TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Yuk, Abadikan Momen Kehamilan Mama dengan Menulis Buku Diary

Jangan sampai melewatkan momen penting ini, Ma!

Pexels/JESHOOTS

Momen kehamilan merupakan satu fase penting dalam perjalanan hidup seorang ibu. Sebisa mungkin dalam masa kehamilan ini, Mama banyak melakukan hal-hal yang menyenangkan agar memberikan dampak yang positif bagi diri Mama sekaligus janin. Nah, salah satu kegiatan yang bisa Mama lakukan adalah menulis buku diary.

Mengumpulkan segala macam isi pikiran dan perasaan ke dalam bentuk tulisan memang bukan pekerjaan sia-sia bagi seseorang yang sedang hamil lantaran hal demikian memiliki manfaat besar lho, Ma.

Mama tidak hanya mempunyai catatan pribadi di masa kehamilan, tetapi juga memiliki hubungan yang intim dengan si Kecil sewaktu ia masih dalam kandungan. Hal ini tentu akan semakin membuat hubungan Mama dan si Kecil semakin erat.

Dalam diari kehamilan ini, Mama bisa juga mencatat perkembangan si Kecil dari waktu ke waktu.

Misalnya, Mama bisa mengumpulkan foto-foto USG di buku, atau mencatat kapan pertama kali si Kecil menendang-nendang di dalam kandungan, hingga saat Mama dan Papa hendak memberi nama si Kecil. Inilah momen-momen yang sayang jika dilewatkan.

Akan tetapi, di luar itu semua, menulis buku harian bagi ibu hamil mempunyai beberapa manfaat besar yang mungkin jarang diketahui orang-orang.

Lalu apa saja sih manfaatnya? Nah, Popmama.com secara khusus sudah merangkumnya untuk Mama.

1. Mencegah stres

Pixabay/Zerocool

Terlepas dari Mama seorang penulis atau bukan, menulis buku diari kehamilan merupakan inisiatif yang bakal membuat pikiran lebih rileks.

Pasalnya, menulis adalah penyaluran yang paling efektif untuk membuang dan mencegah stres.

Menulis diari kehamilan pas banget nih untuk Mama yang memiliki waktu kosong lebih banyak.

Daripada tidak melakukan kegiatan apa-apa, lebih baik hobi menulis ini Mama tingkatkan selama masa kehamilan.

Dengan menulis diari kehamilan, Mama akan merasakan pikiran jadi jernih dan tenang. Tapi agar tidak menjenuhkan, catatan harian ini bisa Mama hias dengan pernak-pernik.

Misalnya, foto-foto kehamilan dan berbagai macam kenangan-kenangan yang berkesan bagi Mama.

2. Belajar banyak hal

Pexels/Pixabay

Diari kehamilan bisa jadi merupakan alat yang luar biasa bagi kesadaran diri karena memungkinkan Mama merenungkan segala hal, situasi, dan perasaan yang Mama alami selama masa kehamilan.

Di samping itu, mendokumentasikan reaksi Mama terhadap berbagai kondisi bisa membantu belajar lebih banyak mengenai diri sendiri dan bagaimana cara Mama menghadapi keadaan yang sukar.

Soalnya, banyak orang mengalami depresi ringan hingga berat selama menjalani kehamilan, Ma.

Untuk itu, penting bagi Mama mengawasi kesehatan emosi baik saat hamil maupun setelah melahirkan.

3. Menjalin ikatan dengan si Kecil

Pexels/rawpixel

Manfaat lain dari menulis catatan harian ialah membantu Mama menjalin ikatan dengan si Kecil yang masih ada dalam kandungan.

Kok bisa? Jelas bisa, Ma, karena buku harian memungkinkan merekam kenangan kehamilan Mama secara intim dengan si Kecil.

Karena itu, jika Mama menulis buku harian selama sembilan bulan kehamilan, maka jalinan kedekatan dengan si Kecil pun semakin kuat lantaran pengalaman yang dibagikan hanya khusus antara Mama dengan si Kecil.

4. Tidur lebih nyenyak

Pixabay/pedroserapio

Ibu hamil yang sukar tidur atau mengalami insomnia bisa mencoba mengatasi hal tersebut dengan cara menulis buku harian.

Mama yang mengidap insomnia bisa mencoba menulis buku diari sebelum jam tidur. Ini bertujuan agar energi Mama lebih fokus saat menulis sehingga bisa tidur lebih awal dan terhindar dari insomnia.

5. Siap hadapi persalinan

Pixabay/egor105

Kebiasaan menulis buku harian selama fase kehamilan ini membuat Mama jadi cermat melihat perkembangan si Kecil dari bulan ke bulan.

Dengan begitu, secara tak langsung Mama pun sudah siap secara mental menghadapi persalinan yang semakin dekat.

Bagaimana, Ma, mau mulai menulis catatan harian selama kehamilan? Langsung saja ambil pena dan mulai tulis apa yang Mama rasakan, mencatat perkembangan bayi, mengisahkan masa-masa sulit yang Mama lewati, serta tak lupa juga catat momen-momen kebahagiaan yang pernah Mama alami.

Kalau Mama bisa merekam segala proses selama kehamilan, maka bukan tak mungkin momen kehamilan Mama adalah saat yang paling membahagiakan lho.

Baca juga: Inilah 5 Ketakutan yang Akan Mama Rasakan Saat Melahirkan

Topic:

The Latest