TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

9 Fakta Menarik Tentang Hewan Kucing yang Perlu Anak Ketahui

Walaupun suka tidak aktif, bukan berarti kucing pemalas ya!

Freepik

Hewan berkaki empat dengan suara khas meow ini merupakan hewan mamalia yang seringkali menjadi pilihan hewan peliharan banyak keluarga, baik di Indonesia hingga di mancanegara.

Selain memiliki tingkah yang menggemaskan, kucing juga dikenal akan kesetiaan dan kecerdasannya. Maka hal inilah yang membuat Mama mungkin tertarik atau sudah memiliki peliharaan kucing di rumah.

Meskipun kucing seringkali menjadi hewan yang dekat dengan anak, apakah anak tahu fakta-fakta menarik tentang kucing? Kali ini Popmama.com akan membahas 9 fakta menarik tentang kucing yang perlu anak ketahui!

1. Menjilat bagian tubuh merupakan cara kucing untuk menghilangkan kotoran dan parasit

Freepik/Wirestock

Anak pasti sering melihat kalau kucing suka menjilat bagian tubuhnya. Namun bukan tanpa alasan atau sekadar bermain saja, kucing memahami kenapa ia harus melakukan hal tersebut.

Menjilat bagian tubuh merupakan cara kucing untuk membersihkan tubuhnya dari berbagai macam kotoran hingga parasit. Dilansir dari The Spurce Pets, jilatan kucing di tubuhnya tersebut dapat membantu menghilangkan kulit mati.

Kucing yang masih kecil juga dapat memahami bahwa jilatannya ampuh dalam membersihkan tubuh. Hal ini karena kecerdasannya yang sudah diturunkan dari generasi ke generasi melalui evolusi.

Pengetahuan akan manfaat lidah pada kucing ini sudah ditanamkan secara genetik mereka sejak jutaan tahun yang lalu.

2. Memiliki suara dengkuran yang dapat menghilangkan stres dan memperkuat tulang

Freepik/Wirestock

Jika kucing di rumah mengeluarkan suara mendengkur, jangan langsung disuruh berhenti ya. Karena menurut penelitian dalam jurnal ilmiah Scientific American mengatakan, dengkuran kucing berada dalam frekuensi konstan yaitu 25 dan 150 hertz.

Frekuensi suara dan getaran tersebut diyakini dapat membantu menghilangkan stres dan memperkuat tulang manusia. Tak hanya itu saja, dengkuran kucing juga bisa membantu anak yang mengalami dyspnea atau sesak napas atau napas pendek serta penyakit ringan lainnya.

Mama bisa membuktikan fakta ini jika anak tidak memiliki alergi pada bulu kucing, karena jika anak alergi bulu kucing berdekatan dengan kucing bisa memperparah kondisi alerginya.

3. Kucing yang tidak aktif, menunjukkan tingkat kecerdasannya

Freepik/Wirestock

Kucing yang tidak aktif bukan berarti ia pemalas ya! Namun, kemalasan atau tidak aktif ini berhubungan dengan tingkat kecerdasannya yang cukup tinggi.

Berbeda dengan anjing yang sering memperlihatkan kecerdasannya dengan aktif, kucing memilih tidur dan bermalas-malasan di sofa hingga jam makan tiba dan akhirnya mereka mengeong.

Dilansir dari Smithsonian Magazine, kucing yang cukup cerdas memilih untuk selalu santai, berleha-leha, dan tidak peduli dengan keadaan lingkungannya. Ilmuwan dan ahli satwa juga telah menonfirmasi bahwa kecerdasan kucing nyaris atau bahkan setara dengan anjing.

4. Budi daya kucing telah terjadi kurang lebih 9000 tahun yang lalu

Freepik/Ulkastudio

Sama seperti anjing, budi daya kucing telah terjadi pada ribuan tahun yang lalu, lebih tepatnya pada 9000 tahun yang lalu. 

Dilansir dari National Geographic, sebuah studi dan penelitian mengatakan bahwa selama ribuan tahun yang lalu, gen kucing berubah dari kucing liar hutan menjadi kucing rumahan yang saat ini fisiknya lebih kecil.

Penelitian ini juga mengatakan bahwa nenek moyang kucing modern, telah menyebar dari benua Asia Barat Daya hingga ke dataran benua Eropa sekitar 4400 Sebelum Masehi. Setelah itu, sebagian kucing mulai memasuki wilayah manusia untuk mencari makanan.

