TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Penyebab Umum Infertilitas pada Perempuan dan Laki-Laki

Yuk, kenali penyebabnya sehingga dapat segera ditangani

Freepik/drobotdean

Bagi sebagian pasangan, tidak mudah untuk bisa hamil. Ada yang berjuang selama beberapa tahun hingga akhirnya bisa memiliki bayi.

Satu dari setiap delapan pasangan menderita infertilitas. Ini merupakan kondisi medis yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk mengandung bayi. Menurut para ahli, pasangan dianggap tidak subur jika mereka telah secara aktif berusaha untuk hamil setidaknya selama satu tahun tanpa hasil.

Atau 6 bulan melakukan program hamil jika kamu berusia lebih dari 35 tahun. Pasangan yang mengalami keguguran berulang mungkin juga didiagnosis dengan infertilitas.

Penting untuk diketahui, infertilitas bukan hanya masalah perempuan saja. Sekitar 40 persen kasus berasal dari perempuan, sementara 40 persen terkait dengan laki-laki, jelas Timothy Hickman, M.D., direktur medis CCRM Houston. Sedangkan 20 persen tidak diketahui penyebabnya.

Ada beberapa penyebab umum infertilitas pada laki-laki dan perempuan, Ma. Jika kamu dan pasangan dan pada sedang melakukan program hamil, yuk, simak penjelasan Popmama.com tentang penyebab umum infertilitas pada perempuan dan laki-laki. Apa saja?

Penyebab Umum Infertilitas pada Perempuan

Freepik

Karena konsepsi sangat rumit, ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan infertilitas perempuan, seperti:

  • Usia

Usia memiliki dampak terbesar pada kemampuan untuk hamil, kata Nicole Noyes, M.D., spesialis endokrinologi reproduksi dan infertilitas di NYU Langone Fertility Center. Perempuan dilahirkan dengan semua sel telurnya dan jumlah serta kualitas sel telur menurun seiring waktu. Sekitar dua pertiga potensi kesuburan hilang antara usia 35 hingga 40 tahun.

  • Kerusakan tuba falopi

Penyakit tuba fallopi menyumbang sekitar 20 persen dari kasus infertilitas yang diobati. Jika saluran tuba terluka atau tersumbat, sperma mungkin kesulitan mencapai sel telur. Telur yang dibuahi mungkin juga mengalami kesulitan melakukan perjalanan ke rahim untuk berkembang menjadi janin.

  • Endometriosis

Endometriosis adalah suatu kondisi di mana jaringan dari lapisan rahim tumbuh di luar rahim. Seringkali di ovarium, saluran tuba, kandung kemih, dan usus. Dalam beberapa kasus, perempuan dengan endometriosis tidak memiliki gejala yang menyakitkan. Dan kondisi ini hanya dapat dikonfirmasi dengan prosedur bedah rawat jalan yang disebut laparoskopi.

Endometriosis dapat menyebabkan penumpukan jaringan parut antara rahim, ovarium, dan saluran tuba. Bila terjadi, maka dapat menghambat transfer sel telur ke saluran tuba. Ini juga dapat menyebabkan kista endometrium yang tumbuh di dalam ovarium dan mencegah pelepasan sel telur atau pengumpulannya oleh tuba falopi. Terlebih lagi, endometriosis dapat mempersulit sel telur yang telah dibuahi untuk menempel pada dinding rahim.

  • Masalah ovulasi

Jika tidak berovulasi secara normal, maka kamu tidak melepaskan sel telur yang sehat untuk dibuahi sperma. Masalah ovulasi sering diakibatkan oleh ketidakseimbangan hormon. Hormon seks perempuan LH, FSH, dan estrogen diperlukan untuk meluncurkan sel telur setiap siklus menstruasi. Saat dilepaskan maka dapat menyebabkan ovulasi. Gejala utama kamu tidak berovulasi secara normal adalah menstruasi yang tidak teratur atau hilang.

