TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Lengkapi Nutrisi Anak dengan Keju dan Olahan Susu untuk Cegah Stunting

Kreativitas Mama dalam mengolah makanan bisa menekan angka stunting pada anak

Pexels.com/Tabitha Mort

Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang tak bisa disepelekan begitu saja. Dampak dari stunting sangatlah mengkhawatirkan karena tumbuh-kembang anak bisa lambat dan mudah terserang penyakit. Tentunya hal ini akan berpengaruh pada kemampuan daya pikir dan kesehatan anak hingga dewasa.

Berangkat dari kepedulian tersebut, Belcube dari The Laughing Cow menggelar talkshow dan konferensi pers, Sabtu (29/7/2023), di Youreka Kids Farm, Jakarta Selatan, mengenai pentingnya memberikan nutrisi yang seimbang untuk anak-anak di masa tumbuh-kembangnya.

Talkshow dan konferensi pers ini juga terselenggara dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. 

Berikut Popmama.com telah merangkum informasi penting seputar gizi, nutrisi, dan tumbuh-kembang anak selengkapnya.

1. Tingginya angka stunting di Indonesia

Freepik/mkitina4

Claudya Abednego selaku Brand Representative Belcube, mengatakan bahwa saat ini angka stunting di Indonesia masih sangat tinggi di 21.6%, sementara angka WHO di 20%. Berdasarkan jumlahnya, harus ditekan lagi angka stunting di Indonesia.

“Defisiensi nutrisi yang paling banyak ditemukan di ASEAN, terutama Indonesia itu adalah kekurangan Kalsium, Vitamin A, Vitamin D, dan Zat Besi," ujar Claudya.
 

2. Pentingnya protein hewani dalam menu harian anak

Freepik/azerbaijan_stockers

Untuk memenuhi kebutuhan akan gizi-nutrisi yang lengkap, penting untuk selalu menyertakan protein hewani dalam menu harian anak. 

Sebetulnya, baik itu protein nabati maupun protein hewani sama-sama baik dan bermanfaat bagi tumbuh-kembang anak. Tetapi protein hewani dianggap lebih unggul karena mengandung asam amino yang lebih lengkap ketimbang protein nabati. 

Selain itu, jika dibandingkan dengan protein nabati, protein hewani lebih mudah dicerna oleh pencernaan anak.

"Empat hal ini (kalsium, vitamin A, vitamin D, dan zat besi) biasa banyak ditemukan di protein hewani termasuk susu, keju, dan yoghurt," ungkapnya. 

3. Masih rendahnya konsumsi produk susu dan olahannya

Freepik/azerbaijan_stockers

Melihat begitu pentingnya konsumsi protein hewani, selayaknya anak-anak Indonesia mendapatkan asupan protein hewani yang cukup untuk mendukung tumbuh-kembang optimalnya. Namun, sayangnya yang terjadi tidaklah demikian. 

"Ironinya di Indonesia itu konsumsi susu dan turunannya, yang terendah di Asean per kapita sehingga banyak anak yang harus menderita stunting," terang Claudya dalam talkshow yang mengangkat tema tentang ‘Nutrisi Seimbang, Keharusan atau Kemewahan?’ dengan menghadirkan narasumber ahli, yaitu dr. Citra Amelinda, Sp.A sebagai dokter spesialis anak dan dr. Dyah Arum K., M.Gizi sebagai dokter gizi medik.

4. Pemberian keju sebagai MPASI untuk anak

Freepik/topntp26

Keju bisa dijadikan sebagai campuran MPASI untuk anak atau pun camilan sehari-hari yang lezat. Misal, keju berbentuk kubus ini yang praktis dan mudah dikonsumsi sehingga cocok dikonsumsi anak-anak.

Dalam kesempatan itu, dr. Citra Amelinda, Sp.A juga berbagi mengenai tips memberi MPASI untuk anak. dr. Citra Amelinda menyampaikan bahwa tekstur yang tepat untuk MPASI itu harus bisa diremas pakai jari.

“Artinya, bisa digigit pakai rahang yang belum ada giginya. Contoh MPASI, ada beras, daging, sepotong keju, ditambah daun salam dan lengkuas biar enak. Kalau pakai slow cooker, pastikan suhunya di atas 60 derajat. Pemilihan keju untuk bayi juga harus di bawah 100 mg,” ujar dokter Citra. 

5. Ide olahan keju untuk makanan harian anak

freepik.com

Tak perlu khawatir si Kecil bakal bosan dengan olahan keju, Ma, karena keju adalah bahan makanan yang dapat diolah menjadi makanan manis maupun asin. 

“Dari segi kreasi menu juga sudah banyak, ya, ibu-ibu pengguna setia yang membagikan resep olahan mereka, seperti risoles, nasi goreng, atau bubur MPASI sekalipun banyak yang menambahkan Belcube sebagai pelengkap nutrisi dan pengganti garam. Jadi, rasa tetap gurih namun rendah garam. Kami percaya dengan gizi yang seimbang, anak-anak dapat tumbuh dengan lebih bahagia dan optimal untuk masa depan yang lebih baik,” tutup Claudya.

Wah, ternyata memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi anak tidak perlu repot-repot ya, Ma. Dengan keju yang praktis dan mudah dikonsumsi, anak bisa mendapatkan asupan protein dan lemak hewani yang dibutuhkan tubuhnya. Semoga informasi ini bermanfaat ya!

Baca juga:

The Latest