TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Optimalkah Tumbuh Kembang Si Kecil Jika Dibesarkan dengan 2 Bahasa?

Cari tahu tipsnya disini yuk, Ma!

familiesmagazine.com.au

Dilansir dari bundoo.com, menurut Cara Barthelette, MS, CCC/SLP, Pediatric Speech Therapist, jika anak belajar berbicara dalam dua bahasa, maka hal tersebut tidak akan menyebabkan masalah bahasa padanya di masa depan.

Justru, akan ada banyak manfaat jika si Kecil belajar lebih dari satu bahasa, terutama untuk membantu anak berkomunikasi lebih baik dengan anggota keluarga.

Tak hanya itu, menjadi seseorang yang pandai dalam dua bahasa juga akan membangun kekuatan otaknya kelak.

Bahkan, menurut sebuah penelitan di Singapura, anak yang mengerti dua bahasa kemungkinan memiliki kemampuan belajar dan ingatan yang lebih baik daripada yang hanya mengerti satu bahasa. 

Meskipun begitu, menjadi bilingual ternyata memungkinkan si Anak untuk belajar dengan cara yang tak biasa. 

Maka dari itu, tak heran jika anak-anak bilingual mampu untuk melakukan "kode-switch" atau mengganti satu bahasa ke bahasa lain ketika berbicara.

Kode-swith yang mereka lakukan tidak menandakan bahwa mereka bingung dalam mengungkapkan kalimat, tetapi ini adalah tanda bahwa mereka mampu mengembangkan kompetensi dalam dua bahasa sekaligus. 

Kunci terpenting saat melatih anak bicara adalah dengan mengajarkannya bahasa yang paling nyaman bagi orangtua.

Ketika Mama berbicara dengan anak, maka Mama tidak hanya mengajarkan kosakata, tetapi juga struktur bahasa. Bagaimana kalimat dibentuk, termasuk di mana kata benda, kata kerja dan kata sifat masuk dalam kalimat.

Mengetahui banyaknya manfaat sekaligus tantangan ketika Mama mencoba membesarkan anak dalam dua bahasa, maka berikut Popmama.com telah merangkum 7 cara mudahnya!

1. Jangan berbicara dalam bahasa bayi

family247.net

Meski si Kecil belum bisa berbicara dengan lancar, namun satu tahun pertama dalam hidupnya adalah masa terpenting untuk membangun pondasi bahasa. 

Bayi memproses struktur dan arti bahasa jauh sebelum mereka mulai belajar bicara. Maka dari itu, cobalah respo celotehan si Kecil dengan kata-kata dan obrolan.

Meski ia belum bisa memahami arti kata-kata tersebut, namun bagian otaknya yang mengatur kemampuan bicara dan bahasa sudah terstimulasi saat kita berbicara padanya. 

Makin banyak bahasa yang mereka dengar, makin berkembang bagian otak tersebut.

Saat ia sudah mulai belajar bicara, ia sudah akan bisa memahami perbedaan beberapa bahasa yang Mama gunakan saat bicara padanya. 

Anak-anak yang terpapar pada dua bahasa sejak lahir akan lebih mudah menguasai dua bahasa tersebut dengan fasih. 

Namun, jika pengenalan pada bahasa asing ini baru dimulai sejak bayi berusia 6 bulan, ia akan sedikit lebih kesulitan membedakan mana yang bahasa A dan mana yang bahasa B.

Penelitian juga menunjukkan bahwa seiring bayi tumbuh, adaptasinya terhadap suara dan bahasa akan terus menurun. Di atas 6-7 tahun, sangat sulit baginya untuk menciptakan koneksi dengan bahasa baru.

Maka dari itu, lebih sulit mengajarkan bahasa lain pada anak-anak di sekolah dasar, dibandingkan pada anak-anak usia preschool atau bahkan balita.

2. Ajarkan melalui nyanyian, buku bacaan, dan permainan

hanen.org

Untuk si Kecil yang tertarik dengan aktivitas yang menyenangkan, maka Mama dapat dengan mudah mengajarkannya melalui musik, nyanyian, obrolan, serta buku bacaan.

Jika kata-kata dihubungkan dengan rima dan melodi seperti dalam puisi atau lagu, anak-anak akan mengingatnya lebih mudah. 

