TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Jangan Disepelekan, Ini Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Jangan sepelekan kesehatan gigi dan mulut ya, Ma!

Pexels/olly

Dalam memperigati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut 2021, PT. Unilever Indonesia, Tbk. melalui salah satu produk mereka, Pepsodent, dan bekerja sama dengan FDI World Dental Federation dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) mengkampanyekan Senyum Sehat untuk Hidup yang Lebih Sehat melalui ajakan “Yuk, #SikatGigiSekarang”

Kampanye yang bertujuan untuk menyebarluaskan pentingnya menerapkan kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari di keluarga ini merupakan sebuah aksi sederhana yang diharapkan akan memberikan dampak signifikan bagi kesehatan gigi dan mulut serta tubuh, terutama di masa pandemi.

Berikut ini Popmama.com telah merangkum beberapa informasi terkait kesehatan gigi dan mulut yang penting untuk Mama ketahui. Cek yuk, Ma!

1. Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut

Pexels/olly

Menurut Head of Sustainable Living Beauty & Personal Care and Home Care Unilever Indonesia Foundation drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., sebuah survey menunjukkan bahwa saat ini terdapat peningkatan pada perilaku hidup sehat untuk beberapa poin, namun peningkatan ini tidak terjadi pada pemeliharaan gigi dan mulut.

Padahal nyatanya, kesehatan gigi dan mulut akan memengaruhi kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan.

Maka dari itu, dengan kampanye ini diharapkan orangtua mampu mengajak anak untuk sikat gigi dengan cara yang sederhana, seperti sikat gigi pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.

2. Survey terkait kesehatan gigi dan mulut

Pexels/ketut-subiyanto

Sebuah survey yang dilakukan oleh PT. Unilever Indonesia, Tbk. pada setiap peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut, memberikan data bahwa terdapat sekitar 70% masyarakat Indonesia memberikan perhatian lebih untuk kesehatan fisik dan mental, tetapi tidak terefleksikan pada kesehatan gigi dan mulut.

Selain itu, data survey ini juga menunjukkan 64% orang 2 kali lebih mungkin mencuci tangan dibanding menyikat gigi, lalu ada sekitar 52% orang lebih sering menggunakan pembersih tangan daripada obat kumur.

Nah, hasil survey yang dilakukan oleh PT. Unilever Indonesia, Tbk. ini ternyata juga menunjukkan bahwa 73% orang mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut.

3. Lima masalah kesehatan gigi dan mulut

Pexels/enginakyurt

Kira-kira apa saja ya masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling banyak dialami oleh masyarakat selama pandemi ini?

Menurut drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., selama pandemi ini masyarakat akan lebih patuh untuk mlaksanakan protokol kesehatan dan olahraga untuk menghindari stres.

Dari 73% orang yang mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut, ternyata mulut kering menjadi salah satu dari lima masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling banyak dialami oleh masyarakat, yakni ada sekitar 36%.

Lalu diikuti dengan bau mulut sebanyak 34%, gusi dan gigi yang berdarah ketika menyikat gigi sebanyak 34% yang mana ini menjadi tanda-tanda awal bahwa adanya peradangan gusi.

Selain itu, sekitar 31% nyeri pada gusi, gigi, atau mulut, dan yang terakhir kemuculan karies atau lubang gigi baru sebanyak 25%.

Wah, ternyata masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dianggap remeh ini merupakan masalah yang harus segera diatasi ya, Ma?

4. Dampak pandemi Covid-19 terhadap pemeliharaan gigi dan mulut

Pexels/shvetsa

Seiring terus bertambahnya penyebaran Covid-19 di Indonesia, ternyata juga memperburuk kebiasaan atau perilaku dalam memeriksakan kesehatan gigi dan mulut lho, Ma.

Hal ini juga dikarenakan beberapa pelayanan kesehatan gigi banyak yang tutup dan hanya buka untuk suatu masalah yang emergency.

Dalam sebuah survey menunjukkan bahwa selama pandemi ini terdapat perilaku masyarakat dalam mengunjungi dokter gigi, yakni 59% menghindari pergi ke dokter gigi meski giginya bermasalah, 32% orang mengaku pernah mengunjungi dokter gigi selama pandemi, 39% tidak pernah mengunjungi dokter gigi, dan ada 67% menghindari memeriksakan diri ke dokter gigi sejak pandemi.

Kalau Mama apakah masih mengunjungi dokter gigi selama pandemi ini?

5. Dampak ketika orangtua tidak sikat gigi

Pexels/cottonbro

Secara global, ketika orangtua tidak menyikat gigi, anak-anak 7 kali melewatkan waktu menyikat gigi juga ketika orang tua mereka melewatkannya.

Bahkan, anak-anak di Indonesia 14 kali melewatkan waktu sikat gigi ketika mereka melihat orangtuanya melewatkan waktu menyikat gigi.

Selain itu, ketika orangtua sama sekali tidak menyikat gigi, akan ada 74% anak yang mengikuti kebiasaan orangtuanya untuk tidak menyikat gigi. Namun, jika orangtua rutin menyikat gigi 2 kali sehari, kemungkinan anak melewatkan waktu menyikat giginya hanya 5%.

Nah, saat ini orang yang menyikat gigi 2 kali sehari mengalami penurunan dan paling banyak terjadi pada anak-anak yakni ada sekitar 11% dan pada orangtua 5%.

Maka dari itu, penting bagi Mama untuk selalu mengajak dan mengajarkan anak-anak dalam menyikat gigi 2 kali sehari.

Itulah beberapa informasi terkait pemeliharaan dan kesehatan gigi dan mulut yang ternyata memiliki peran penting di keluarga. Jangan lupa untuk rajin menyikat gigi ya, Ma!

Baca juga:

The Latest