TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Penyebab Kebocoran ASI yang Dialami Ibu Menyusui

Apakah payudara Mama menjadi lebih penuh?

Freepik/wayhomestudio

Selama kehamilan, ini akan membuat hormon merangsang perkembangan jaringan penghasil susu di payudara. Kondisi tersebut untuk bersiap-siap membuat ASI yang cukup. Jadi nggak heran jika payudara Mama mungkin menjadi lebih penuh.

Tapi sayangnya, sebagian perempuan mungkin telah melihat beberapa kebocoran kolostrum dari putingnya. Terutama saat mendekati tanggal lahir bayi atau selama masa proses menyusui. Biasanya kebocoran ASI dari payudara adalah pengalaman umum di beberapa minggu pertama setelah ASI masuk.

Agar lebih jelas, berikut informasi 5 hal mengenai ibu menyusui yang alami kebocoran ASI. Yuk, baca terus artilel dari Popmama.com agar bisa menyesuaikan dengan kebutuhan bayi!

1. Apa yang terjadi ketika Mama alami kebocoran ASI?

Freepik/pvproductions

Ma, ketahuilah bahwa ibu baru dengan suplai ASI berlebihan atau let down reflex yang hiperaktif mungkin alami kebocoran berlanjut lebih lama dari biasanya. Dimana kondisinya bisa menjadi hal yang merepotkan, memalukan dan membuat frustrasi.

Dilansir dari Whattoexpect, payudara yang bocor akan menetes atau bahkan menyemprotkan susu dalam beberapa minggu dan terkadang bahkan berbulan-bulan setelah melahirkan. Ini adalah gejala postpartum yang umum dan normal.

Selain itu, Mama lebih mungkin untuk membocorkan ASI seperti:

  • Mungkin bocor di akhir kehamilan
  • Payudara menjadi terlalu penuh
  • Payudara yang tidak digunakan dapat bocor saat menyusui payudara lainnya
  • Ketika mendengar bayi atau bayi lain menangis, memikirkan nya atau melihat foto bayi bisa membuat payudara jadi bocor
  • Saat mandi, air hangat yang mengalir di atas payudara dapat merangsang kebocoran
  • Ketika berhubungan intim dengan pasangan juga mungkin Mama akan menemukan ASI sedang bocor
  • Susu di payudara bocor tanpa alasan sama sekali

2. Penyebab payudara bocor pada ibu menyusui?

Freepik/senivpetro

Mungkin sebagian ibu baru bertanya mengapa payudaranya mengeluarkan ASI secara berlebihan. Beberapa ibu menyusui yang mengalami kebocoran, ini bisa terjadi ketika puting payudara terlalu penuh dengan ASI hingga meluap. 

Kebocoran juga disebabkan ketika hormon oksitosin memicu sel-sel otot di payudara untuk aliran ASI yang kuat (let down reflex). Dimana sebenarnya kondisi tersebut adalah tanda normal. Terutama kebocoran paling mungkin terjadi di pagi hari (ketika suplai ASI mencapai puncaknya) dan selama menyusui (ketika satu sisi bocor saat bayi menyusu dari sisi lain).

Dirilis dari Babycenter, let down reflex dikondisikan untuk merespons sensasi menyusui bayi sampai menyesuaikan diri dengan rangsangan itu. Sensasi tertentu mungkin cukup memicu refleks dan menyebabkan kebocoran. Rangsangan mendorong tubuh untuk melepaskan oksitosin. Hormon ini membuat lobus penghasil susu di payudara berkontraksi dan mengeluarkan susu ke arah puting susu. Jika bayi tidak menyusu pada saat itu, ASI dapat bocor.

3. Berapa lama payudara alami kebocoran ASI?

Freepik/cookie_studio

Ketahuilah, bahwa payudara akan menghasilkan susu sebanyak yang diminum bayi. Saat bayi mengisap, hormon-hormon ini dirangsang untuk membuat lebih banyak ASI dan terus memproduksi ASI selama bayi membutuhkannya. Sementara kebocoran ASI dapat terjadi ketika Mama belum siap untuk memberi makan bayi.