  • Sindrom ovarium Polikistik (PCOS)

Hingga 10 persen dari semua perempuan mengalami sindrom ovarium polikistik (PCOS). Kondisi tersebut menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang memicu tubuh memproduksi testosteron berlebih. Selain itu juga bisa menghambat ovulasi.

  • Masalah rahim

Jika sel telur tidak dapat menempel secara normal pada dinding rahim, sel telur tidak dapat terus berkembang menjadi janin yang sehat. Masalah rahim mungkin karena fibroid atau polip, yang merupakan pertumbuhan jaringan jinak dari dinding rahim. Fibroid atau polip juga dapat memengaruhi kesuburan, tergantung pada ukuran dan lokasinya. Jaringan parut di rahim akibat infeksi, keguguran, atau aborsi juga bisa jadi penyebab infertilitas.

  • Kekurangan atau kelebihan berat badan

Perempuan dengan indeks massa tubuh (BMI) di bawah 20 atau di atas 27 lebih kecil kemungkinannya untuk hamil. Alasan utama: berat badan terlalu sedikit (dari olahraga berlebihan atau tidak cukup makan) atau terlalu banyak dapat membuat hormon tidak seimbang dan mengganggu ovulasi.

  • Penyakit menular seksual

PMS seperti klamidia dan gonore (keduanya mudah diobati dengan antibiotik) dapat menyebabkan infeksi panggul yang mengganggu pembuahan.

  • Gangguan autoimun

Penyakit seperti lupus, diabetes, penyakit tiroid, dan rheumatoid arthritis dapat mengganggu kesuburan.

  • Obat-obatan tertentu

Antidepresan, antibiotik, obat penghilang rasa sakit, dan obat lain yang digunakan untuk mengobati gangguan kronis dapat menyebabkan kemandulan sementara.

  • Alkohol dan rokok

Penelitian telah menunjukkan bahwa merokok dapat mengganggu ovulasi dan merusak telur, membuatnya lebih rentan terhadap cacat genetik yang dapat menyebabkan keguguran. Minum terlalu banyak alkohol juga dikaitkan dengan infertilitas pada perempuan.

  • Bahaya dari lingkungan sekitar

Paparan yang terlalu lama terhadap stres mental yang tinggi, suhu tinggi, bahan kimia, radiasi, atau emisi elektromagnetik atau gelombang mikro yang berat dapat mengurangi kesuburan perempuan.

Penyebab Umum Infertilitas pada Laki-laki

Freepik

Infertilitas pada laki-laki biasanya disebabkan oleh kesulitan memproduksi sperma yang sehat atau kemampuan sperma untuk mencapai dan membuahi sel telur.

Berikut beberapa macam penyebab lainnya:

  • Masalah motilitas sperma

Agar terjadi kehamilan, hanya dibutuhkan satu sperma untuk membuahi satu sel telur. Tetapi kemungkinan sel sperma tertentu mencapai dan menembus sel telur sangat kecil. Semakin banyak sperma yang dikeluarkan setelah ejakulasi, semakin baik peluang untuk hamil.

Sperma yang terstruktur secara tidak normal mungkin juga kesulitan untuk melakukan perjalanan panjang dari vagina ke tuba falopi. Sperma juga bisa mengalami kesulitan menembus sel telur begitu mereka tiba.

Masalah motilitas sperma dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan dengan testosteron atau hormon lain, kelainan pada testis, paparan racun atau bahan kimia lingkungan tertentu, obat-obatan tertentu (seperti steroid), kondisi genetik, infeksi seperti klamidia dan gonore, atau kanker.

  • Masalah produksi sperma

Sperma harus meninggalkan penis untuk mencapai sel telur. Ketidaksuburan laki-laki terkadang disebabkan oleh masalah atau penyumbatan yang mencegah hal ini terjadi. Penyebabnya termasuk masalah seksual (seperti ejakulasi dini atau kesulitan mempertahankan ereksi), ejakulasi retrograde (ketika air mani mengalir ke kandung kemih bukannya keluar melalui penis), dan penyumbatan di testis atau tabung yang membawa sperma.

