TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Tak Perlu Ribut, Begini Cara Mengatasi Beda Pendapat dengan Suami

Mama perlu tahu trik menyampaikan pendapat pada Papa

Pexels/SplitShire

Tak peduli sudah berapa tahun Mama dan Papa saling mengenal, situasi di mana terdapat perbedaan pendapat masih sangat mungkin terjadi. Jika sama-sama tidak bisa mengendalikan emosi saat mengemukakan pendapat, keributan pun tak bisa dihindari.

Psikolog pernikahan dan keluarga, Staci Lee Schnell, MS, CS, LMFT, menyebutkan bahwa perbedaan pendapat itu wajar dan pasti dialami setiap pasangan dalam pernikahan, namun masing-masing harus bisa menghormati perbedaan yang ada.

Jika salah satunya tidak mampu mengontrol saat mengekspresikan emosinya, maka secara emosional permasalahan pun bisa muncul. Topik perdebatan pasti akan berbeda-beda pada setiap pasangan, namun satu hal yang pasti bahwa Papa dan Mama harus sama-sama memiliki kontrol atas diri sendiri agar perdebatan yang terjadi masih dalam batas wajar.

Bagaimana cara mengatasi beda pendapat tanpa ribut dengan suami ya? Berikut Popmama.com beberkan informasinya. 

1. Sesuaikan pola pikir

Pexels/Rawpixel.com

Ingatlah bahwa Mama saat ini sedang berbeda pendapat dengan kepala keluarga, bukan dengan teman atau orang lain.

Jadi, sebisa mungkin Mama harus bisa mengendalikan nada bicara dan berpikir jauh ke depan. Psikolog Nikki Martinez, PsyD, LCPC mengatakan bahwa hal utama yang perlu Mama lakukan agar bisa menyampaikan pendapat dengan nyaman adalah kesadaran bahwa komunikasi adalah fondasi dari hubungan cinta seumur hidup.

Dengan begitu, setiap kali Mama mulai merasa emosi atau mulai tak sabar, semua akan terkendali karena pola pikir Mama sejak awal sudah terbentuk. Komunikasi dalam suatu hubungan sangat penting lho, Ma. Dengan komunikasi yang baik, maka keterbukaan, kejujuran, dan kedekatan antar Papa dan Mama akan terjalin lebih baik.

2. Jangan terobsesi ‘menang’

Pexels/Rawpixel.com

Debat saat berbeda pendapat dengan suami tak selalu tentang siapa yang menang dan kalah, Ma. Penulis buku ‘Designer Relationships’, Patricia Johnson dan Mark Michaels, menuliskan bahwa orang-orang sering menganggap berdebat hanya perlu dilakukan untuk membuktikan bahwa mereka benar dan tentang kemenangan semata. Nyatanya hal tersebut keliru.

Perhatikan setiap pendapat dari kedua sisi, Ma. Pahami bahwa Papa pasti juga memiliki alasan tersendiri hingga akhirnya memiliki pendapat yang berbeda. Berdebat yang sehat dalam sebuah pernikahan adalah untuk memahami masing-masing pikiran dan mencari jalan tengah terbaik bagi kedua pihak, bukan tentang siapa yang kalah dan yang menang.

3. Dengar, dengar dan dengar

Pexels/Josh Willink

Jangan gengsi untuk mendengarkan sepenuh hati pendapat dan pikiran dari suami. Pahami apa alasan dibalik berbedanya pendapat yang Papa miliki. Tak sekadar mendengar ya Ma, tapi juga benar-benar memahami makna pembicaraannya. Schnell menyarankan Mama untuk mengulangi kembali apa yang Mama dengar saat Papa berbicara, ini untuk memastikan bahwa tidak ada kalimat yang akan memicu kesalahpahaman.

Yang tak kalah penting, hindari memotong pembicaraan suami saat berbicara. Dengan begitu, Mama sudah memberikan kesempatan bagi Papa untuk mengungkapkan isi hatinya tanpa terpotong-potong. Jika Mama justru sering melakukannya, Papa tentu akan menjadi tersinggung dan enggan untuk kembali terbuka membicarakan perasaannya.

Kebiasaan baik ini membuat Mama menjadi pendengar yang aktif dan tampak ingin benar-benar memahami kondisi suami. Ayo yang sabar saat mendengarkan Papa bicara ya, Ma.

4. Jangan takut untuk bertanya

Pexels/Jasmine Wallace

Rasa takut dan gengsi untuk bertanya saat ada sesuatu yang kurang dimengerti merupakan pemicu utama terjadinya salah paham. Padahal dengan bertanya, komunikasi yang terjalin akan menjadi lebih efektif. Bertanya saat ragu juga menghindari Mama dari membuat kesimpulan sendiri yang keliru atau salah saat mencoba menebak-nebak pikiran Papa.

Semakin sering Mama memahami bahwa membuat asumsi sendiri tanpa bertanya seringkali salah, maka semakin besar juga kemungkinan Mama akan menjadi lebih terbuka saat berbeda pendapat di kemudian hari.

5. Belajar mencari jalan tengah

Pexels/Bruce Mars

Sekali lagi, berbeda pendapat dengan pasangan tak selalu tentang siapa yang kalah dan siapa yang menang. Yang terpenting adalah mencari solusi alias jalan tengah yang menguntungkan kedua belah pihak. Meskipun kadang-kadang terasa mustahil untuk mencari jalan keluar saat berhadapan jalan buntu, ingatlah bahwa semua pasti bisa asalkan Papa dan Mama sama-sama siap untuk berkompromi.

Pertimbangkan untuk membuat daftar pro dan kontra bersama-sama juga, sehingga bisa benar-benar ditemukan jalan seperti apa yang sebaiknya ditempuh oleh Papa dan Mama.

Nah Ma, setiap perbedaan pendapat tak selalu diselesaikan dengan cara bertengkar atau sama-sama emosi kan? Yuk mulai belajar mendengar dan berkompromi agar komunikasi dengan Papa menjadi lebih efektif, Ma.

Baca juga:

The Latest