Dikutip dari Verywellfamily, kebocoran akan terus berlanjut selama menyusui dan selama penyapihan. Bahkan normal untuk terus bocor hingga 3 minggu setelah anak berhenti menyusui. Namun jika kamu terus mengeluarkan ASI 3 bulan setelah menyapih bayi sepenuhnya, inilah saatnya untuk menemui dokter.

Di sisi lain, beberapa perempuan terus mengalami kebocoran selama mereka menyusui. Tetapi banyak yang menemukan bahwa masalahnya hilang begitu bayinya terbiasa menyusu, biasanya dalam 6-10 minggu pertama. Meski demikian, setiap orang berbeda. Dimana butuh beberapa saat bagi tubuh untuk menyesuaikan diri dengan cara bayi menyusu.

4. Bagaimana cara mengatasi payudara kebocoran ASI?

Freepik/user18526052

Mama mungkin mengalami kebocoran ASI saat mandi, tidur dan sedang memikirkan atau membicarakan bayi. Bahkan jika terlambat menyusui dan dapat menetes dari satu payudara atau keduanya. Untungnya, ada beberapa langkah yang bisa Mama lakukan untuk meminimalkan payudara bocor. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu mengatasi ASI bocor:

  • Menggunakan breast pads atau bantalan menyusui. Dengan begitu akan menyerap susu dan menjaga pakaian tetap bersih dan melindungi pakaian.
  • Mnggunakan saputangan katun atau kapas lainnya di dalam bra.
  • Kenakan pakaian yang dapat membantu menyembunyikan kebocoran. Pakaian menyusui dengan pola dapat membantu menyamarkan kebocoran yang tidak disengaja. Jaket atau rompi juga bagus untuk disimpan jika perlu menutupinya.
  • Sering menyusui. Jika bersama bayi, sering-seringlah menyusui agar payudara tidak terlalu penuh. Ini membantu mengurangi jumlah kebocoran.
  • Perah ASI atau pompa sesering mungkin. Jika harus kembali bekerja atau mengambil waktu jauh dari bayi karena alasan lain, maka dapat memompa untuk meredakan payudara yang penuh dan membantu mencegah kebocoran. Bekukan dan simpan ASI perah untuk digunakan nanti.
  • Berikan tekanan pada puting saat merasakan sensasi kesemutan dari let down reflex, tekan puting untuk membantu menghentikan aliran ASI.
  • Bersabarlah dengan jadwal menyusui sampai berjalan lancar.

5. Kapan harus ke dokter tentang kebocoran payudara?

Freepik/valuavitaly

Mungkin Mama berpikir, haruskah pergi ke dokter untuk kebocoran payudara selama menyusui?

Jika keluarnya cairan dari puting susu berlanjut atau jika ada gejala lain yang dialami, maka Mama harus menemui dokter. Penundaan sekitar 1 minggu tidak berbahaya, kecuali ada tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, bengkak dan keluarnya nanah.

Diwartakan dari Parents, jika alami kebocoran lebih dari beberapa tetes atau melihat keluarnya cairan kental dan bercak darah maka ada baiknya membuat janji dengan dokter. Sering kali gejala-gejala ini tidak perlu dikhawatirkan. Biasanya disebabkan oleh perubahan besar yang dialami saluran susu saat mereka bersiap untuk menyusui. 

Meski payudara bocor adalah normal pada periode postpartum, hubungi dokter jika melihat salah satu dari berikut ini:

  • Kebocoran signifikan yang berlanjut setelah berhenti menyusui
  • Keluarnya cairan dari puting susu yang tidak menyerupai susu seperti keluarnya cairan yang terlihat seperti darah atau nanah
  • Nyeri payudara, bengkak atau kemerahan disertai demam dan gejala mirip flu lainnya yang mungkin merupakan tanda mastiti

Ma, itulah kelima hal mengenai kebocoran ASI pada ibu menyusui. Apakah Mama mengalaminya?

Baca juga:

The Latest