TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Waspada! Ini Risiko Penyebab Susah Hamil pada Perempuan

Agar kesehatan kesuburan tetap terjaga, perhatikan faktor risiko ini ya, Ma

Freepik/jcomp

Setiap pasangan suami istri tentu mendambakan ingin bisa memiliki keturunan. Namun seringkali kadang ada beberapa masalah yang bisa menghambat impian tersebut.

Salah satunya adalah gangguan infertilitas alias ketidaksuburan. Selain pada laki-laki, masalah ini juga bisa terjadi dari pihak perempuan, Ma.

Nah, apa saja ya beberapa faktor risiko yang diam-diam juga bisa membuat perempuan jadi susah hamil? Berikut Popmama.com rangkum informasinya untuk Mama dari berbagai sumber:

1. Stres

Freepik/dashu83

Apabila kehidupan sehari-hari Mama banyak dihadapkan pada masalah yang kerap memicu stres, segera cari hiburan lain atau jalan keluar sebelum berujung pada risiko depresi.

Stres atau depresi yang berlebihan juga menjadi salah satu faktor risiko penyebab perempuan susah hamil lho, Ma.

Seperti dikutip dari situs Morula IVF Indonesia, stres yang ditandai oleh adanya penurunan nafsu makan, olahraga yang tidak biasa, penurunan atau kenaikan berat badan ekstrem, dapat berujung pada risiko infertilitas pada perempuan.

2. Usia

Pexels/Pixabay

Sel telur pada perempuan berada di dalam tubuhnya sejak masih anak-anak, seiring bertambah usia maka kualitas dan kuantitas dari sel telur pun akan terus menurun.

Oleh sebab itu, pertambahan usia pun turut menjadi faktor penyebab dari ketidaksuburan alias susah hamil pada perempuan.

Jadi, semakin tua usia seorang perempuan maka semakin tinggi juga risiko infertilitasnya. Terutama saat memasuki usia di atas 35 tahun. Ini karena semakin tua usia perempuan, maka semakin menurun kemampuannya untuk bisa hamil.

Baca juga:

3. Gangguan hormonal

Freepik/Tirachardz

Beberapa masalah kesehatan lainnya diketahui juga turut menjadi faktor risiko penyebab susah hamil. Termasuk di antaranya gangguan hormonal.

Yang termasuk dalam kategori gangguan hormon yaitu gangguan kelenjar tiroid, hipofisis, adrenal dan sindrom ovarium polikistik.

Ini karena gangguan-gangguan hormonal tersebut menyebabkan indung telur kesulitan untuk melepaskan sel-sel telur. Dengan begitu, proses pembuahan pun hampir sulit terjadi juga.

4. Gaya hidup tidak sehat

Freepik/nensuria

Dikutip dari Mayo Clinic, gaya hidup tak sehat juga menjadi salah satu penyebab infertilitas atau susah hamil pada perempuan. Jangan anggap enteng pentingnya menerapkan gaya hidup sehat ya, Ma!

Beberapa masalah pemicu ketidaksuburan yang berkaitan dengan gaya hidup tidak sehat di antaranya seperti merokok dan minum minuman beralkohol.

Dua kebiasaan ini memberikan pengaruh buruk bagi kesehatan kesuburan karena kandungan bahan-bahan berbahaya di dalamnya.

Selain itu, kebiasaan suka mengonsumsi obat-obatan sembarangan tanpa resep dokter juga dapat memengaruhi kesehatan kesuburan. Ini karena seringkali ada kandungan tertentu dari obat yang juga memberi efek pada organ reproduksi.

Oleh sebab itu, hindari kebiasaan suka minum obat tanpa resep dokter ya, Ma. Terlebih saat Mama sedang program hamil, upayakan untuk selalu berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu sebelum minum obat.

5. Gangguan pada tuba falopi

Freepik/Katemangostar

Tuba falopi alias buluh rahim adalah saluran yang sangat halus dan menjadi penghubung antara ovarium dan rahim. Nah, adanya gangguan pada tuba falopi pun seringkali menjadi pemicu susah hamil pada perempuan.

Misalnya seperti saluran tuba falopi tertutup atau tersumbat, yang diakibatkan oleh adanya infeksi, endometromis, dan kehamilan ektopik.

Salah satu tanda dari adanya gangguan pada tuba falopi adalah nyeri luar biasa di area perut. Jadi, segera cek ke dokter jika mendadak Mama mengalami kram perut, ya.

6. Penyakit radang panggul

Freepik

Penyakit radang panggul alias pelvic inflammatory disease (PID) juga bisa menjadi salah satu penyebab perempuan susah hamil. Infeksi ini terjadi bisa di area leher rahim (serviks), rahim (uterus), tuba falopi (saluran indung telur) dan indung telur (ovarium).

Dilansir Healthline, penyakit radang panggul adalah infeksi yang terjadi di organ reproduksi perempuan. Beberapa bagian yang termasuk panggul di antaranya perut bagian bawah, tuba falopi, ovarium, serviks, dan rahim.

Beberapa jenis bakteri dapat menyebabkan penyakit radang panggul, termasuk bakteri yang sama seperti penyebab infeksi menular seksual (IMS) gonore dan klamidia.

Apabila tidak segera mendapatkan pengobatan dan perawatan yang tepat, penyakit radang panggul juga bisa menyebabkan komplikasi serius. Salah satunya infertilitas.

Selain itu, komplikasi lain dari penyakit radang panggul yakni kehamilan ektopik, yakni ketika kehamilan berkembang bukan di rahim melainkan di area lain. Yang paling sering terjadi yakni di tuba falopi.

7. Masalah berat badan

Freepik/Rawpixel.com

Gaya hidup yang tidak sehat termasuk di antaranya pola makan yang tidak seimbang. Jika tidak terkontrol dalam jangka waktu yang lama, hal ini juga berdampak pada berat badan yang bisa meningkat atau menurun secara ekstrem.

Apabila yang terjadi berat badan naik terus dan Mama jadi kegemukan, kondisi ini kian meningkatkan risiko komplikasi lain yang memicu infertilitas. Salah satunya yakni hipertensi dan diabetes.

Sementara itu, berat badan yang terlalu rendah juga bukan berarti aman lho, Ma. Kondisi ini juga turut memengaruhi peluang hamil. Jadi, alangkah baiknya jika saat program hamil Mama selalu memerhatikan indeks massa tubuh (IMT) yang sesuai, ya.

Apabila ada di antara faktor-faktor risiko penyebab susah hamil tersebut yang Mama alami, jangan ragu untuk segera cek ke dokter. Pengobatan lebih awal bisa jadi penanganan yang baik.

Baca juga:

The Latest