TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Bisa Cegah Infeksi, Amankah Vaksin Tetanus untuk Ibu Hamil?

Tetanus yang diderita di masa kehamilan dapat berdampak fatal bagi Mama dan janin

Freepik

Akhir-akhir ini, pembahasan menyoal vaksin sangatlah hangat di masyarakat seiring dengan distribusi vaksin Covid-19 yang mulai dilakukan secara bertahap. Vaksin memang sangat penting untuk kesehatan manusia karena tak hanya bermanfaat untuk melindungi diri dari penyakit-penyakit tertentu, tetapi melindungi komunitas masyarakat secara keseluruhan dari penyebaran wabah penyakit yang membahayakan. 

Ada beberapa jenis vaksin yang perlu dilakukan untuk mencegah penyakit saat, sebelum, hingga setelah kehamilan. Salah satunya adalah vaksin tetanus yang juga disebut dengan vaksin TT.

Sebelum mendapatkannya, berikut ini Popmama.com merangkum hal-hal yang penting Mama ketahui seputar vaksin tetanus atau TT untuk ibu hamil, dilansir dari CDC:

Mengenal Penyakit Tetanus

Freepik/svbalan

Penyakit tetanus disebabkan karena kuman atau bakteri Clostridium tetani yang masuk ke dalam tubuh melalui luka pada kulit. Kuman ini banyak ditemukan pada debu, tanah, benda berkarat, atau kotoran hewan. 

Ketika kuman ini masuk ke dalam tubuh, mereka akan mengeluarkan racun yang menyerang bagian saraf. Tubuh penderitanya menjadi kaku, tegang, dan sakit. 

Gejala penyakit tetanus muncul dalam empat hingga 21 hari setelah terpapar kuman pertama kali. Penyakit tetanus tidak dapat disepelekan begitu saja karena bisa mengakibatkan kematian. 

Dampak Penyakit Tetanus bagi Kehamilan

Freepik.senivpetro

Kita tidak pernah tahu kapan musibah menimpa kita, sebaik apapun kita menjaga diri. Termasuk ketika kuman tetanus menyerang di masa kehamilan. 

Tetanus yang diderita di masa kehamilan bisa berujung fatal, antara lain mengakibatkan bayi lahir prematur atau pun kematian bayi dalam kandungan. 

Pada bayi yang dilahirkan dengan prosedur persalinan kurang bersih, misalnya memotong tali pusar dengan alat yang tidak steril, bayi bisa mengalami infeksi yang menyebabkan komplikasi dan mengakibatkan kematian pada bayi. 

Oleh karena itulah, di masa kehamilan, Mama perlu mendapatkan vaksin tetanus untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. 

Cara Kerja Vaksin Tetanus

Pixabay/qimono

Cara kerja vaksin tetanus sebetulnya tidak jauh berbeda dengan vaksin-vaksin lainnya. Vaksin yang berisi tetanus toxoid, yang mana zat menyerupai racun tetanus tetapi tidak merusak saraf, disuntikkan ke dalam tubuh. 

Saat vaksin tersebut masuk dan direspon tubuh, sistem kekebalan tubuh akan membentuk zat antibodi terhadap racun yang dihasilkan oleh kuman tetanus. Tubuh pun membentuk perlindungan alaminya sehingga menjadi lebih tahan banting jika suatu saat nanti terpapar kuman tetanus. 

Bolehkah Ibu Hamil Mendapatkan Vaksin Tetanus?

Pexels/amina-filkins

Ya, ibu hamil boleh mendapatkan vaksin tetanus. Bahkan, vaksin tetanus disarankan sebelum persalinan untuk mencegah tetanus pada sang Mama. Lebih dari itu, vaksin ini juga bertujuan untuk menekan risiko kematian janin yang baru dilahirkan karena penyakit ini. 

Tenang saja, Ma, vaksin ini sangat aman, bahkan telah diberlakukan di seluruh dunia sejak tahun 1960-an dan tidak ada laporan efek samping yang fatal pada ibu hamil maupun janinnya karena penggunaan vaksin ini. 

Kapan Ibu Hamil Diberikan Vaksin Tetanus?

Freepik

Suntikan vaksin tetanus diberikan setidaknya sebanyak dua kali. Jarak pemberian dari vaksin pertama ke kedua adalah empat minggu. Dokter yang akan menentukan kapankah vaksin akan berikan. 

Untuk ibu hamil yang belum pernah mendapatkan vaksin tetanus sebelumnya, atau riwayat vaksin sebelumnya tidak diketahui, pemberian vaksin bisa dilakukan sebanyak tiga kali. Vaksin pertama diberikan sedini mungkin dengan jarak vaksin pertama ke kedua adalah empat minggu, kemudian vaksin kedua ke ketiga adalah enam bulan. 

Apabila Mama hamil lagi dalam kurun waktu dua tahun setelah melahirkan anak pertama, pemberian vaksin dilakukan bergantung riwayat vaksinasi mama. Jika kehamilan sebelumnya sudah mendapatkan dua kali suntikan vaksin tetanus, maka dokter biasanya hanya akan memberikan suntikan penguat vaksin. 

Setelah vaksin, biasanya tubuh akan bereaksi. Reaksinya bisa berupa pegal-pegal sekujur tubuh, kelelahan, demam ringan, nyeri, kemerahan dan bengkak pada area yang disuntikkan. Efek ini sifatnya hanya sementara dan akan mereda dengan sendirinya. 

Itulah informasi terkait keamanan vaksin tetanus saat hamil. Konsultasikan dengan dokter kandungan sebelum melakukan vaksinasi apapun ya, Ma. Semoga informasi ini bermanfaat!

Baca juga:

The Latest