TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

7 Kondisi yang Membuat Persalinan Sebaiknya Lewat Operasi Caesar

Diskusikan dengan dokter sejak awal jika memiliki kondisi ini, Ma

Pexels/Pixabay

Saat tiba waktunya persalinan, ada beberapa hal yang perlu Mama ketahui soal jenis persalinan. Ada persalinan normal, ada pula persalinan melalui operasi caesar.

Meski sebagian besar Mama biasanya ingin menjalani persalinan normal, tapi ada beberapa kondisi yang dianggap sebaiknya dilewati melalui operasi caesar.

Selain melihat dari kondisi janin, keputusan ini biasanya juga turut dipertimbangkan melalui kondisi fisik Mama.

Nah, kondisi apa saja yang membuat dokter biasanya akan menyarankan Mama menjalani operasi caesar?

Berikut Popmama.com rangkuman informasinya, Ma:

1. Plasenta previa

Pixabay/Hioahelsefag

Secara umum plasenta biasanya memiliki posisi melebar ke arah atas dan menjauhi leher rahim. Namun pada Mama dengan plasenta previa, letak plasentanya justru menutupi mulut rahim.

Akibatnya, jalan lahir bayi pun nantinya akan menjadi terhalangi. Persalinan dengan cara normal pun biasanya akan menjadi lebih sulit.

Salah satu tanda dari plasenta previa yang bisa Mama rasakan yakni muncul pendarahan tanpa disertai nyeri.

Biasanya pendarahan ini muncul di trimester ketiga.

Namun demikian, tidak semua ibu hamil dengan plasenta previa akan mengalami pendarahan. Maka dari itu, jika Mama mengalami vlek atau pendarahan di trimester ketiga, maka sebaiknya segera cek ke dokter, ya.

Dalam kondisi tertentu, biasanya dokter akan memilih untuk melakukan operasi caesar dengan alasan keamanan.

2. Ruptur uteri

Pixabay/Parentingupstream

Ruptur uteri merupakan salah satu kondisi berbahaya yang bisa dialami Mama saat kehamilan.

Dalam kondisi ini, rahim seperti robek selama hamil maupun saat proses persalinan. Ruptur uteri pun dapat menyebabkan pendarahan pada Mama.

Akibatnya, pasokan nutrisi dan oksigen untuk si Kecil pun akan turut terpengaruh dan berisiko terganggu.

Jika ditemukan kondisi demikian, tindakan operasi caesar darurat pun mungkin akan sangat perlu dilakukan.

3. Posisi sungsang

Freepik/Freepic.diller

Saat janin berada dalam posisi sungsang, untuk menghindari risiko yang terjadi operasi caesar pun kerap menjadi pilihan utama.

Walaupun sebenarnya persalinan normal masih bisa dilakukan dalam keadaan tertentu, namun tindakan operasi masih menjadi pilihan prioritas.

Terlebih jika posisi sungsang membuat bayi mengalami prolaps tali pusat.

Selain banyak dilakukan pada ibu hamil dengan posisi janin sungsang, operasi caesar juga sering jadi pilihan pada persalinan prematur.

4. Prolaps tali pusat

Freepik/Onlyyouqj

Pada prolaps tali pusat, terjadi kondisi di mana organ vital tersebut keluar melalui serviks dan vagina sebelum waktunya janin dilahirkan.

Jika tidak segera diatasi, rahim bisa berkontraksi dan menyebabkan adanya tekanan pada tali pusat.

Akibatnya, aliran darah yang berisiko nutrisi serta oksigen untuk si Kecil pun menjadi terhambat.

5. Gawat janin

Freepik/Dragana_Gordic

Gawat janin atau fetal distress seringkali berbahaya jika diabaikan. Salah satunya adalah kurangnya jumlah oksigen yang cukup untuk bayi.

Efeknya pun bahkan bisa sampai menimbulkan kematian pada janin, Ma.

Jika pemantauan janin mendeteksi adanya masalah dengan jumlah oksigen yang diterima oleh si Kecil dalam kandungan, operasi caesar darurat pun mungkin akan perlu dilakukan segera.

6. Riwayat operasi caesar

Pexels/Rawpixel.com

Sebagian besar perempuan yang pernah mengalami operasi caesar, besar kemungkinan akan mengalaminya kembali pada persalinan keduanya.

Kondisi ini melihat dari respons tubuh masing-masing dan kemampuan untuk melakukan persalinan normal. Jika kondisi memungkinkan untuk dilakukan vaginal birth after cesarean (VBAC), maka pemantauan dan pengawasan ketat dari dokter mungkin diperlukan.

Ya, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk bisa melakukan persalinan normal pasca operasi caesar. Mulai dari jangka waktu pasca operasi, kondisi bekas luka operasi, serta hal-hal lainnya.

Konsultasikan dengan dokter jika Mama sejak awal berniat hendak melakukan persalinan normal setelah melewati operasi caesar.

7. Preeklampsia

Pixabay/Engin_Akyurt

Preeklampsia adalah suatu kondisi yang melibatkan tekanan darah tinggi selama kehamilan. Kondisi ini mengakibatkan plasenta menjadi sulit mendapatkan jumlah darah yang dibutuhkan.

Pada akhirnya, aliran oksigen ke janin pun kemudian akan berkurang. Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan, operasi caesar sering dijadikan sebagai salah satu solusi saat persalinan.

Namun demikian, biasanya hanya preeklampsia berat saja yang sampai memerlukan tindakan operasi. Semua bergantung hasil pemeriksaan dokter.

Baca juga: 

The Latest