TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Tantangan Orangtua Anak Usia 5 Tahun: Masuk Sekolah Baru

Bagaimana menghadapi tantangan baru ini, baik untuk orangtua maupun anak?

Freepik/Rawpixel.com

Di usia lima tahun, anak mulai bersiap-siap memasuki pintu gerbang sekolah yang sebenar-benarnya.

Tak lagi seperti di PAUD yang penuh dengan bermain, memasuki usia TK ke SD, anak akan menghadapi banyak hal yang lebih 'serius'. Ini tak hanya menantang bagi anak, tetapi juga bagi orangtua.
 

Selamat Datang, Sekolah Baru!

Freepik

Selama bersekolah di PAUD, anak Mama mungkin tergolong anak yang mudah beradaptasi. Setelah menjalani masa PAUD dengan lancar, tapi kenapa ya anak malah menangis meraung-raung di hari pertama masuk TK? 

Ma, hal ini adalah kondisi yang wajar terjadi. Bahkan anak-anak yang berpisah dengan mudah dengan orangtuanya saat di PAUD, terkadang berubah jadi histeris dan ketakutan karena diliputi rasa cemas. Bagaimana pun juga, manusia butuh adaptasi terhadap perasaan tidak nyaman akan suasana dan tempat baru. 

Sama seperti orang dewasa, anak pun memiliki kecemasan yang tak beralasan.

Apakah aku akan punya teman? Apakah belajar membaca itu sulit? Apakah aku harus bicara banyak di kelas? Apakah aku harus maju ke depan kelas hanya untuk mengambil tasku? Dan berbagai perasaan tak menentu yang membuat khawatir.

Kebanyakan sekolah menawarkan waktu untuk berkeliling kelas dan bertemu guru sebelum hari pertama masuk sekolah. Jadikan ini kesempatan untuk anak berkenalan lebih dahulu dengan suasana baru.

Tunjukkan kepada anak di mana ia akan diantar-jemput setiap hari, di mana ruang kelasnya dan di mana toilet berada. Dengan mengetahui tempat-tempat penting ini, niscaya kekhawatiran anak akan sedikit berkurang terhadap tempat barunya.

Saat rasa takut muncul, bicaralah dengan anak. Semakin spesifik anak bisa menjelaskan tentang apa yang mengganggunya, semakin mudah orangtua menyusun strategi dan mencari solusi.

Menerapkan Kedisiplinan pada Anak Usia 5 Tahun

nashvilleparent.com

Apa rahasia mendisiplinkan anak usia lima tahun? Ya, benar, konsistensi adalah jawabannya. Anak di usia ini bergantung pada rutinitas keluarga dan struktur yang pasti, dan hal ini berlaku untuk memberikan batasan harapan Anda atas perilaku mereka. 

Tentu saja, terkadang akan ada pengecualian, seperti saat momen khusus ketika Mama memutuskan bahwa kali ini tidak apa-apa menggunakan bantal sofa di ruang tamu untuk membuang benteng.

Tidak masalah kok, Ma, selama orangtua bisa menjelaskan mengapa hal ini jadi pengecualian. "Karena di luar hujan dan kita tidak bisa bermain keluar, jadi kali ini kamu boleh membangun benteng memakai bantal sofa. Tetapi ini tidak setiap hari dan aturannya tidak boleh ya."

Satu suara akan suatu peraturan juga penting disepakati orangtua dan orang dewasa lain yang turut mengasuh anak di rumah. Jangan sampai Mama mengatakan tidak boleh melakukan A, sementara Papa memperbolehkan. Ini hanya akan membuat anak merasa bingung dan membuat kesan salah satu orangtua jadi negatif di mata anak.

Di sisi lain, orangtua perlu menjelaskan ke anak jika aturan tiap tempat berbeda-beda, antara rumah dan sekolah, atau di rumah Nenek. Meski baru berusia lima tahun, anak Mama sudah cukup dewasa untuk memahami bahwa situasi yang berbeda akan memiliki peraturan yang berbeda pula.

Baca Juga:

The Latest