TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Perubahan Emosi yang Dirasakan Ibu Hamil di Trimester Kedua

Apa saja yang Mama rasakan di trimester kedua?

Freepik/wayhomestudio

Pada awal kehamilan, sistem endokrin bekerja keras untuk memproduksi hormon yang dibutuhkan untuk pertumbuhan rahim dan janin. Di tengah masa kehamilan, plasenta mengambil alih produksi sebagian besar hormon ini.

Perubahan emosi yang mendadak pun mulai berkurang. Namun, Mama mungkin akan merasakan naluri keibuan yang lebih kuat jika dibandingkan dengan sebelum hamil. Ini normal kok, Ma.

Jadi jangan heran jika Mama tiba-tiba menangis ketika melihat iklan di TV.

Untungnya, di trimester kedua Mama biasanya dipenuhi dengan banyak perasaan baik. Apa saja yang Mama rasakan di trimester kedua? Simak penjelasan Popmama.com tentang perubahan emosi yang dirasakan ibu hamil di trimester kedua.

1. Merasa spesial

Unsplash/Isaac Quesada

Seiring dengan berjalannya waktu, perut Mama pun semakin membuncit. Ketika Mama bepergian ke luar rumah, semua orang menyadari jika Mama hamil.

Petugas di supermarket mungkin menawarkan untuk membantu Mama memasukkan bahan makanan ke dalam mobil.

Orang yang lewat mungkin melirik ke arah Mama dengan tatapan kagum. Atau ketika sedang menggunakan kendaraan umum, penumpang lain akan membantu Mama.

Mama mungkin merasakan jika orang memandang dengan penuh kekaguman karena Mama sedang melakukan tugas terpenting di dunia: merawat dan membesarkan janin. Nikmatilah masa-masa itu, Ma.  

2. Takjub

Unsplash/Sergiu Vălenaș

Mama mungkin sudah mendengar detak jantung si Kecil untuk pertama kalinya. Dan ketika memandangnya lewat monitor USG, Mama merasa takjub. Bagaimana bayi mungil itu bisa tumbuh dan berkembang di dalam perut Mama.

Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, Mama akan merasakan gerakan dan tendangan si Kecil. Ini bukti jika Mama benar-benar akan menjadi seorang ibu.

3. Keinginan ‘bersarang’

Unsplash/Zohre Nemati

Emosi keibuan yang muncul saat hamil menyebabkan naluri bersarang. Ini dialami oleh banyak ibu hamil, mulai trimester kedua.

Bertepatan dengan semburan energi, Mama mungkin memiliki keinginan tiba-tiba untuk membersihkan rumah. Jangan heran jika Mama juga ingin melakukan hal ekstrem yang belum pernah Mama lakukan, misalnya mengecat kamar.

Mama juga mungkin akan merasa lebih nyaman di tempat tidur atau kamar, seperti induk ayam yang sedang bersarang.

4. Kontemplatif

Unsplash/Josh Bean

Sama seperti tubuh yang berfokus untuk memelihara kehidupan baru, emosi keibuan dapat menyebabkan Mama sibuk memikirkan si Kecil. Di trimester ini juga Mama akan sering merenung atau bahkan melakukan meditasi.

Mama akan menikmati waktu yang lama tidak melakukan apa-apa selain merasakan tendangan si Kecil. Ini normal kok, Ma. Selain itu, masa-masa ini juga menjadi masa persiapan untuk menjadi seorang ibu.

5. Kewalahan dengan segala nasihat yang diberikan

Pexels/cottonbro

Seluruh dunia ingin membantu merawat si Kecil yang masih ada di dalam perut Mama. Melihat seorang ibu hamil tampaknya memunculkan empati dalam diri semua orang.

Mama mungkin akan merasa kewalahan dengan semua saran yang diterima. Nah, inilah saatnya untuk melatih kesabaran. Cukup dengarkan dan pilah, Mama tidak perlu menjalankan semua nasihat itu.

6. Serangan panik

Unsplash/CDC

Kapan saja selama kehamilan, terutama selama trimester kedua, emosi ibu yang kuat menyebabkan beberapa ibu hamil mengalami serangan panik. Beberapa gejalanya antara lain terengah-engah, kesulitan bernapas, detak jantung cepat (palpitasi) dan perasaan seperti dada menutup.

Serangan panik ini mungkin membangunkan Mama di tengah malam. Jika serangan panik ini muncul, luangkan waktu untuk berdiam diri sejenak. Mama dapat bermeditasi dan yakinkan diri "Saya baik-baik saja."

Episode-episode ini berlalu dengan cepat, jadi Mama tidak perlu khawatir.

Nah, itulah perubahan emosi yang dirasakan ibu hamil di trimester kedua. Apakah Mama mengalaminya?

Baca juga:

The Latest