TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Mata Ikan pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Ternyata anak-anak juga rawan terkena mata ikan lho.

Footfiles.com

Ma, pernah tidak menemukan si Kecil merasa tidak nyaman sehabis memakai sendal ataupun sepatu baru?

Jika itu terjadi ada kemungkinan anak mama memiliki mata ikan. Faktanya mata ikan ini bukan hanya terjadi pada orang dewasa saja lho, anak-anak juga rentan terkena mata ikan. 

Sekedar informasi, mata ikan atau clavus merupakan bentol keras dan kasar yang terdapat di kulit dan umumnya menyebabkan rasa sakit. Umumnya ini disebabkan akibat tekanan atau gesekan yang terjadi berulang kali. 

Permukaan kulit si Kecil yang masih lembut akan sangat rentan akan munculnya mata ikan di telapak kaki anak. 

Tapi Mama tidak perlu khawatir, sebab mata ikan pada kaki anak bisa dicegah dan diatasi lho.

Simak pembahasan gejala, cara mencegah, dan mengobati mata ikan pada anak di Popmama.com ya!

1. Penyebab mata ikan pada anak

Freepik/jcomp

Penyebab utama mata ikan pada anak sebenarnya ialah karena tekanan tulang pada kulit yang terjadi secara terus-menerus.

Mata ikan sendiri muncul sebagai reaksi alami tubuh untuk melindungi kulit agar tidak mengalami luka akibat gesekan atau tekanan yang terjadi. 

Ada juga penyebab mata ikan lainnya, seperti:

  • Struktur tulang atau cara berjalan yang abnormal.
  • Memakai sepatu yang terlalu kecil.
  • Rutin memakai peralatan olahraga.
  • Tidak memakai kaus kaki atau memakai kaus kaki yang kurang pas ketika mengenakan sepatu.
  • Sering berjalan atau berlari di luar ruangan tanpa memakai alas kaki.
  • Berjalan dengan postur yang tidak tepat, seperti terlalu berjinjit

Selain akibat tekanan dan gesekan, ada juga beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko anak mama menderita mata ikan, di antaranya adalah:

  • Kelainan bentuk jari, contohnya hammer toe 
  • Kelainan bentuk tangan dan kaki
  • Obesitas
  • Memiliki kelainan kelenjar keringat
  • Terdapat bekas luka atau kutil

2. Gejala mata ikan

parenting.firstcry.com

Gejala utama mata ikan pada anak-anak ditandai dengan terjadinya penebalan, penonjolan, atau pengerasan pada area kulit. 

Bisa juga mata ikan menyebabkan kulit si Kecil menjadi bersisik dan kering disertai dengan perangan dan rasa nyeri, kemerahan, lecet, khususnya ketika ditekan. 

Gejala mata ikan ini akan sangat terlihat, khususnya ketika si Kecil mengeluh kesakitan ketika berjalan atau memakai sepatu. Ini bisa menjadi salah satu pertanda bagi Mama dan Papa untuk lebih waspada terhadap mata ikan. 

3. Pengobatan mata ikan pada anak

Parenting.firstcry.com

Kondisi mata ikan yang terjadi pada anak-anak sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan sebab umumnya mata ikan dapat reda dengan sendirinya tanpa perawatan. 

Namun mengobati mata ikan bukanlah hal yang buruk juga. Mama bisa mencari saleb mata ikan yang cocok untuk kondisi kulit si Kecil. 

Opsi pengobatan mata ikan yang lebih baik ialah membawa anak berobat ke dokter. Nantinya dokter akan memberikan obat-obatan keratolitik yang hanya boleh dioleskan pada area kulit yang mengalami mata ikan.

Kedepannya Mama perlu melakukan tindakan pencegahan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. 

4. Tips mencegah mata ikan

Freepik/Lovelyday12

Setelah mengobati, Mama dan si Kecil tentunya perlu mencegah agar mata ikan tidak terjadi kembali. 

Cara mencegah mata ikan pun terbilang cukup mudah lho. Salah satunya ialah dengan membiasakan anak memakai sepatu yang pas dan memberi banyak ruang pada jari kaki.

Biasakan juga si Kecil memakai pelindung pada tangan dan kakinya ketika akan beraktivitas menggunakan perkakas atau berolahraga. Seperti memakai sarung tangan atau kaus kaki yang berbahan empuk dan nyaman. 

Terakhir ialah menjaga kaki dan tangan tetap bersih dengan membersihkannya secara rutin. Terutama setelah beraktivitas di luar rumah. 

5. Haruskah pergi ke dokter?

Freepik/DCStudio

Sebenarnya mata ikan bukanlah penyakit yang terlalu berbahaya dan perlu dikhawatirkan. Di sisi lain, mata ikan ini dapat sembuh dengan sendirinya. 

Mata ikan juga umumnya tumbuh sangat lambat, bisa berminggu-minggu bahkan lebih. Lalu akan hilang dalam waktu berbulan-bulan kemudian. 

Nah ada yang perlu Mama perhatikan. Jika mata ikan anak tidak kunjung membaik apalagi setelah diobati, dan mengeluarkan nanah, terasa perih, hingga membengkak. Ada baiknya Mama segera membawa anak ke dokter untuk berkonsultasi. 

Itulah dia penyebab, cara mencegah, dan cara mengatasi mata ikan pada anak-anak. Perhatikan selalu kebersihan dan kesehatan si Kecil ya, Ma!

Baca juga:

The Latest