TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Diabetes pada Anak, Ini Penyebab dan Tandanya yang Perlu Mama Tahu

Penyakit tidak mengenal usia, termasuk diabetes yang mulai menjangkiti anak-anak. Mama mesti waspada

Freepik/rawpixel.com

Dahulu, diabetes merupakan penyakit yang familier dengan orang-orang berusia lanjut. Hal itu karena mayoritas penderita diabetes adalah kalangan tua. Namun,, kondisi tersebut sudah tidak berlaku lagi di zaman sekarang.

Kini, sudah banyak anak-anak yang mengidap penyakit gula darah ini. Ketua Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi IDAI, dr. Muhammad Faiz, Sp. AK, mengungkapkan kasus diabetes melitus pada anak meningkat secara global maupun di Indonesia.

Dari 1.645 pasien anak, setidaknya 59 persen merupakan anak perempuan.

Jumlah kasus diabetes melitus ini  disumbang dari 13 daerah di tanah air.  Sebagian diantaranya merupakan kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Manado, Medan, Yogyakarta, Bandung, dan Palembang.

Data tersebut menjadi refleksi bagi Mama dan Papa untuk lebih memperhatikan kembali pola asuh dan pola makan keluarga.

Apakah makanan yang Mama sajikan sudah  sesuai dengan takaran nutrisi yang disarankan?

Popmama.com telah merangkum penyebab dan tanda-tanda diabetes pada anak.  Berikut ulasan lengkapnya!

Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2

Freepik/jcomp

Rentan usia diabetes melitus paling banyak diderita oleh anak usia 10-14 tahun sebanyak 46 persen. Sisanya meliputi anak umur 5-9 tahun sebanyak 32 persen, usia 0-4 tahun sekitar 19 persen, dan 3 persen lainnya anak berumur lebih dari 14 tahun.

Data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mencatat bahwa Indonesia menempati posisi kelima sebagai negara dengan penderita diabetes terbanyak di dunia. Fakta ini benar-benar menjadi warning untuk para orangtua untuk mengoreksi asupan gizi anak.

Jangan sampai terlalu banyak mengonsumsi makanan manis yang bisa berakibat pada naiknya kadar gula darah. dr. Dana Nur Prihadi, Sp. A(K), M.Kes,.MH menuturkan ada dua jenis tipe diabetes melitus atau DM yang biasanya diderita si Kecil, yakni tipe 1 dan tipe 2.

DM tipe 1

Diabetes tipe 1 adalah kondisi dimana organ pankreas tidak bisa memproduksi kebutuhan insulin dalam tubuh. Hormon insulin ini memegang peranan penting untuk mengatur masuknya kadar gula darah pada tubuh.

Selain itu, insulin berfungsi juga berfungsi untuk menyalurkan karbohidrat ke seluruh tubuh.

“DM tipe 1 ini yang terjadi gangguan atau kerusakan adalah pabriknya, yaitu kelenjar pankreas. Biasanya karena faktor autoimun,” jelas dr. Dana.

DM tipe 2

Sementara diabetes melitus tipe 2 mirip dengan yang diderita orang dewasa, yakni resistensi sel yang mengangkat hormon insulin. Diabtes adalah penyakit menahun atau penyakit seumur hidup.

Hingga saat ini belum ada obat untuk mengatasi diabetes. Pasien hanya bisa melakukan pengobatan mandiri berupa suntik insulin.

Tiga Faktor Utama Penyebab Diabetes pada Anak

Freepik/pvproductions

Ada banyak faktor yang menjadi faktor menyebabkan anak mengalami kadar gula darah tinggi. Pada acara Ngobras (Ngobrol Sehat) yang diselenggarakan di Menara Standard Chartered, Jakarta, Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M,Sc mengungkapkan pola makan jadi “alasan” banyak orang mengidap diabetes bahkan penyakit lainnya.

Ia juga menuturkan bahwa setiap orang seyogyanya memahami apa yang kita makan dan dampaknya terhadap kesehatan. Tak hanya itu, semestinya bukan hanya orang sakit (diabetes) saja yang pandai menghitung asupan makanan. Tetapi orang sehat juga harus bisa agar nutriai tetap seimvang dan terhindar dari penyakit kronis.