Kondisi tertentu membuat beberapa masalah produksi sperma lebih mungkin terjadi. Misalnya, diabetes, masalah kandung kemih, dan masalah prostat dapat memengaruhi ejakulasi retrograde.

  • Rokok dan alkohol

Penelitian menunjukkan bahwa rokok dan tembakau secara negatif mempengaruhi kesuburan laki-laki, kemungkinan dengan mengurangi kualitas air mani. Minum alkohol dalam jumlah sedang tidak mungkin berdampak pada kesuburan. Namun mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar dapat merusak hati atau organ lain. Ini dapat membuat laki-laki jadi kurang subur dengan menurunkan testosteron, mengecilkan testis, menyebabkan kesulitan ereksi, dan memperlambat mobilitas sperma.

  • Obat-obatan tertentu

Menggunakan ganja atau kokain telah terbukti menurunkan kualitas dan kuantitas sperma. Sejalan dengan itu, obat-obatan tertentu (seperti steroid) juga dapat memengaruhi kualitas sperma.

  • Zat beracun

Paparan kronis terhadap unsur-unsur seperti timbal, kadmium, merkuri, hidrokarbon, pestisida, radioaktivitas, dan sinar-X dapat berdampak pada jumlah dan kualitas sperma.

  • Kegemukan

Kelebihan berat badan secara signifikan dapat membuang hormon yang memengaruhi kesuburan pria. Satu studi menemukan bahwa kenaikan berat badan 9 kg dapat meningkatkan infertilitas pada laki-laki sebesar 10 persen.

  • Paparan panas

Sering menggunakan sauna, ruang uap, bak mandi air panas, pusaran air, dan mandi air panas dapat mengganggu produksi sperma dan mengurangi jumlahnya.

  • Kondisi medis tertentu

Laki-laki dengan riwayat prostatitis atau infeksi genital, gondongan setelah pubertas, operasi hernia, testis tidak turun, atau varises skrotum (varikokel) juga dapat mengalami penurunan kesuburan.

  • Penyakit menular seksual

PMS seperti klamidia dan gonore dapat menyebabkan kerusakan pada testis yang menyebabkan jaringan parut, menghalangi sperma.

Kapan Harus ke Dokter?

Freepik.com/pressfoto

Apakah kamu bertanya-tanya apakah harus mengunjungi spesialis kesuburan? Itu sangat tergantung pada usia dan kondisi kesehatan tertentu yang diketahui. Secara umum, kunjungi dokter jika kamu berusia di bawah 35 tahun dan berhasil hamil selama lebih dari satu tahun. Sedangkan jika berusia di atas 35 dan sudah berusaha untuk hamil selama 6 bulan, kamu juga sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.

Perempuan dari segala usia dengan gejala berikut juga harus mengunjungi dokter:

  • Menstruasi tidak teratur,
  • Menstruasi yang sangat menyakitkan,
  • Riwayat sindrom ovarium polikistik,
  • Riwayat keguguran.

Tips Meningkatkan Kesuburan

Freepik/lookstudio

Berikut beberapa cara meningkatkan kesuburan agar cepat hamil:

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang,
  • Mengelola berat badan normal,
  • Konsumsi suplemen,
  • Membatasi alkohol, rokok, dan kafein,
  • Mengelola stres.

Seperti yang disebutkan di atas, infertilitas bukan merupakan masalah pada perempuan saja. Jika kamu belum hamil selama 6 bulan hingga satu tahun, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter.

Sekarang kamu dan pasangan sudah mengetahui penyebab umum infertilitas pada perempuan dan laki-laki. Semoga informasi ini bermanfaat!

Baca juga:

The Latest