TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Anak 5 Tahun Menjadi Korban Jiwa Akibat Penyakit "Misterius"

Penyakit yang menyerang anak-anak terkait dengan Covid-19

Parents.com

Seorang anak laki-laki berusia lima tahun di Kota New York dinyatakan meninggal beberapa hari setelah depatemen kesehatan setempat mengeluarkan pesan tentang penyakit darah langka dan misterius yang menyerang anak-anak dan terkait dengan virus corona, Covid-19.

Hingga hari Jumat (8/05), terdapat 73 kasus anak-anak di New York terkena penyakit darah misterius, yang oleh dokter disebut "sindrom inflamatori multi sistem anak." Penyakit ini memiliki gejala yang mirip dengan penyakit Kawasaki dan sindrom syok toksik.

Berikut ini Popmama.com telah menyiapkan informasi selengkapnya di bawah ini:

1. Memiliki gejala seperti penyakit Kawasaki dan Sindrom syok toksik yang menyerang anak-anak

Freepik/Lifeforstock

Pada konferensi pers hari Jumat, Gubernur Kota New York, Andrew Cuomo memberitakan tentang seorang anak laki berusia 5 tahun meninggal pada hari Kamis karena komplikasi penyakit, yang disebut oleh dokter sindrom inflamatori multi sistem pada anak.

"Meskipun jarang, kami melihat beberapa kasus di mana anak-anak yang terkena virus Covid-19 dapat terkena penyakit yang memiliki gejala yang mirip dengan penyakit Kawasaki atau sindrom seperti syok toksik," ujar Gubernur Andrew.

Sindrom syok toksik adalah infeksi bakteri yang mengancam jiwa, sedangkan penyakit Kawasaki adalah kondisi yang sangat jarang, tetapi bisa diobati, yang dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah.

2. Mimpi buruk setiap orangtua bahwa anak mungkin kesehatannya dapat terpengaruh oleh virus ini

Freepik/Kwanchaichaiudom

Meskipun Covid-19 tampaknya tidak mempengaruhi anak-anak dengan cara yang sama seperti orang dewasa, Gubernur Andrew mencatat bahwa Departemen Kesehatan Kota New York sedang menyelidiki beberapa kasus lain yang memiliki keadaan yang serupa.

"Ini adalah mimpi buruk setiap orangtua bahwa anak mungkin dapat terpengaruh oleh virus ini, tetapi ini adalah sesuatu yang harus kita pertimbangkan dengan serius sekarang. Ini akan menjadi berita yang sangat menyakitkan dan akan membuka bagian yang sama sekali berbeda,” tambahnya.

Hingga Jumat, sudah ada 73 kasus anak-anak di New York yang sakit parah akibat penyakit “misterius” tersebut. Baik selama jumpa pers dan di Twitter, Gubernur Andrew memperingatkan orang tua untuk waspada terhadap beberapa tanda peringatan.

Seperti demam berkepanjangan yang berlangsung lebih dari lima hari, sakit perut yang parah, kesulitan bernapas, perubahan warna kulit, dan kelesuan, lekas marah, atau kebingungan.

3. Masih menentukan apakah setiap pasien anak-anak menderita kondisi tertentu yang mendasarinya

Parents.com

Departemen kesehatan di Westchester County juga mengumumkan pada hari Jumat bahwa seorang anak laki-laki telah meninggal setelah menderita komplikasi neurologis sebagai akibat dari penyakit “misterius” tersebut.

Michael Gewitz dari Rumah Sakit Anak-Anak Maria Fareri di Valhalla, New York, yang saat ini menjadi tempat 11 anak lainnya dirawat karena penyakit tersebut, mengatakan mereka masih menentukan apakah anak tersebut menderita kondisi tertentu yang mendasarinya.

Lebih dari 100 anak di AS dan Eropa telah dirawat di rumah sakit dengan penyakit yang masih diteliti lebih lanjut yang mulai muncul dalam tiga hingga empat minggu terakhir.

4. Mengingatkan pada orangtua jika melihat anak dengan gejala demam atau ruam segera menghubungi dokter

Freepik/peoplecreations

Para dokter di Inggris, Spanyol dan Italia sebelumnya telah melaporkan melihat beberapa kasus penyakit, dan pada Senin malam, Departemen Kesehatan Kota New York mengirim pesan ke rumah sakit, memperingatkan bahwa ada 15 kasus yang diidentifikasi. Pada hari Rabu, jumlah kasus bertambah menjadi 64.

Komisaris kesehatan Kota New York Dr. Oxiris Barbot sebelumnya meminta dokter untuk mencari pasien yang mungkin menderita penyakit ini.

“Meskipun hubungan sindrom ini dengan Covid-19 belum didefinisikan, dan tidak semua pasien kasus ini dinyatakan positif Covid-19 melalui tes DNA atau serologi. Sifat klinis dari virus ini masih kami teliti sehingga kami meminta semua penyedia layanan untuk menghubungi kami segera jika mereka melihat pasien yang memenuhi kriteria yang telah kami uraikan,” kata Dr.Oxiris dalam pesan itu.

Ia pun mengingatkan kepada seluruh orangtua, jika melihat anak memiliki gejala seperti demam, ruam, sakit perut atau muntah, segera hubungi dan konsultasi pada dokter anak sesegera mungkin.

Baca juga:

The Latest