untuk memanfaatkan berbagai platform yang tersedia untuk belajar menjadi seorang Papa. Dari informasi yang diperoleh, Ezra dan istri akan menyaring cara mana yang sekiranya baik menurut mereka, serta menyingkirkan cara-cara yang dianggap tidak efektif.

“Jadi orangtua itu nggak ada sekolahnya. Kita bisa belajar dari mana pun dan kapan pun. Jujur untuk sekarang nggak ada publik figur yang jadi panutan dalam mengasuh anak. Tapi intinya, aku berusaha membentuk nilai baik dari apa yang aku dan istri peroleh, jadi nggak ada patokan Aksara harus kayak gimana,” ungkap Ezra Mandira.

“Caranya, kita coba kumpulin sebanyak-banyaknya informasi terkait parenting. Lalu, kita ambil bagian yang baiknya. Kalau ada acara yang nggak cocok, kita nggak akan lakukan,” lanjutnya.

4. Berfokus meminimalisir kebiasaan buruk dan membiasakan kebiasaan baik pada anak

Popmama.com/Michael Andrew

Di masa tumbuh kembangnya sekarang, Aksara sedang suka mengeksplor berbagai hal yang ada di sekitarnya. Di usianya yang baru beranjak dua tahun, Ezra bercerita untuk sekarang Aksara belum memperlihatkan kebiasaan-kebiasaan buruk.

Namun, jika kelak sang Anak mulai menunjukkan perilaku yang tidak baik. Ezra akan menggunakan cara membiasakan kebiasaan baik, agar perilaku buruk dapat diminimalisir dan bahkan hilang.

“Sebenarnya bukan kebiasaan buruk (yang Aksara lakukan). Tapi kalau pun ada kebiasaan buruk, aku lebih fokusnya justru kebiasaan buruk itu diminalisir dan digantikan dengan kebiasaan baik. Jadi, banyakin aja kebiasaan baik dengan anak agar dia mencontoh. Misalnya, banyak ngobrol hal yang dia suka atau aktivitas di luar ruangan,” jelas Ezra Mandira.

“Misalnya kebiasaan buruknya itu main gadget. Sebenarnya dengan main gadget kan banyak informasi baru yang diperoleh anak. Tetapi, faktor negatifnya, anak jadi nggak bersosialisasi dengan baik, makanya karena itu kita batasin. Kalau ada kebiasaan buruk, ujungnya harus diobrolin serta dibatasin. Intinya, harus ada alasan yang disampaikan supaya anak mengerti,” tambahnya.

5. Memberikan contoh lewat perilaku positif agar anak dapat meniru untuk menjadi kebiasaannya di masa depan

Popmama.com/Michael Andrew Photoshoot dilakukan dengan menaati protokol kesehatan

Agar pembentukan karakternya berjalan positif untuk kepribadiannya di masa depan, anak perlu diajarkan sedini mungkin, agar membentuk kebiasaan baik dalam dirinya. 

Untuk sekarang, Ezra masih belum mengajarkan secara spesifik bagaimana anaknya harus bersikap kepada orang dewasa atau perempuan. Namun, ia percaya bahwa anaknya akan mencontoh apa pun yang dilihatnya.

Oleh karena itu, Ezra mengajarkan Aksara cara bersikap dengan menampilkan kebiasaan-kebiasaan baik agar bisa dilakukan pula oleh Putra semata wayangnya tersebut.

“Anak itu belajar dari mencontoh. Jadi kita contohkan juga hal-hal positif agar anak bisa bersikap baik kepada siapa pun, bukan cuma orang orang dewasa atau perempuan saja. Sesimpel kalau salah minta maaf, dikasih sesuatu bilang makasih, kalau mau pergi pamitan dulu. Hal simpel itu bisa jadi cerminan Aksa bersikap kepada siapa pun. Supaya menjadi kebiasaan memang harus dibiasakan sejak kecil,” terang Ezra Mandira.

“Jadi apa pun yang aku lakukan sekarang pasti itu akan jadi contoh bagi Aksa. Di sisi lain, kita pun juga memberikan contoh sikap yang emang kita mau Aksa lakukan di kemudian hari,” pungkasnya.

Wah, semoga cara yang dilakukan Papa Ezra dalam membentuk karakter positif pada anak di masa depan bisa menjadi inspirasi ya, Pa!

Millennial Papa of the Month Edisi November - Spesial Hari Ayah Nasional 2022: Ezra Mandira

Editor in Chief - Sandra Ratnasari

Senior Editor - Novy Agrina

Editor - Onic Metheany

Reporter - Putri Syifa Nurfadilah & Sania Chandra Nurfitriana

Social Media - Irma Ediarti

Design - Aristika Medinasari

Photographer - Michael Andrew P.

Videographer - Norman Indra Issudewo, Krisnaji Iswandi

Stylist - Onic Metheany, Putri Syifa Nurfadilah

Makeup Artist & Hair Do - Linda Kusumadewi

Ezra's Wardrobe -  Shining Bright & Bertjorak

Aksa's Wardrobe - Bohopanna at Buiboo & Mothercare

Baca juga:

The Latest