TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

KB Tak Hanya untuk Perempuan, Ini 5 Kontrasepsi Ampuh untuk Laki-Laki

Tahu nggak kamu kalau ada beberapa jenis KB bagi laki-laki? Apa saja sih? Simak ulasannya berikut!

Pexels/Pixabay

Apakah kamu termasuk salah satu yang mengira bahwa kondom adalah satu-satunya alat kontrasepsi bagi laki-laki? Kalau iya maka kamu sudah salah besar!

Ternyata ada beberapa pilihan KB untuk laki-laki. Apa saja kelebihan dan kekurangan dari masing-masing pilihan KB tersebut? Simak ulasan Popmama.com berikut ini:

1. Ejakulasi di luar

Pexels/rawpixel.com

Pilihan jenis KB ini umum dilakukan para lelaki yang tidak nyaman berhubungan badan menggunakan kondom. Perlu kontrol penuh dan kesadaran tinggi untuk melakukannya karena lelaki perlu menarik penisnya keluar dari vagina saat akan mengalami ejakulasi.

Kelebihan metode ini adalah murah karena tidak membutuhkan biaya sama sekali. Yang dibutuhkan hanyalah komitmen kedua belah pihak, terutama dari pihak laki-laki.

KB jenis ini pun tidak mempengaruhi hormon sama sekali sehingga akan lebih nyaman bagi tubuh.

Berdasarkan penelitian dari Planned Parenthood, peluang hamil dengan metode ini adalah 4%. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan jenis KB menggunakan kondom yang hanya memiliki 2% peluang kehamilan.

2. Kondom

Pexels/Pixabay

Jenis KB kedua yang sangat umum dan digunakan oleh mayoritas lelaki di seluruh dunia adalah kondom. Kondom sudah digunakan sejak ribuan tahun lalu, dimana kondom tertua yang ditemukan berasal dari usus domba.

Kelebihan KB jenis ini yaitu harganya yang terjangkau. Selain itu pihak laki-laki juga dapat dengan aman melakukan ejakulasi di dalam.

Efektivitas kondom mencapai 98% dengan 2% peluang kehamilan. Tetapi kamu harus memilih ukuran kondom yang sesuai agar efektifitasnya berjalan optimal.

Baca juga: 7 Merek Pil KB di Indonesia, Ketahui Kekurangan dan Kelebihannya!

3. Suntik hormon

Pexels/Pranidchakan Boonrom

Tidak hanya wanita yang memiliki jenis KB berupa suntik hormon. Ternyata laki-laki pun bisa menjalani suntik hormon. KB jenis ini belum lama dikembangkan dan termasuk sesuatu yang baru. Oleh sebab itu belum banyak pasangan yang familiar dengan metode ini. KB ini biasanya dipilih jika pasangan wanita tidak bisa menjalani KB dengan alasan kesehatan.

Hormon yang akan disuntikkan pada tubuh laki-laki adalah hormon testosteron sintetis dan progestin. Tujuannya adalah untuk menurunkan kadar testosteron sehingga memperkecil resiko kehamilan. Penyuntikan hormon akan dilakukan setiap 8 minggu sekali.

Suntik hormon dinilai memiliki efektifitas yang baik serta aman digunakan karena pengaruh hormon bersifat sementara. Sehingga dapat kembali ke kondisi semula ketika sudah tidak menggunakan metode ini. Namun metode KB jenis ini pun memiliki kekurangan, yakni harganya yang cukup mahal. Selain itu dapat mempengaruhi hasrat seks laki-laki.

4. Vasektomi

Pexels/Pixabay

KB keempat yang dapat dijalani laki-laki adalah vasektomi. Metode ini dipilih jika pasangan tidak ingin lagi memiliki keturunan. Karena KB ini bersifat pemanen maka harus dipikirkan matang-matang sebelum membuat keputusan.

Metode ini akan membuat sperma tidak dapat bersatu dengan air mani. Tindakan yang akan dokter lakukan adalah memotong saluran vas yang merupakan saluran penyalur sperma, mengikat kedua ujungnya kemudian menutup kembali buah zakar dengan jahitan.

Efektifitas metode ini mencapai 99%. Kelebihannya adalah jenis KB ini tidak mempengaruhi hasrat seks. Sementara kekurangannya yakni memungkinkan timbulnya rasa tidak nyaman karena operasi yang dilakukan.

Setelah operasi vasektomi, bukan berarti bahwa aman berhubungan badan tanpa alat KB lainnya. Paling tidak pihak laki-laki tetap harus menggunakan kondom untuk mencegah kehamilan.

Hal ini dikarenakan selama 3 bulan pasca operasi masih mungkin terjadi kehamilan akibat sisa sperma yang menempel pada ujung saluran vas.

Vasektomi juga bisa dilakukan pada laki-laki dengan penyimpangan seksual tertentu misalnya predator anak.

Baik vasektomi maupun suntik hormon tidak dapat mencegah penularan penyakit seksual. Tentu saja praktek hubungan badan hanya boleh dilakukan oleh pasangan suami istri. Jangan pernah tergoda berhubungan badan dengan selain pasanganmu karena sangat berisiko bagi kesehatan.

Apabila tertular penyakit dan kamu berhubungan badan dengan istri maka penyakit tersebut akan menular juga kepadanya. Tidak mau bukan?

Untuk mendapatkan prencanaan terbaik, Mama dan Papa harus tetap melakukan konsultasi yang tepat ke dokter ya!

Demikian 4 jenis KB bagi laki-laki. Kalau kamu dan pasangan pilih yang mana?

Baca juga:

The Latest