TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Tanda-Tanda Akan Melahirkan Prematur yang Harus Mama Waspadai

Kapan pun Mama merasakan tanda-tanda ini, segera pergi ke rumah sakit

Unsplash/Christian Bowen

Melahirkan prematur adalah komplikasi kehamilan yang serius. Ini merupakan kondisi di mana seorang bayi dilahirkan sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Namun, banyak ibu yang tak mengerti tanda-tanda dirinya akan melahirkan prematur. Padahal, deteksi dini dapat mencegah kelahiran prematur dan memberi harapan hidup lebih tinggi pada bayi. 

Jika saat ini Mama sedang mengandung, penting untuk mengenali tanda-tanda akan melahirkan prematur. Berikut Popmama.com merangkum tanda-tanda akan melahirkan secara prematur, dilansir dari verywellfamily.com:
 

Gejala dan Tanda-Tanda Melahirkan Prematur

Freepik/freeograph

Berikut tanda-tanda akan melahirkan prematur yang perlu diwaspadai:

  • Kontraksi atau kram, lebih dari lima kali dalam satu jam,
  • perdarahan,
  • tiba-tiba keluar cairan bening serupa lendir dari vagina,
  • sakit pada punggung dan pinggang,
  • tekanan pada panggul yang intens.

Apabila Mama mengalami salah satu atau lebih dari gejala-gejala di atas, segera pergi ke rumah sakit atau hubungi nomor darurat. Banyak ibu hamil yang berpikir ia tidak akan melahirkan dalam waktu dekat sehingga terkesan menganggap remeh gejala-gejala di atas. Padahal penting untuk segera mengambil tindakan seketika Mama merasa akan melahirkan walaupun HPL-nya masih jauh.

Faktor Risiko Melahirkan Prematur

Pixabay/contato1034

Ada beberapa ibu hamil yang memiliki risiko lebih tinggi melahirkan prematur, antara lain:

  • Pernah melahirkan prematur sebelumnya,
  • hamil anak kembar,
  • menderita infeksi selama kehamilan, termasuk infeksi saluran kemih,
  • pernah merokok ketika hamil,
  • janin terpapar obat-obatan atau bahan kimia,
  • memiliki masalah dengan rahim,
  • kekurangan atau kelebihan cairan ketuban,

Tindakan Pencegahan Persalinan Prematur

Pixabay/parentingupstream

Memang tidak semua kasus melahirkan prematur dapat dicegah. Tetapi banyak ibu hamil yang mengalami kontraksi dini dan dapat dicegah dengan langkah-langkah sederhana. 

Salah satu hal yang dianjurkan para dokter kandungan ketika Mama mengalami kontraksi dini adalah banyak minum air putih. Kasus melahirkan prematur banyak terjadi pada musim panas karena banyak ibu hamil yang mengalami dehidrasi.

Ketika dehidrasi, volume darah akan berkurang. Akibatnya, konsentrasi oksitoksin meningkat dan menyebabkan kontraksi rahim. Banyak minum cairan akan meningkatkan volume darah. 

Selain itu, penting untuk memerhatikan tanda-tanda infeksi misalnya infeksi saluran kemih atau infeksi jamur pada vagina. Infeksi-infeksi ini dapat menyebabkan kontraksi. Lebih baik Mama mengkhawatirkan segala perubahan yang terjadi, sekecil apapun itu, ketimbang menyepelekannya dan berakibat fatal.

Penanganan Gejala Kelahiran Prematur

Unsplash/Sharon Mccutcheon

Ada banyak cara untuk menangani gejala kelahiran prematur. Berikut ini beberapa penanganan terhadap tanda-tanda kelahiran prematur yang umum dilakukan:

  • Menghidrasi sang Ibu, lewat oral maupun intravena,
  • bedrest di rumah atau rumah sakit,
  • memberikan obat untuk menghentikan persalinan,
  • mengevaluasi kondisi bayi, dilihar dari profil biofisik, non-stres atau tes stres, indeks volume cairan ketuban, ultrasound,
  • obat-obatan untuk membantu paru-paru bayi agar berkembang lebih cepat apabila kelahiran prematur tak bisa dicegah.

Kuncinya adalah pencegahan dan deteksi dini. Pastikan bertanya ke dokter kandungan mama ketika pemeriksaan bulanan dan mintalah dokter mendeskripsikan tanda-tanda dan gejala melahirkan prematur agar Mama punya gambaran yang jelas.

Semoga informasi ini membantu, Ma.

Baca juga:

The Latest