TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kabar Baik, Vaksin Merah Putih Masuk Uji Klinis Fase 3

Tahap uji klinis sudah disetujui oleh BPOM sebelumnya

Dok. Humas Unair

Pandemi Covid-19 belum usai, buktinya, pertambahan kasus harian di sejumlah daerah kian meroket akibat virus Corona.

Tentu, sebagai bentuk pertahanan diri, Mama harus melakukan vaksinasi Covid-19. Selain vaksin yang sudah beredar, ada juga vaksin yang sedang tahap uji klinis, yakni vaksin Merah Putih.

Vaksin Merah Putih Universitas Airlangga (Unair) resmi memasuki tahap uji klinis fase tiga setelah BPOM menyetujui pelaksanaan ini ke tahap akhir.

Bagaimana perkembangan vaksin tersebut? Berikut Popmama.com akan merangkum informasinya dari IDN Times secara lebih detail.

1. Uji klinis fase 1 dan 2 berjalan dengan lancar

Freepik/freepik

Peneliti utama vaksin Merah Putih Unair, Dominicus Husada, mengatakan berdasarkan hasil uji klinis fase dua, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyetujui pelaksanaan uji klinis vaksin Merah Putih ke tahap terakhir.

Ia menuturkan, berdasarkan data and safety monitoring, uji klinis fase satu dan dua berjalan tanpa hambatan, sehingga pelaksanaan uji klinis dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Perlu diketahui bahwa uji klinis fase satu yang dimulai pada 8 Februari melibatkan 90 subjek telah melewati pengamatan 3 bulan setelah injeksi kedua.

Dua bulan ke depan, para subjek akan kembali datang untuk dilakukan pengamatan enam bulan setelah injeksi kedua.

2. Uji klinis 3 melibatkan 4.005 subjek

IDN Times/Fitria Madia

Selain itu, Dominicus juga menyebut bahwa pada uji klinis fase tiga ini akan diikuti 4.005 subjek untuk mengikuti penelitian. Subjek ini dibagi dalam tiga kelompok, yakni kelompok kontrol dan dua kelompok perlakuan.

Dalam uji klinis fase tiga ini ada perbedaan dari fase dua, hal ini sesuai pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terbaru per Maret 2022 yang mengizinkan uji klinis untuk hanya mengevaluasi keamanan, dengan tidak menyertakan perhitungan efikasi karena jumlah kasus Covid-19 semakin rendah.

“WHO memberikan solusi dengan mensyaratkan vaksin penerima harus tiga ribu orang. Berbeda dengan fase dua yang subjek datang sampai 10 kali, di fase tiga ini mereka berkunjung lima kali,” ujarnya.

3. Penelitian ini membutuhkan waktu 3 bulan

Freepik/freepik

Sementara itu, Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito berharap hasil uji klinis vaksin Merah Putih bisa segera didapatkan dalam waktu dekat untuk izin penggunaan darurat.

Menurutnya, uji klinis tiga ini menjadi langkah besar untuk pengembangan penelitian vaksin di Indonesia. Sebab, sudah memiliki basis yang lengkap dan berstandar WHO.

“Semoga berjalan lancar, BPOM mendampingi setiap tahap dari awal sampai uji klinis satu, dua, dan vaksin yang dikembangkan dengan inactivated vaccine ini sebagai teknologi yang punyai rekam jejak sebagai vaksin yang menunjukan Imunogenisitas  yang baik, ini yang akan kita tunggu di fase tiga ini,” tutupnya.

Nah, itu tadi beberapa informasi mengenai vaksin Merah Putih yang memasuki tahap akhir penelitian. Semoga berjalan lancar sehingga bisa memproteksi diri bagi yang belum vaksin ya, Ma. 

Baca juga:

The Latest