TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Jenis Obat Diare untuk Anak-Anak

Diare merupakan gangguan kesehatan yang cukup sering dialami anak-anak

Sleepbaby.org

Diare adalah gangguan kesehatan yang ditandai dengan adanya tinja dalam bentuk encer, berair, dan seringnya frekuensi buang air besar. Biasanya, diare disertai dengan rasa sakit perut dan cukup sering dialami oleh anak-anak. 

Penyebab diare pun beragam, Ma. Misalnya, karena adanya bakteri, keracunan makanan, atau alergi yang masuk ke dalam saluran pencernaan si Kecil. 

Anak yang mengalami diare tidak dapat disepelekan dan harus segera ditangani. Hal ini karena diare dapat memicu kelelahan, pusing, hingga dehidrasi. 

Untuk itu, orangtua perlu mengetahui obat yang tepat untuk menangani diare pada anak-anak. Berikut Popmama.com berikan rekomendasi obat diare yang aman, Ma.

1. Larutan dehidrasi oral

hellokhunmor.com

Ketika anak mengalami diare, frekuensi buang air besar akan meningkat sehingga tubuh pun mengeluarkan banyak cairan. Bahkan, tak jarang bisa menyebabkan dehidrasi.

Salah satu obat yang dapat diberikan kepada anak diare adalah larutan dehidrasi oral. Larutan dehidrasi oral ini tidak dapat langsung menghentikan diare, tetapi berfungsi untuk menggantikan cairan yang keluar bersama feses. 

Larutan rehidrasi oral tersedia dalam bentuk serbuk untuk dilarutkan dan dalam bentuk larutan yang diminum perlahan-lahan. Mama bisa membelinya tanpa resep dokter.

2. Antibiotik

Pharmacymagazine.co.uk

Apabila si Kecil mengalami diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri, pemberian antibiotik mungkin dapat mengatasinya. Namun, obat ini tidak bisa digunakan tanpa resep dokter. 

Mama perlu memeriksakan kondisi anak terlebih dahulu ke dokter untuk memastikan apakah diare yang terjadi memang disebabkan oleh infeksi bakteri. 

Biasanya, pemeriksaan dilakukan di laboratorium dengan mengambil sampel tinja anak. Sampel tinja diare yang disebabkan bakteri atau parasit ditunjukkan dengan adanya leukosit (sel darah putih).

3. Antidiare

Mottchildren.org

Mama mungkin dapat memberikan obat antidiare untuk mengatasi diare pada si Kecil. Pilihlah antidiare yang sesuai dengan resep dokter.

Hindari untuk memberikan antidiare tanpa pengawasan dokter. Mengingat obat antidiare dapat menimbulkan efek samping berupa mual, nyeri perut, atau kembung sehingga cukup rentan bagi tubuh anak-anak.

Antidiare yang biasanya mengandung kaolinpektat atau loperamide ini dapat mengurangi frekuensi buang air besar pada anak. Namun, tidak serta-merta mengatasi permasalahan diare dengan tuntas. 

4. Suplemen zinc

Unsplash/Pina Messina

Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa suplemen zinc berdampak positif saat dikonsumsi oleh anak-anak yang mengalami diare. Hal ini karena zinc bisa bantu meringankan gejala diare dan mempercepat proses pemulihan. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF pun merekomendasikan, pada balita yang mengalami diare akut, sebaiknya suplemen zinc diberikan selama 10–14 hari.

Sedangkan, pada bayi di bawah 6 bulan, suplemen zinc diberikan sekitar 10 mg per hari. Kemudian, untuk balita yaitu 20 mg suplemen zinc per hari.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menyarankan untuk memberikan suplemen zinc secara rutin pada bayi usia 6–23 bulan, setidaknya selama 2 bulan setiap 6 bulan sekali.

Asupan zinc yang tepat pada anak terbukti dapat menurunkan risiko diare, disentri, dan infeksi saluran pernapasan. 

5. Probiotik

Integrisok.com

Probiotik dapat mengisi kembali "bakteri baik" pada tubuh. Hal ini dapat membantu sistem pencernaan saat anak mengalami diare. 

Selain diare, probiotik juga dapat mengatasi sembelit, gejala sindrom iritasi usus besar, dan penyakit radang usus.

Namun, konsumsi probiotik untuk anak sebaiknya dilakukan dengan pengawasan dokter. Jadi, lakukan konsultasi pada dokter anak terlebih dahulu, ya.

Itulah 5 jenis obat diare untuk anak. Jangan lupa diimbangi dengan pemberikan nutrisi yang tepat. Semoga dapat bermanfaat, Ma! 

Baca juga:

The Latest