TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Cara Sehat Makan Mi Instan tanpa Mengurangi Kenikmatannya!

Kurangi bumbu dan tambahkan sayuran ya, Ma!

Freepik/jcomp

Mi instan memang menggiurkan, apalagi disantap saat cuaca tengah dingin dan turun hujan. Apalagi mi instan buatan warung kopi atau Warkop pasti beda rasanya ketika Mama buat di rumah.

Mengkonsumsi mi instan terlalu sering juga berbahaya lho bagi kesehatan, pasalnya makanan ini banyak mengandung MSG.

Agar tetap nikmat dimakan dan tetap sehat, ada lho, Ma cara mengolah serta menambahkan bahan lain di mi instan.

Bagaimana caranya ya? Berikut Popmama.com rangkum informasinya di bawah ini. Biasakan untuk tidak terlalu banyak micin ya!

1. Menambahkan jenis sayuran di mi instan

Pixabay/MiVargof

Banyak makanan yang bisa jadi penyerta mi instan, salah satunya adalah sayuran. Sayuran juga ketika ditambah ke mi instan lebih enak juga lho!

Dikutip dari Healthline, mengapa kebanyakan orang menambahkan sayuran? Karena sayuran bisa menambah kandungan gizi dalam mi instan.

Sayuran juga memiliki kandungan vitamin, mineral, serat dan antioksidan yang baik untuk kesehatan.

Jika bingung memilih sayuran untuk mi instan, Mama bisa menambahkan sawi, pakcoy, daun bawang, wortel, kol, bayam, kimchi dan timun.

2. Memakan mi instan dengan mengurangi takaran bumbunya

marketeers.com

Kita tahu bahwa mi instan memang selalu gurih bahkan banyak orang menduga karena MSG yang tinggi membuat makanan ini tidak sehat. Benarkah demikian?

Padahal, kandungan MSG dalam mi instan masih dalam batas aman untuk dikonsumsi menurut aturan dari BPOM lho, Ma!

Justru yang membuat mi instan tidak sehat adalah kandungan natrium pada bumbunya yang cukup tinggi.

Jika dikonsumsi terus menerus, akan menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Biar sehat, Mama bisa mengurangi bumbu dalam mi instan dan sebagai gantinya tambahkan kecap dan minyak wijen.

3. Apakah benar air rebusan mi instan berbahaya?

Instagram.com/Yummy.idn

Mungkin Mama pernah membuat mi instan namun air rebusannya diganti dengan yang baru? Karena menganggap air rebusan sebelumnya mengandung zat yang berbahaya.

Padahal, menurut Asosiasi Keluarga Gizi FKM UI, air rebusan mi instan justru memiliki nilai gizi dari fortifikasi dalam pembuatan mie instan.

Perlu diketahui bahwa fortifikasi adalah proses memasukkan zat gizi tertentu pada makanan, seperti vitamin dan mineral.

Selain itu, minyak yang ada dalam rebusan mi instan justru mengandung betakaroten dan tokoferol yang dibutuhkan tubuh Mama.

4. Jangan makan mi instan terlalu sering bahkan setiap hari

Freepik/schantalao

Memang sih, jika dilihat dari pemaparan sebelumnya, mi instan baik bagi tubuh karena mengandung zat yang dibutuhkan.

Namun, jika dikonsumsi terlalu banyak bisa berbahaya dan berakibat negatif pada tubuh lho.

Hal ini dikemukakan dalam penelitian yang dilakukan oleh Nutrition Research and Practice, jika mi instan dikonsumsi terlalu berlebihan akan mengakibatkan obesitas.

Bahkan, bisa juga terkena sindrom kardiometabolik, yaitu sekumpulan gejala atau kondisi kesehatan yang mempengaruhi jantung dan proses metabolisme.

Nah, sudah tahu kan, Ma bahwa mengkonsumsi mi instan itu ada baik dan buruknya. Buruknya jika dikonsumsi terlalu sering.

Ada baiknya Mama memperhatikan asupan gizi keluarga, dan jika memang ingin memakan mi instan, campurkan bumbu alami dan tambahkan sayur ya!

Baca juga:

The Latest