TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Mengenal Apa Itu Kematian Neonatal dan Faktor Risikonya

Pahami faktor risiko dan pencegahan untuk menekan terjadinya kematian neonatal saat persalinan

Freepik/Rawpixel

Pernahkah Mama mendengar istilah kematian neonatal? Secara harfiah, pengertian dari neonatal sendiri adalah sebutan bagi bayi yang baru lahir atau usianya 0-28 hari dan menjadi masa yang paling rentan bagi kelangsungan hidup seorang anak

Berdasarkan data yang dihimpun dari Unicef, risiko kematian pada anak di bulan pertama kehidupannya mengalami rata-rata global sebanyak 17 kematian per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2020.

Secara global, 2,4 juta anak meninggal pada bulan pertama kehidupan sepanjang tahun 2020, atau sekitar 6.500 kematian neonatus setiap hari. Di mana sekitar sepertiga dari semua kematian neonatus terjadi dalam hari pertama setelah kelahiran, dan hampir tiga perempat terjadi dalam minggu pertama kehidupan.

Apa saja yang menjadi faktor risiko terjadinya kematian neonatal dan bagaimana mencegahnya? Melansir dari berbagai sumber, berikut akan Popamama.com rangkumkan informasi selengkapnya mengenai apa itu kematian neonatal.

1. Pengertian kematian neonatal

Freepik/pch.vector

Dilansir dari Verywell Health, periode neonatus merupakan periode empat minggu pertama kehidupan bayi, baik bayi dilahirkan cukup bulan atau lahir secara prematur.

Periode neonatal mencakup periode perinatal, yang merupakan periode awal setelah kelahiran. Di periode ini juga merupakan periode adanya kemungkinan risiko paling besar untuk komplikasi pasca kelahiran atau saat cacat lahir atau kondisi bawaan pertama kali dapat dideteksi.

Bayi di usia kurang satu bulan memiliki tubuh yang sangat lemah dan rentan terserang berbagai penyakit. Inilah mengapa penting memerhatikan kesehatan dan perkembangan si Kecil agar tetap tumbuh optimal sebagaimana mestinya.

Jika tidak, hal ini bisa menyebabkan kematian pada bayi baru lahir karena asfiksia, seperti infeksi dan berat badan lahir rendah. Kondisi ini yang dinamakan kematian neonatal pada bayi berusia kurang dari 1 bulan.

2. Faktor risiko kematian neonatal

Freepik/freepic.diller

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, asfiksia merupakan salah satu penyebab yang paling umum dari kematian neonatal. Kondisi ini adalah gagal nafas atau berkurangnya oksigen saat bayi baru lahir.

Asfiksia sendiri memiliki beberapa penyebab seperti asfiksia neonatorum atau kondisi jalan nafas tersumbat, waktu persalinan yang cukup lama, adanya anemia. Selain itu penyebab asfiksia lainnya bayi tersedak dan tercekik yang mengakibatkan kesulitan bernafas.

Dalam sebuah data disebutkan bahwa terdapat beberapa faktor yang memengaruhi keselamatan bayi baru lahir. Mulai dari usia Mama saat mengandung dan jarak kelahiran. Selain itu, berikut beberapa faktor risiko lainnya:

  • Mama jarang memeriksakan kandungan selama kehamilan
  • Hamil di usia muda atau tua
  • Jarak dengan kehamilan sebelumnya terlalu dekat
  • Mama dan bayi kekurangan gizi
  • Makanan yang dikonsumsi oleh Mama kurang higenis
  • Fasilitas sanitasi dan higienitas yang kurang memadai

3. Kehamilan sehat bantu turunkan angka kematian neonatal

Dok. Kehamilan Sehat Karang Tengah

Adanya fasilitas kesehatan yang mumpuni dengan tenaga medis profesional yang berpengalaman dan terlatih tentu penting untuk menekan terjadinya kematian neonatus saat kelahiran.

Oleh karena itu, PT Kehamilan Sehat Sejahtera yang dikenal dengan brand Kehamilan Sehat mengadakan pelatihan Resusitasi untuk tenaga medis di Kehamilan Sehat Karang Tengah yang terletak di Jalan Raden Saleh No. 1, Karang Tengah, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. PT Kehamilan Sehat Sejahtera memiliki 16 cabang di 7 kota yang ada di Indonesia dengan layanan pemeriksaan kandungan hingga Persalinan Normal dengan fasilitas yang aman dan nyaman.

Pelatihan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kematian bayi baru lahir dan memastikan bahwa tenaga medis yang bertugas dan membantu proses persalinan tahu pertolongan pertama yang harus dilakukan ketika terjadi kondisi gawat pasca melahirkan seperti bayi tidak menangis dan tidak bernapas. 

dr. Rudy Ciulianto, Sp.A, CIMI selaku dokter anak di Kehamilan Sehat Karang Tengah memberikan materi. dr. Rudy menyampaikan kurang dari 10% bayi baru lahir membutuhkan Ventilasi Tekanan Positif (VTP), karena dalam beberapa kondisi, bayi baru lahir bisa saja tidak langsung menangis, tidak langsung aktif sehingga sangat perlu dilakukan langkah awal hingga VTP.

VTP sendiri merupakan bantuan napas yang diberikan pada bayi baru lahir yang mengalami sumbatan pada jalan napas, tidak bernapas, hingga henti jantung. VTP menjadi bagian dari resusitasi neonatus lanjutan yang penting diketahui.

VTP harus dilakukan oleh tenaga medis dengan kemampuan yang baik dan berpengalaman. Pelatihan resusitasi ini sangat diperlukan untuk menjaga kualitas resusitasi neonatus yang dilakukan oleh tenaga medis sebagai bagian dari resusitasi neonatus lanjutan.

dr. Rudy menyampaikan, “Pelatihan resusitasi ini perlu diberikan kepada para tenaga kesehatan terutama dokter jaga, para bidan, para perawat yang akan menolong persalinan, memberikan keterampilan, dan bekal supaya bisa melakukan pertolongan pertama pada bayi baru lahir yang memerlukan pertolongan awal. Manfaatnya dari pelatihan ini dapat menurunkan angka kematian dari neonatus yaitu sebutan bagi bayi baru lahir".

Baca juga:

The Latest