TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Waktu Berjemur yang Tepat Berdasarkan Indeks UV Sinar Matahari

Tim jemur pagi jam 8 atau jemur jam 10 nih Mama?

Freepik.com/Freepic.diller

Belakangan sejak virus corona muncul, semua orang berusaha melakukan segala cara untuk mengusir virus. Salah satunya berjemur di bawah sinar matahari pagi.

Selain itu, berjemur pagi hari juga diklaim bisa membantu mencegah tubuh terinfeksi virus corona karena vitamin D yang diperoleh dari paparan sinar matahari. Namun benarkah berjemur ampuh untuk mengusir virus corona?

Faktanya, vitamin D dari paparan sinar matahari alami maupun suplemen tidak bisa membunuh maupun mencegah virus corona Covid-19. Vitamin D hanya membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

World Health Organization (WHO) menegaskan di sini bahwa itu adalah mitos. Untuk melindungi diri dari penularan virus corona, Mama dan keluarga harus menjaga kebersihan dengan rutin mencuci tangan, tidak menyentuh mata, mulut, dan hidung, serta mengonsumsi makanan bernutrisi.

Meski tidak ada hubungannya dengan pencegahan corona, berjemur banyak manfaatnya bagi tubuh, Ma. Simak ulasan Popmama.com mengenai waktu berjemur yang tepat berdasarkan indeks UV sinar matahari serta manfaatnya.

Manfaat Berjemur Bagi Kesehatan

unsplash.com

Walau tidak ada hubungannya dengan pencegahan virus corona, berjemur di bawah sinar matahari banyak manfaatnya, Ma. Berjemur membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami. Berikut beberapa manfaat berjemur:

  • Meningkatkan kualitas tidur

Sinar matahari membantu tubuh mengatur produksi melatonin. Senyawa ini diperlukan untuk mempertahankan ritme sirkadian.
Melatonin adalah hormon penting yang dilepaskan oleh kelenjar pineal pada otak. Hormon ini mengatur siklus bangun-tidur seseorang.

  • Meningkatkan daya tahan tubuh

Paparan sinar matahari juga dikenal dengan istilah 'sunbath therapy'. Terapi ini telah digunakan sejak dahulu kala karena dipercaya dapat membantu tubuh melawan penyakit dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

  • Meningkatkan suasana hati yang baik

Gejala depresi dilaporkan menurun setelah seseorang berjemur di bawah sinar matahari. Mengutip Healthline, sinar matahari memicu otak untuk melepaskan hormon serotonin yang dapat meningkatkan suasana hati dan perasaan tenang.

  • Menguatkan tulang

Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium. Hal ini disebut dapat membuat tulang lebih kuat dan secara tidak langsung membantu mencegah osteoporosis serta radang send

  • Menurunkan risiko persalinan prematur

Selain empat manfaat di atas, vitamin D juga dipercaya dapat melindungi ibu hamil dari risiko persalinan prematur dan infeksi yang terkait dengan proses persalinan.

  • Menyembuhkan penyakit kulit

Manfaat berjemur di bawah sinar matahari juga dapat membantu proses penyembuhan penyakit kulit, seperti jerawat, eksim, penyakit kuning, dan infeksi pada kulit lainnya. Menurut sebuah studi, terapi berjemur di pagi hari selama empat minggu terbukti berhasil untuk menghilangkan gejala psoriasis secara signifikan pada 84% partisipan. Yuk, berjemur!

Indeks Ultraviolet Sinar Matahari

BMKG

Terlalu lama berjemur di bawah sinar matahari juga berbahaya, seperti menimbulkan ruam, heat stroke, atau meningkatkan risiko terkena kanker kulit. Kapan waktu yang aman untuk berjemu?

BMKG mengeluarkan data Indeks UV  atau tingkat kekuatan radiasi matahari. Angkanya berubah-ubah tergantung intensitas sinar matahari dan kondisi cuaca pada suatu waktu.