Setidaknya ada tiga penyebab utama diabetes pada anak, antara lain:

1. Autoimun

2. Faktor genetik atau keturunan.

dr. Dana mengatakan bayi yang lahir dari orangtua yang mengidap diabetes biasanya akan segera dilakukan cek gula darah. Selain itu, pengecekan juga akan dilakukan pada bayi yang lahir dengan berat badan lebih dari 4.000 gram atau 4,00 kg.

3. Gaya hidup

Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman jadi serta fast food ternyata dapat menyebabkan diabetes melitus. Hal ini karena banyaknya kandungan gula.

Pada bidang industri gula dijadikan sebagai bahan pengawet makanan. Minuman bersoda juga memiliki potensi besar mengakibatkan diabetes pada anak.

Tanda-Tanda si Kecil Mengalami Diabetes

Freepik/asierromero

Dokter yang banyak menangani anak penderita diabetes, dr. Dana menceritakan bahwa pasien anak paling banyak datang masuk melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pasalnya, kadar gula darah yang terlalu tinggi akan menimbulkan beberapa gejala yang hampir serupa dengan ciri dari penyakit lain.

“Misalnya, sesak nafas dipikirnya radang paru atau pneumonia. Sakit perut hebat dikira usus buntu. Kejang dikira infeksi selaput otak. Ternyata setelah dicek, anak ternyata menderita diabetes melitus,” tambahnya.

Namun, tanda diabetes pada anak juga bisa Mama kenali sedini mungkin. Lantaran,  setiap penyakit tentunya akan memberikan ciri tertentu. Manifestasi klinis atau gejala khas yang muncul pada anak yang mengidap diabetes, antara lain:

  1. Sering haus
  2. Sering buang air kecil (BAK)
  3. Nafsu makan tinggi
  4. Berat badan turun atau anak kurus

Komplikasi yang Bisa Terjadi Akibat Diabetes Tipe 1

Freepik

Lebih lanjut, dr. Dana menjelaskan bahwa diabetes bukan sekedar penyakit mematikan dan membahayakan tetapi sekaligus sebagai faktor penyakit kronis lainnya.

Artinya, saat mengidap diabetes makan berpotensi menderita masalah kesehatan lainnya. Berikut beberapa dampak akibat komplikasi diabetes tipe 1, yaitu:

  • Jangka Pendek: Ketoasidosis diabetik (KAD), hipoglikemia, hiperglikemia
  • Jangka Panjang: Naktivaskuler (penyakit jantung dan pembuluh darah) dan mikrovaskuler (retinopati, nefropati, dan neuropati)
  • Komplikasi Lain dan Keadaan yang berhubungan: Gangguan perkembangan, pertumbuhan dan pubertas, hipotiroid dan hipertiroid, lipodistrofi, gastropati, vitiligo, dan gangguan gerakan sendi

Angka Pemenuhan Nutrisi yang Sesuai supaya Gula Darah Tetap Normal

Freepik/spukkato

Seruan untuk mengonsumsi makanan sembang sering dikampanyekan demi mewujudkan tubuh sehat. Namun, terkadang informasi terkait takaran gizi harian kurang tersosialisasikan dengan baik. Alhasil, masih banyak masyarakat yang  bingung terkait nutrisi harian yang tepat.

Pada sesi Ngobras, dr. Dana memaparkan cara menghitung takaran nutrisi harian. Dimana asupan gizi ini terdiri dari 50-55 persen karbohidrat, 15-20 persen protein, dan 30 persen lemak. Kebutuhan tersebut dibagi menjadi enak sesi makan, meliputi:

  • Sarapan: 20 persen
  • Snak pagi: 10 persen
  • Makan siang: 25 persen
  • Snack siang: 10 persen
  • Makan malam: 25 persen
  • Snack malam: 10 persen

Kebutuhan kalori = 1.000 + (usia tahun × 100) kal

Untuk hasil yang lebih sesuai, Mama bisa mengkonsultasikan kepada ahli gizi atau ahli nutrisi.

Demikian ulasan terkait penyebab dan tanda-tanda diabetes pada anak.  Dokter anak dan dosen IPB sepakat bahwa pola hidup yang kurang baik berpotensi besar menyebabkan anak mengidap diabetes. Terutama kebiasaan mengonsumsi minuman soda dan makanan jadi.

Baca Juga:

The Latest