TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Berbagai Macam Terapi untuk Penderita Gangguan Bipolar

Berikut beberapa jenis terapi yang bisa dilakukan untuk penderita gangguan bipolar

Pexels/Nathan Cowley

Gangguan bipolar merupakan sebuah kondisi kompleks yang ditandai dengan perubahan suasana hati seseorang secara drastis atau tidak terdguga.

Pada penderita gangguan bipolar, terdapat episode suasana hati yang ditandai dengan perubahan emosi yang luar biasa intens, perubahan energi serta tingkat aktivitas, hingga perilaku yang tidak seperti biasanya.

Dilansir dari laman Verywell Mind, terdapat lima jenis gangguan bipolar yang ada di dunia kesehatan, yakni Gangguan Bipolar I, Gangguan Bipolar II, Gangguan Siklotimik, Bipolar Tertentu dan Gangguan Terkait Lainnya, dan Bipolar dan Gangguan Terkait yang Tidak Ditentukan. 

Selain terdapat berbagai jenis gangguan bipolar, terdapat pula berbagai terapi untuk penderita gangguan bipolar. Apa saja?

Berikut Popmama.com berikan informasi seputar terapi untuk penderita gangguan bipolar khusus untuk kamu. 

Berbagai Macam Terapi untuk Gangguan Bipolar

Freepik/wayhomestudio

Terapi yang dikhususkan untuk penderita gangguan bipolar dapat membantu seseorang mengatasi dari faktor-faktor eksternal, mengelola gejala, hingga meningkatkan hubungan mereka.

Dilansir dari laman National Alliance on Mental Illness, berikut beberapa bentuk terapi yang terbukti efektif untuk penderita gangguan bipolar.

1. Terapi Berfokus pada Keluarga

Pexels/Polina Zimmerman

Family Focused Therapy (FFT) atau terapi yang berfokus pada keluarga merupakan terapi yang mencakup seseorang yang menderita gangguan bipolar dengan orang tua, pasangan, atau anggota keluarga lainnya. 

FFT biasanya berlangsung selama 12 sesi yang diberikan oleh seorang terapis tunggal. Di mana sesi awal berfokus pada pendidikan tentang kondisi tersebut, gejalanya dan siklus dari waktu ke waktu, penyebab, mengenali tanda-tanda peringatan diri dari munculnya episode baru, hingga hal yang harus dilakukan keluarga untuk mencegah episode yang muncul menjadi lebih buruk.

Untuk sesi selanjutnya, biasanya berfokus pada keterampilan komunikasi serta pemecahan masalah, terutama pada konflik yang terjadi dalam keluarga.

Dalam uji coba acak yang dilakukan di University of Colorado dan UCLA, seseorang dengan gangguan bipolar yang mendapatkan pengobatan dan terapi ini memiliki gejala yang kurang parah dan menjadi lebih baik setelah 1-2 tahun.

2. Terapi Irama Sosial dan Interpersonal

Pexels/Alex Green

Interpersonal and Social Rhythm Therapy atau terapi irama sosial dan interpersonal merupakan sebuah terapi individu di mana orang yang menderita gangguan bipolar akan menyimpan catatan harian tentang waktu tidur, waktu bangun, aktivitas, hingga efek dari perubahan rutinitas pada suasana hati mereka.

Terapis akan melatih orang tersebut tentang bagaimana mengatur rutinitas harian mereka serta siklus tidur hingga bangun sebagai cara untuk menstabilkan suasana hati. 

Selain itu, sang pasien beserta terapisnya juga akan mengidentifikasi satu atau lebih masalah yang terjadi pada area interpersonal, seperti konflik dengan rekan kerja atau kesulitan mempertahankan pertemanan, yang kemudian akan didiskusikan solusi potensial untuk mencegah masalah serupa muncul di masa depan. 

3. Terapi Perilaku Kognitif

Pexels/Gustavo Fring

Terapi perilaku kognitif atau Cognitive Behavior Therapy adalah sebuah terapi yang dilakukan secara individu yang berfokus pada hubungan antara pikiran, perasaan, serta perilaku pasien tersebut. 

Dalam terapi ini, seseorang yang menderita gangguan bipolar akan diajarkan untuk:

  1. Mengidentifikasi asumsi serta pola berpikir negatif, dan menantang diri mereka sendiri untuk melatih cara berpikirnya menjadi lebih adaptif.
  2. Memantau tingkat aktivitas mereka untuk memastikan mereka terlibat dengan aspek yang bermanfaat dari lingkungan mereka saat depresi, dan tidak terlalu tegang saat episode manik muncul.

4. Terapi Perilaku Dialektikal

Pexels/Alex Green

Terapi yang satu ini merupakan terapi dengan pendekatan berbasis keterampilan yang mencakup terapi individu dan kelompok.

Dalam terapi perilaku dialektikal, akan diajarkan keterampilan dan penerimaan, seperti kemampuan untuk merasakan pikiran, emosi dari waktu ke waktu, serta sensasi fisik yang menyertainya dari posisi pengamat dengan tanpa adanya penilaian negatif. 

Terapi ini juga akan mengajarkan toleransi kesusahan, regulasi emosi, serta efektivitas interpersonal. 

5. Psikoedukasi Kelompok

Pexels/Cottonbro

Dalam terapi yang satu ini, orang-orang dengan gangguan bipolar akan berkumpul dan dipimpin oleh fasilitator kelompok, baik itu seorang psikolog atau konselor kesehatan mental.

Beberapa kelompok akan mengikuti agenda pendidikan dan pelatihan keterampilan. Sedangkan yang lainnya berorientasi pada kegiatan menceritakan kisah seseorang dan mendapatkan dukungan serta saran dari orang-orang yang telah melalui situasi serupa. 

Terapi ini akan bermanfaat khususnya untuk mengurangi perasaan terisolasi yang sering menyertai pada penyakit mental.

Itu dia beberapa jenis terapi untuk penderita gangguan bipolar. Untuk mendapat terapi yang tepat, harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan profesional yang mengerti perjalanan kesehatan mental kamu, ya!

Baca juga:

The Latest