TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Perkembangan Psikologis Anak Usia 4 Tahun: Belajar Mandiri

Seperti apa perkembangan psikologis anak usia 4 tahun? Simak selengkapnya, di sini

Freepik

Seiring dengan perkembangan fisik dan psikisnya, anak usia empat tahun mulai punya kehendak sendiri.

Bagi sebagian orangtua, mungkin terkesan keras kepala. Tetapi, hal ini sebetulnya adalah cara anak menunjukkan otoritas dan kemandiriannya. Ia ingin belajar mengurus dirinya sendiri.

How amazing they are!

Menolak Dibantu Karena Ingin Mencoba

Pexels/Maggie Zhao

"Aku bisa sendiri!" mungkin akan sering terdengar dari mulut si Kecil pada fase ini. Ia memilih bajunya sendiri, mengancingkan kancing-kancing dan resletingnya sendiri, menggosok giginya sendiri bahkan mengemasi tasnya sendiri. 

Walau mungkin pilihan bajunya tabrak motif, kancingnya salah masuk dan berantakan, tahan diri, Ma. Hal ini memang menguji kesabaran, tetapi jangan terburu-buru membantunya atau mengoreksinya.

Justru jika Mama tidak sabaran, anak akan merasa tidak dihargai dan pada akhirnya marah. Lebih jauh lagi, rasa kesal ini akan menjadikannya malas melakukan hal-hal dasar sendiri dan nantinya justru akan merepotkan orangtua saat anak tidak bisa mandiri.
 

Peran Orangtua: Mempermudah dan Mengawasi

Freepik/bristekjegor

Terkadang memang ada saat-saat di mana kesabaran diuji, misalnya harus menghadiri acara penting dan terburu-buru. Untuk itulah orangtua perlu triknya.

Untuk mempercepat aktivitas tanpa melukai keinginan anak untuk mandiri, pilih pakaian yang serba praktis. Misalnya celana berkaret yang mudah dipakai dalam satu gerakan, atau sepatu dengan velcro ketimbang yang bertali.

Satu hal yang masih perlu pendampingan orangtua adalah menyikat gigi. Kemampuan koordinasi tangan anak usia empat tahun belum begitu baik untuk membersihkan gigi secara menyeluruh.

Biarkan ia menyikat giginya sendiri di awal dan gantian Mama yang 'menutup' ritual dengan benar-benar menyikat giginya sampai bersih.

Untuk urusan makan, sediakan pitcher khusus yang mudah dituang oleh anak. Biarkan ia menuang sendiri sereal dan susunya. Semangat dan kebanggaannya bisa menyiapkan sarapan sendiri, membuat segala berantakan yang diciptakannya terasa terbayar sempurna. Menyenangkan bukan?

Baca Juga:

The Latest