Cara Menghangatkan ASI Perah agar Kualitasnya Tetap Terjaga

Jangan sembarangan menghangatkan demi menjaga kualitas ASI

Pexels/Rawpixel.com

Bagi para Mama yang baru saja melahirkan, memberikan air susu ibu (ASI) adalah salah satu aktivitas harian yang penting dan tidak boleh dilewatkan. Termasuk jika aktivitas Mama padat atau Mama harus bekerja seharian.

Pemberian ASI perah tetap bisa diberikan kepada bayi dengan menggunakan berbagai media seperti feeding cup atau sendok.

Untuk menjaga jangka waktu hidup ASI perah, biasanya ASI tersebut tersebut akan didinginkan atau bahkan dibekukan di dalam freezer khusus. Kemudian perlu dihangatkan kembali sebelum diberikan pada si Kecil.

Nah, tahukah Mama bahwa ada cara menghangatkan ASI perah yang tepat supaya kualitas dan kandungan nutrisinya tetap terjaga? Ya, menghangatkan ASI sebaiknya tidak dilakukan asal-asalan supaya tetap bernutrisi penuh untuk bayi ya, Ma.

Seperti apa trik yang bisa dilakukan untuk mendapatkan nutrisi terbaik dari ASI perah yang dibekukan? Berikut Popmama.com rangkum cara menghangatkan ASI perah yang benar:

1. Cek label tanggal pada ASI terlebih dahulu

Freepik

Saat menyimpan ASI perah, Mama tentu akan menuliskan label berisi informasi seperti tanggal ASI diperah dan berapa banyak mililiter ASI yang terdapat dalam botol tersebut. Informasi ini penting untuk menentukan mana botol ASI yang akan dihangatkan terlebih dahulu.

Sebaiknya pilih ASI perah yang tanggalnya lebih awal, Ma. Ini supaya untuk menjaga kualitas ASI perah yang diberikan.

Pehatikan jangka waktu penyimpanan ASI perah. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ASi perah dalam freezer khusus dapat bertahan hingga 6 bulan. Sementara itu, di dalam lemari es ASI perah dapat bertahan maksimal 5 hari.

Tapi ingat ya, Ma. Hindari menyimpan ASI terlalu lama karena kandungan lemak di dalamnya akan berkurang sehingga kualitas ASI secara keseluruhan pun akan menurun. 

2. Pindahkan ke lemari es malam sebelumnya

Pixabay/Pexels

Apabila Mama hendak menghangatkan ASI dari freezer dalam kondisi benar-benar beku, pastikan Mama menaikkan suhunya secara bertahap. Hindari langsung menghangatkan ASI perah yang beku karena bisa merusak nutrisinya.

Jadi, pindahkan terlebih dahulu ASI perah bek ke lemari es setidaknya 1 malam sebelum dihangatkan. Jika ASI sudah cair sepenuhnya, baru kemudian Mama bisa merendam wadah ASI perah ke dalam bak berisi air hangat.

Mama juga bisa memasukkan botol atau kantong ASI perah ke dalam bak berisi air dingin. Naikkan suhu perlahan-lahan hingga mencapai suhu pemberian ASI.  

Baca juga: 7 Rekomendasi Cooler Bag ASI untuk Para Ibu Menyusui

3. Hindari langsung menyiram air panas ke ASI

Pexels/Tookapic

Jika ASI perah yang beku sudah mulai cair atau Mama ingin menghangatkan ASI perah yang memang sudah dalam kondisi cair sejak awal, Mama bisa merendam wadah ASI perah ke dalam bak berisi air hangat.

Pastikan air yang digunakan tidak terlalu panas ya, Ma. Misalnya air yang benar-benar baru matang. Hal ini bisa memicu overheating sehingga menurunkan kualitas nutrisi dari ASI tersebut.

Hindari juga merebus wadah ASI langsung ke dalam panci berisi air, ini jelas bisa merusak komponen nutrisi penting di dalamnya.

Menghangatkan ASI di dalam microwave juga tidak dianjurkan oleh IDAI, Ma. Sebab micorowave tidak dapat menghangatkan ASI secara merata dan panas berlebihan juga justru dapat merusak komponen ASI.

Botol ASI perah juga seringkali bisa pecah jika dimasukkan ke dalam microwave dalam waktu yang lama. Sehingga, menghangatkan ASI dengan alat ini pun tidak dianjurkan.

4. Tidak menghangatkan ASI berkali-kali

Freepik

ASI perah yang sudah dihangatkan sebaiknya langsung dihabiskan oleh bayi, maksimal dalam waktu 2 jam.

Jangan membekukan ulang ASI yang sudah dihangatkan. Sebaliknya, hindari juga menghangatkan ASI berkali-kali karena selain merusak komponen nutrisi di dalamnya, hal ini juga mengubah rasa ASI.

Setelah bayi minum ASI perah, ada kemungkinan air liurnya dapat memasukkan bakteri ke dalam ASI tersebut. Oleh sebab itu, ASI yang sudah dihangatkan pun sebaiknya langsung dihabiskan dan tidak disimpan kembali.

5. Jangan mengocok ASI terlalu keras

Freepik/Phduet

Setelah ASI perah dihangatkan dan hendak diberikan pada si Kecil, satukan komponen di dalamnya dengan cara menggerakkan perlahan atau memutar-mutar wadahnya, Ma.

Hindari langsung mengocok ASI terlalu keras karena lagi-lagi hal ini dapat merusak nutrisi di dalamnya.

Menggerakkan dan menggoyangkan wadah ASI secara perlahan penting dilakukan untuk menyatukan kembali lemak ASI yang terpisah saat beku. Namun ingat ya, hal ini harus dilakukan secara hati-hati dan tidak terlalu keras.

Perhatikan tanda-tanda ASI perah sudah tidak layak minum, misalnya sudah ada perubahan pada bau dan rasa, serta perubahan warna ASI yang tidak seperti sebelumnya.

Demikian cara menghangatkan ASI yang tepat agar tak berubah kualitasnya. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

The Latest