TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Jangan Percaya, 5 Mitos Tentang Keguguran yang Harus Ditinggalkan

Benarkan beberapa hal ini memicu keguguran?

Freepik/yanalya

Ada sekitar 15-20 persen dari kehamilan yang diketahui berakhir dengan keguguran, menurut American College of Obstetricians and Gynaecologists (ACOG).

Terlepas dari seberapa umum keguguran, menurut penelitian dari Ohio State University College of Medicine, sebagian wanita tidak mengetahui secara pasti apa penyebabnya. Hal ini disebabkan karena banyak informasi yang salah atau mitos yang diturunkan oleh generasi yang lebih tua.

Penting untuk memahami kesalahpahaman tentang keguguran ini. Karena dalam beberapa kasus, hal ini dapat memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan kamu.

Berikut Popmama.com merangkum lima mitos keguguran yang sebaiknya tidak Kamu percaya. Apa saja, ya? Yuk disimak!

Apa yang Sebenarnya Menyebabkan Keguguran

mejorconsalud.com Kromosom X penentu kehamilan bayi perempuan

Hingga 70 persen keguguran pada trimester pertama dan 20 persen keguguran pada trimester kedua terjadi karena kesalahan pada gen janin, menurut March of Dimes.

"Ketika kromosom ovum dan sperma bersatu untuk membentuk embrio, biasanya keduanya berpasangan dengan benar," kata Henry Lerner, M.D., dokter kandungan di Rumah Sakit Newton-Wellesley di Newton, Massachusetts.

Tetapi itu tidak selalu terjadi. Kadang-kadang pasangan kromoson tidak pas sehingga menyebabkan embrio berhenti berkembang. Jadi keguguran tidak selalu terjadi karena ada sesuatu yang salah di tubuh kamu dan pasangan. Kesalahan kromoson ini belum tentu terjadi lagi di kehamilan selanjutnya.

Penyebab keguguran lainnya adalah penyakit tertentu, terutama yang membatasi aliran darah ke rahim seperti diabetes, penyakit tiroid, lupus, dan penyakit jantung, serta yang lain seperti infeksi rahim.

Ketidakseimbangan hormon dan asupan kafein berlebih juga dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya keguguran. Ibu hamil  yang mengonsumsi 200 miligram atau lebih kafein setiap hari memiliki risiko keguguran dua kali lipat dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya, menurut sebuah studi oleh Kaiser Permanente di American Journal of Obstetrics and Gynaecology.

Yang terakhir, penggunaan narkoba dan alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan keguguran. "Mengekspos janin pada sejumlah besar bahan kimia ini secara teratur dapat menyebabkan keguguran, karena mereka memiliki efek beracun pada semua sel yang berkembang," kata Dr. Schaffir.

Jadi, apa saja mitos-mitos mengenai penyebab keguguran yang harus Mama tinggalkan?

1. Olahraga dan mengangkat beban berat

Freepik

Berolahraga atau mengangkat benda berat, seperti tas belanjaan atau balita, sangat tidak mungkin menyebabkan keguguran. Faktanya, sebagian besar ahli sepakat bahwa olahraga selama kehamilan, dengan persetujuan dokter, dapat menurunkan risiko keguguran dan membuat Mama dan bayi lebih sehat.

Itu karena olahraga mengurangi stres, mengurangi rasa sakit dan nyeri, menurunkan risiko diabetes gestasional, dan bahkan membangun stamina untuk persalinan.

Jadi, selama masih dalam batas wajar, mengangkat beban berat dan berolahraga masih diperbolehkan, Ma. Namun, pastikan Mama tidak memaksakan diri ya. Berhentilah saat merasa tidak sanggup.

2. Stres

Freepik/tirachardz ilustrasi

Dr. Schaffir mengatakan bahwa ketegangan atau kecemasan sehari-hari tidak berhubungan dengan keguguran. Terlebih lagi, tidak ada penelitian yang pernah menghubungkan suasana hati yang buruk dengan keguguran, kata Dr. Schaffir.

Lain halnya ketika Mama mengalami stres parah, misalnya karena kematian orang terdekat. Seseorang yang mengalami stres ekstrem juga cenderung merokok, minum alkohol, atau menggunakan narkoba, sehingga dapat memengaruhi keguguran.

3. Makanan tertentu

Freepik

Ibu hamil harus menjaga pola makan yang sehat dan bergizi sepanjang kehamilan. Makanan tidak menyebabkan keguguran, namun beberapa bakteri tertentu meningkatkan risiko keguguran. Bakteri tersebut ditularkan melalui makanan.

Misalnya listeria. Kasus listeria yang parah dikaitkan dengan keguguran dan komplikasi kehamilan. Mama harus menghindari, misalnya, daging dan ikan mentah, keju lunak, dan keju yang tidak dipasteurisasi.

4. Hubungan seks saat hamil

Unsplash

Para ahli telah menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara keguguran dan hubungan seks saat hamil. Meski hubungan intim terkadang membuat tidak nyaman karena perubahan tubuh yang terjadi saat hamil, tapi itu bukan penyebab keguguran.

Jadi, jangan ragu untuk melakukan hubungan seks saat hamil karena takut keguguran, Ma.

5. Kesalahan mama

freepik.com/Dragana_Gordic

Sebagian besar keguguran terjadi karena kemungkinan kelainan kromosom atau genetik pada janin. Pada kasus yang lebih jarang, ketidakseimbangan hormon atau masalah dengan uterus atau plasenta juga dapat menjadi penyebab keguguran. Faktor-faktor ini bukanlah hal-hal yang dikendalikan oleh calon ibu.

Wajar bagi calon ibu untuk merasa bersalah ketika mengalami keguguran. Namun Kamu juga perlu waktu bahwa ada hal-hal yang tidak dapat dikendalikan dan itu bukanlah kesalahan kamu.

Alih-alih menjadi stres dan menyalahkan diri, yuk, rawat diri dan coba untuk hamil lagi. Peluang untuk hamil kembali masih terbuka lebar.

Itulah mitos keguguran yang tidak perlu dipercaya. Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

Baca juga:

The Latest