Jadi, teruslah respon si Kecil saat ia berbicara ataupun saat menyanyikan lagu favoritnya.

Jangan lupa juga untuk memperkenalkannya pada berbagai kosakata dan ekspresi bahasa dengan cara yang menyenangkan. 

Saat ia bertambah dewasa, perluaslah aktivitasnya dengan kegiatan seni seperti menari, kaligrafi, dan sebagainya.

3. Papa dan Mama berbicara dalam dua bahasa yang berbeda

emeze.com

Hal terpenting yang harus diingat untuk membuat anak fasih berbicara dua bahasa adalah memastikan jika ia terekspos pada dua bahasa tersebut dengan jumlah waktu yang sama.

Jadi, jika Mama berbahasa Indonesia dan Papa berbahasa Inggris, maka konsistenlah bicara pada anak dengan bahasa masing-masing. 

Dengan begitu, hal tersebut dapat memudahkannya untuk membedakan mana bahasa Indonesia dan mana bahasa Inggris.

Agar cara ini bekerja dengan baik, maka Mama dan Papa juga harus menghabiskan waktu yang sama banyak dengan si Kecil.

4. Pastikan orangtua juga fasih

interracialmarriageandfamily.com

Mama ingin si Kecil fasih berbahasa Inggris?

Namun, bagaimana jika Mama juga tidak fasih?

Jangan khawatir!

Mama masih bisa kok belajar bahasa inggris bersama dengan si Kecil. Perlihatkan antusiasme dalam mempelajari bahasa tersebut. 

Bila perlu, Mama juga dapat mengambil kursus bahasa, atau belajar bersama dengan anak menggunakan materi seperti CD lagu anak-anak dalam bahasa inggris, buku dongeng dua bahasa, atau menonton film dan video berbahasa Inggris dengan teks terjemahan bahasa Indonesia. 

Dengan cara ini, sembari anak belajar, Mama pun ikut belajar, bukan?

5. Terus gunakan agar tak lupa

sheknows.com

Mengajarkan bahasa baru pada anak-anak usia sekolah biasanya sedikit lebih sulit, mungkin karena mereka tak tertarik atau jika mereka sudah duluan menyerah karena bahasa tersebut dianggap sulit.

Tapi ini biasanya hanya karena mereka belum terbiasa saja. 

Setelah terekspos pada bahasa tersebut berkali-kali, ia akan otomatis menyerapnya tanpa disadari, dan belajar bahasa pun akan lebih mudah. 

Anak-anak sangat mudah beradaptasi dan fleksibel secara kognitif, sehingga mereka cepat menangkap arti dari bahasa baru dan cepat merasa nyaman dengan bahasa tersebut dibandingkan dengan orang dewasa yang belajar bahasa.

Kuncinya adalah dengan terus mengaplikasikannya sehari-hari. 

Pastikan bahasa tersebut tidak hanya dipelajari di kelas atau di kursus, melainkan juga dipakai dalam kehidupan anak sehari-hari.

6. Gunakan teknologi

freemake.com

Video-video di YouTube tentang belajar bahasa bagi anak-anak juga dapat jadi alat bantu yang efektif.

Carilah video yang mengenalkan budaya negara tersebut, bukan hanya bahasanya, jika Mama dan Papa berasal dari dua latar belakang budaya yang berbeda dan ingin si Kecil mengenalnya dari awal.

7. Kunjungi nenek kakek

medicalxpress.com

Jika Mama dan Papa berbicara dalam bahasa yang berbeda, manfaatkanlah anggota keluarga dari kedua belah pihak untuk ikut mengajarkan bahasa mereka pada si Kecil. 

Membesarkan anak dengan dua bahasa adalah tugas seluruh keluarga, meski tantangan utama ada pada orangtua. 

Menghabiskan waktu dengan nenek dan kakek yang berbicara dalam bahasa yang berbeda dengan yang biasa digunakan di rumah, ternyata juga dapat membantu si Kecil untuk terbiasa dengan bahasa tersebut.

Nah, itulah ketujuh cara mudah yang dapat Mama aplikasikan di rumah untuk membesarkan anak dalam 2 bahasa.

Semangat Ma!

Baca juga: 5 Bahasa Asing yang Wajib Dipelajari Anak Agar Masa Depannya Cerah

The Latest