Berikut panduan untuk membacanya menurut BMKG:

  • Indeks UV 0-2 (risiko bahaya rendah), warna skala hijau
  1. Tingkat bahaya rendah bagi orang banyak.
  2. Kenakan kacamata hitam pada hari yang cerah.
  3. Gunakan cairan pelembab tabir surya SPF 30+ bagi kulit sensitif.
  4. Permukaan yang cerah, seperti pasir, air, dan salju, akan meningkatkan paparan UV.
  • Indeks UV 3-5 (risiko bahaya sedang), warna skala kuning
  1. Tingkat bahaya sedang bagi orang yang terpapar matahari tanpa pelindung
  2. Tetap di tempat teduh pada saat matahari terik siang hari.
  3. Kenakan pakaian pelindung matahari, topi lebar, dan kacamata hitam yang menghalangi sinar UV, pada saat berada di luar ruangan.
  4. Oleskan cairan pelembab tabir surya SPF 30+ setiap 2 jam bahkan pada hari berawan, setelah berenang atau berkeringat.
  5. Permukaan yang cerah, seperti pasir, air, dan salju, akan meningkatkan paparan UV.
  • Indeks UV 6-8 (risiko bahaya tinggi), warna skala oranye
  1. Tingkat bahaya tinggi bagi orang yang terpapar matahari tanpa pelindung, diperlukan pelindung untuk menghindari kerusakan mata dan kulit.
  2. Kurangi waktu di bawah paparan matahari antara pukul 10 pagi hingga pukul 4 sore.
  3. Tetap di tempat teduh pada saat matahari terik siang hari.
  4. Kenakan pakaian pelindung matahari, topi lebar, dan kacamata hitam yang menghalangi sinar UV, pada saat berada di luar ruangan.
  5. Oleskan cairan pelembab tabir surya SPF 30+ setiap 2 jam bahkan pada hari berawan, setelah berenang atau berkeringat.
  6. Permukaan yang cerah, seperti pasir, air, dan salju, akan meningkatkan paparan UV.
  • Indeks UV 8-10 (risiko sangat tinggi), warna skala merah
  1. Tingkat bahaya tinggi bagi orang yang terpapar matahari tanpa pelindung, diperlukan tindakan pencegahan ekstra karena kulit dan mata dapat rusak rusak dan terbakar dengan cepat.
  2. Minimalkan waktu di bawah paparan matahari antara pukul 10 pagi hingga pukul 4 sore.
  3. Tetap di tempat teduh pada saat matahari terik siang hari.
  4. Kenakan pakaian pelindung matahari, topi lebar, dan kacamata hitam yang menghalangi sinar UV, pada saat berada di luar ruangan.
  5. Oleskan cairan pelembab tabir surya SPF 30+ setiap 2 jam bahkan pada hari berawan, setelah berenang atau berkeringat.
  6. Permukaan yang cerah, seperti pasir, air, dan salju, akan meningkatkan paparan UV.
  • Indeks UV di atas 11 (risiko bahaya sangat ekstrem)
  1. Tingkat bahaya ekstrem bagi orang yang terpapar matahari tanpa pelindung, diperlukan semua tindakan pencegahan karena kulit dan mata dapat rusak rusak dan terbakar dalam hitungan menit.
  2. Hindari paparan matahari antara pukul 10 pagi hingga pukul 4 sore.
  3. Tetap di tempat teduh pada saat matahari terik siang hari.
  4. Kenakan pakaian pelindung matahari, topi lebar, dan kacamata hitam yang menghalangi sinar UV, pada saat berada di luar ruangan.
  5. Oleskan cairan pelembab tabir surya SPF 30+ setiap 2 jam bahkan pada hari berawan, setelah berenang atau berkeringat.
  6. Permukaan yang cerah, seperti pasir, air, dan salju, akan meningkatkan paparan UV.

Semakin tinggi indeksnya, semakin berbahaya untuk kesehatan kulit dan mata.

Bagaimana agar Tetap Aman Ketika Berjemur?

Freepik/Timonko

Selain memilih waktu yang tepat untuk berjemur, Mama dapat melindungi kulit dari efek  buruk sinar matahari.  Salah satunya dengan menggunakan lotion yang mengandung SPF (Sun Protection Factor).  Selain itu, Sebaiknya cari tempat yang baik dan nyaman agar Mama bisa menggunakan pakaian yang tidak terlalu tertutup sehingga sinar matahari langsung mengenai kulit.

Saat berjemur di bawah sinar matahari, dapat melakukan aktivitas lain, seperti jalan santai, duduk atau membaca buku di area terbuka, menyiram bunga, berkebun, mencuci kendaraan, atau pun sambil menyapu halaman rumah.

Pastikan Mama tetap terhidrasi setelah menghabiskan waktu di bawah sinar matahari. Habiskan waktu tidak lebih dari 30 menit setiap hari di bawah sinar matahari. Sehingga Mama dapat meningkatkan imunitas tubuh dan mendapatkan vitamin D yang diperlukan oleh tubuh.

Selamat berjemur!

Baca juga:

The Latest