5. Walaupun tidak semua, kucing sebenarnya merupakan hewan soliter atau mandiri

Freepik/Sanborr

Di film-film atau di dunia nyata kucing sering terlihat berkumpul bersama kawanannya. Namun, hewan ini juga bisa hidup secara mandiri, ini sebabnya kucing serta jenis familinya seperti harimau, cheetah, leopard, dan kucing hutan dianggap sebagai hewan soliter atau mandiri.

Untuk hidup secara mandiri, kucing membutuhkan kecerdasan di alam liar. Tepatnya untuk berjuang, berburu, bertahan hidup, serta menikmati dunianya sendiri. Hingga anak tidak perlu heran jika melihat kucing peliharaannya suka menyendiri.

Hal tersebut karena memang refleksi dari tingkat kecerdasannya. Namun, sifat ini bukan sebuah kemutlakan. karena ada banyak kucing rumahan yang hidupnya suka berkelompok, yang terjadi karena evolusi selama ratusan hingga jutaan tahun.

6. Memiliki kemampuan keseimbangan yang sangat baik melebihi hewan mamalia lain

Freepik/Boygointer

Suka melihat kucing berjalan di atap atau di pinggir tembok tanpa terjatuh? Yup, hal tersebut merupakan salah satu kelebihan kucing yang bisa mengontrol tubuhnya dengan sangat baik, bahkan melebihi hewan mamalia lain.

Kucing mempunyai tingkat keseimbangan di hampir seluruh tubuhnya, karena mereka memiliki tulang punggung yang fleksibel. Tetapi, kemampuan ini juga harus didukung dengan kecerdasannya yang sangat tinggi.

Kucing mampu menyeimbangkan tubuhnya di tempat ketinggian, pada saat ia berada di tempat tinggi dan sulit dijangkau manusia, otaknya dapat bekerja secara cepat dan tanggap dibandingkan pada waktu biasa.

7. Kucing besar di alam liar, suka tidur untuk mengembalikan energinya

Freepik/Jcomp

Saat anak ingin bermain dengan kucing di siang hari, ia mungkin akan melihat peliharaannya tersebut sedang tidur. Jika kucing memang dalam keadaan sehat, ia bisa selalu tidur setiap saat. Namun hal ini juga mengindikasi bahwa kucing merupakan hewan yang cerdas.

Menurut Animal Emergency Center, di alam liar, keluarga kucing besar suka tidur untuk mendinginkan otaknya dan juga mengembalikan energi untuk berburu. Semakin aktif otak serta fisiknya, kucing akan mudah tidur dan tidak peduli dengan keadaan lingkungannya.

Namun, Mama perlu perhatikan jika perilaku tidur kucing yang berubah-ubah atau tubuh yang selalu lemas. Mama perlu membawa kucing ke dokter jika sudah menunjukkan tanda lemas, dehidrasi, atau ada yang sakit dalam tubuhnya.

8. Otak kucing memiliki 300 juta korteks selebral yang mampu bekerja seperti mamalia cerdas

Freepik/8photo

Hampir 90 persen, otak kucing memiliki struktur yang mampu bekerja optimal seperti mamalia cerdas, misalnya seperti anjing, primata, hingga manusia! 

Penelitian ini dibahas dalam laman Psychology Today yang mengatakan bahwa otak kucing memiliki 300 juta korteks serebral, artinya sama dengan jumlah yang dimiliki oleh anjing dan mamalia lainnya.

Korteks selebral ini merupakan bagian otak pada mamalia yang mengatur tindakan dan rasionalitas dalam menanggapi kejadian di lingkungan sekitarnya. Selain itu, juga menjadi tempat penyimpanan memori dalam jangka pendek ataupun panjang.

9. Dibalik kecuekannya, kucing sebenarnya hewan yang sangat percaya pada pemilik

Freepik/Fanjianhua

Walaupun kucing merupakan hewan yang cerdas, mereka seringkali tampak cuek dengan pemiliknya. Namun hal ini jangan disalahartikan terlebih dahulu ya, karena sebenarnya kucing merupakan hewan yang peduli dan percaya pada pemiliknya.

Menurut penelitian yang ditulis dalam Science Magazine, kucing seringkali cuek dan tidak peduli, namun sebaliknya kucing sangat percaya pada pemiliknya sehingga ia merasa sangat aman.

Dan tanpa disadari, kucing peliharaan Mama dan anak di rumah seringkali mengawasi dari jauh untuk memastikan keamanan pemiliknya.

Nah itulah beberapa fakta menarik tentang kucing yang perlu anak ketahui. Kini Mama dan anak jadi tahu kan mengapa kucing peliharaan di rumah seringkali tidur di siang hari tanpa terganggu?

Semoga informasinya bermanfaat ya!

Baca juga:

The Latest