TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Membersihkan Vagina dengan Yoni Pearls, Amankah untuk Ibu Hamil?

Mama harus konsultasi pada dokter dulu jika ingin menggunakan metode ini

Freepik/gballgiggsphoto

Menjelang persalinan, sangat wajar jika Mama ingin semua sempurna dan tanpa hambatan. Salah satu tren yang muncul belakangan ini adalah menggunakan yoni pearls untuk membersihkan vagina agar bebas dari penyakit maupun gangguan lain di sekitar jalan lahir.

Meski demikian, penggunaan yoni pearls sebagai detoksifikasi vagina masih jadi perdebatan. Beberapa pihak menilai bahwa cara ini tidak aman dan bisa memicu keguguran.

Nah, sebelum Mama memutuskan melakukannya atau tidak, sebaiknya baca dulu informasi menbersihkan vagina dengan yoni pearls, yang dirangkum Popmama.com berikut ini!

Apa Itu Yoni Pearls?

Pexels/cliffbooth

Benda ini juga populer dengan sebutan mutiara detox vagina. Yoni pearls berbentuk bola kecil yang tertutup kain. Di dalamnya berisi bahan-bahan herbal seperti motherwort, angelica, borneol, rhubarb, rhizoma/rimpang, dan osthole.

Detoksifikasi dilakukan dengan memasukkan bola herbal tersebut ke dalam vagina selama 24-48 jam. Mama bisa menggunakan aplikator plastik untuk memasukkanya ke dalam organ intim.

Kenapa Orang Menggunakannya?

Freepik/Atlascompany

Sebagaimana disinggung di atas, yoni pearls dikenal sebagai cara untuk membersihkan atau mendetoksifikasi vagina atau rahim dari racun, emosi negatif, sisa/jejak seksual pasangan sebelumnya, dan ketidakseimbangan hormon.

Cara ini juga diklaim dapat mengatasi menstruasi parah, endometriosis, infeksi jamur, dan bakteri vaginosis.

Apakah Terbukti Manjur?

Unsplash/Ava Sol

Melansir Healthline, disebutkan bahwa banyak testimoni yang menyatakan bahwa cara ini cukup manjur walaupun tidak ada bukti yang akurat. 

Meski demikian para ahli banyak yang mengatakan bahwa hal ini sebenarnya tidak perlu. Pasalnya, vagina mampu membersihkan dirinya sendiri dan tidak membutuhkan detoksifikasi dari luar.

"Keputihan yang normal pada dasarnya terdiri dari air dan sel vagina," ungkap dr. Kecia Gaither, seorang dokter kandungan dan spesialis pengobatan janin, sekaligus Direktur Layanan Perineum di New York City Health and Hospitals/Lincoln.

Gaither juga menyebutkan bahwa keputihan bisa bervariasi, bergantung pada siklus menstruasi. Warnanya bisa bening, putih pucat, encer, berserabit, hingga tebal dan lengket. Jika hal tersebut terjadi secara konsisten, maka kondisi mama masih bisa disebut normal.

Sementara itu, dalam kondisi hamil, perempuan cenderung mengeluarkan lebih banyak cairan. Jika Mama berusaha melakukan detoksifikasi, misalnya dengan yoni pearls, hal ini justru akan membunuh bakteri baik yang berfungsi mencegah infeksi pada area vagina.

Karenanya, jika Mama mengalami masalah keputihan, terutama saat hamil, akan lebih baik untuk menghubungi dokter.

Benarkah Dapat Memicu Keguguran?

Pixabay/Nicci Coertze-Kruger

Belum ada bukti kuat bahwa yoni pearls dapat memicu keguguran. Meski demikian, bukan berarti cara ini aman untuk dilakukan. Riset membuktikan bahwa 'mencuci' vagina bisa memicu keguguran atau persalinan prematur. 

Selain itu, tidak semua bahan herbal aman untuk area intim perempuan. Dokter bahkan menyarankan agar Mama menggunakan produk bebas parfum untuk area vagina, misalnya pembalut, tampon, dan lain-lain.

Kenapa Yoni Pearls Dianggap Berbahaya?

Freepik

Yoni pearls bukan produk yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Penggunaannya juga tidak disarankan oleh dokter karena berbagai alasan.

Pada tahun 2019, Badan Kesehatan Kanada bahkan telah melarang penjualan yoni pearls karena dianggap berbahaya dan ganas. Selain belum tentu manfaatnya, penggunaan bahan-bahan di dalamnya juga bisa memicu klaim yang menyesatkan, menipu, dan tidak benar.

"Yoni pearls adalah benda asing. Kantung jala (yang digunakan) bisa memicu iritasi dan melukai vagina," ungkap Gaither. 

Dia juga mengungkapkan bahwa luka yang muncul bisa menimbulkan infeksi dan penyakit lain yang bisa memicu gangguan sistem reproduksi. Kemungkinan ini akan meningkat dalam kondisi hamil.

Jika Terjadi Keguguran, Apakah Yoni Pearls Penyebabnya?

Freepik

Pertanyaan ini sedikit sulit dijawab. Pasalnya, keguguran bisa terjadi karena banyak hal. Mungkin saja hal ini dipicu oleh infeksi atau efek salah satu kandungan herbal dalam yoni pearl, namun ada kemungkinan bahwa keguguran bukan disebabkan olehnya.

"Sebagian besar kasus keguguran disebabkan oleh faktor genetik," ungkap Gaither.

Karenanya, bisa disimpulkan bahwa yoni pearls bukan selalu menjadi penyebab keguguran. Selain karena kondisi janin yang lemah, ada faktor luar yang juga menjadi pemicu, antara lain malnutrisi, obat-obatan, rokok, alkohol, masalah hormon, dan lain sebagainya.

Bagaimana jika Terjadi Infeksi pada Vagina?

Freepik/Maksymiv_yura

Infeksi pada vagina ditandai dengan berbagai macam gejala mulai dari gatal, keputihan parah berwarna hijau kekuningan, bau yang menyengat, serta bercak darah.

Jika terlalu parah, hal ini juga bisa memicu pusing, diare, mual-muntah, demam, bahkan kejang. Jika terjadi gejala ini, segeralah hubungi dokter.

Yoni pearls memang diklaim banyak memberikan manfaat mulai jadi pembersihan vagina dan rahim, serta menghilangkan berbagai bibit penyakit. Meski demikian, penggunaannya tidak mendapat rekomendasi dari para ahli.

Selain itu, ada banyak risiko dan efek samping yang mungkin akan terjadi, terutama pada perempuan hamil. Karenanya, penggunaannya lebih baik dihindari kecuali atas izin dokter ya, Ma.

Itulah informasi mengenai membersihkan vagina dengan yoni pearls saat hamil. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma.

Baca juga:

The Latest