TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Terlalu Sering Nonton TV Buat Anak Lemah Dalam 3 Hal Ini

Waspada nih, Ma!

Freepik/freepic.diller

Mama pasti sudah tahu kalau terlalu banyak nonton TV atau bermain gadget bisa memberikan serangkaian dampak buruk untuk anak. Nah, sebuah penelitian baru saja menguak fakta yang lebih mencengangkan lagi.

Dalam penelitian ini disebutkan kalau memberikan iPad dan membiarkan anak menonton TV dapat memengaruhi tumbuh kembang anak ketika usianya mencapai 5 tahun.

Mau tahu hal apa saja yang ‘dihambat’ oleh TV, tablet, dan gadget lainnya? Simak penelitian berikut ini, Ma.

1. Telah meneliti lebih dari 2.400 anak

freemake.com

Demi mendapatkan data yang sahih, para peneliti dari University of Calgary, Canada, meneliti 2.400 anak usia 2, 3, dan 5 tahun.

Menurut penelitian tersebut, anak yang terpapar screentime sejak usia 2 tahun menunjukan perkembangan yang tidak baik pada usia 3 tahun. Dan anak yang menghabiskan screentime sejak usia 3 tahun menunjukkan perkembangan yang kurang memuaskan di usia 5 tahun.

“Walau screentime yang interaktif dan berkualitas tinggi bisa memberikan beberapa manfaat, namun screentime berlebih kerap berkaitan dengan minimnya kemampuan fisik, behavioural, dan kognitif,” jelas salah satu peneliti pada Daily Mail.

2. Screentime melebihi anjuran pakar

Freepik

Walau American Academy of Pediatrics menyarankan untuk tidak membiarkan anak memiliki screen time lebih dari 1 jam per hari, namun faktanya tidak begitu.

Ribuan anak yang diteliti ternyata menghabiskan waktu lebih dari 1 jam per hari untuk menonton TV dan layar lainnya.

Rata-rata anak Kanada yang diteliti menghabiskan 2.4 jam sehari sejak umur 2 tahun, dan 3.6 jam sehari ketika umurnya 3 tahun. Wah, jauh melebihi anjuran AAP ya, Ma.

3. Bidang yang lemah karena TV dan gadget

theendivechronicles.com

Menurut para peneliti tersebut, tumbuh kembang anak sangat pesat dalam 5 tahun pertama. Itulah yang melandasi penelitian ini, untuk mengetahui perkembangan apa saja yang terkena dampak screentime berlebih.

“Ketika anak mengobservasi layar, mereka akan kehilangan beberapa kesempatan penting untuk berlatih dan menguasi kemampuan interpersonal, motorik, dan komunikasi,” jelas penelitian ini.

Sebagai contoh, ketika anak menghabiskan screentime tanpa komponen yang interaktif atau fisik, maka mereka akan lebih sedentary atau tidak bergerak, Maka ketika mereka tidak berlatih bidang itu, kemampuan motoriknya (seperti berjalan dan berlari) akan terhambat.

Semakin banyak screentime di usia 24 bulan, mengakibatkan keterlambatan perkembangan di usia 36 bulan. Sedangkan semakin banyak screentime di usia 36 bulan (3 tahun), mengakibatkan keterlambatan perkembangan di usia 60 bulan (5 tahun).

4. Waspada screen dependency disorder

Freepik/freephoto

Mama pasti sering mendengar, sebaiknya tunda pemberian gadget sampai anak berusia 2 tahun. Itupun harus dibatasi tidak lebih dari 1 jam per hari, hingga usia mereka 5 tahun.

Namun nyatanya, semua itu tetap bisa menimbulkan masalah lho, Ma. Menurut penelitian Dr. Aric Sigman, psikolog, pada 2017 lalu, pemberian gadget terlalu dini bisa mengakibatkan Screen Dependency Disorder, atau masalah ketergantungan gadget. Mirisnya, Screen Dependency Disorder berlangsung seumur hidup!

5. Matikan gadget sebelum tidur

Freepik.com

Tidak hanya anak, orangtua juga perlu ‘diet gadget! Seperti yang disarankan oleh Dr. Ben Carter, seorang ilmuwan dari King’s College London. Menurut Dr. Ben, baik anak maupun orangtua harus mematikan gadget sejak 1.5 jam sebelum tidur.

Menurut penelitiannya, anak dan remaja yang menggunakan perangkat elektronik apapun 90 menit sebelum tidur, akan 2 kali lebih berisiko mengalami kurang tidur, dan akan 3 kali lebih berisiko mengalami kantuk hebat di siang hari.

Baca juga:

The Latest