6 Pemicu Bayi Sering Buang Angin, Normal Terjadi kok Ma!

Bayi sering kentut? Ini penyebabnya!

25 Juli 2021

6 Pemicu Bayi Sering Buang Angin, Normal Terjadi kok Ma
Freepik/kues1

Bayi buang angin atau kentut adalah hal yang sangat normal. Namun, bayi yang kentut lebih dari sekali setiap dua jam perlu diwaspadai karena menunjukkan sinyal adanya permasalahan gas dalam perutnya.

Kondisi ini kerap dialami bayi usia dua minggu hingga empat bulan. Tapi apa sebenarnya penyebab bayi sering kentut? Cari tahu selengkapnya dalam paparan Popmama.com berikut ini, ya!

1. Kolik

1. Kolik
Freepik/sergei_stock1977

Bayi baru lahir masih menyesuaikan diri dengan lingkungan di luar rahim mama. Reaksi umum dari penyesuaian ini adalah tangisan setiap menemui hal baru. Tidak jarang reaksi ini berkelanjutan hingga menjadi kondisi kolik di mana bayi dapat menangis hingga berjam-jam dan sulit tenang.

Menangis berlebihan membuat bayi menelan udara yang kemudian menyebabkan gas berlebih dalam perutnya dan memicunya untuk sering kentut.

2. Sistem pencernaan yang masih berkembang

2. Sistem pencernaan masih berkembang
Freepik/cookie_studio

Salah satu alasan utama bayi sering buang angin adalah masih berkembangnya sistem pencernaan bayi yang menyulitkan mereka untuk mencerna karbohidrat, protein, dan nutrisi lain yang terkandung dalam ASI hingga makanan padat.

Sisa-sisa asupan yang tidak tercerna dengan baik dapat menyebabkan gas berlebih tertahan di dalam usus, memicu konstipasi, dan mendorong bayi untuk kentut terus-menerus.

Editors' Picks

3. Problematika menyusui

3. Problematika menyusui
Freepik

Ada banyak hal dalam proses menyusui yang dapat menyebabkan gas dalam tubuh bayi semakin banyak dan tertahan di organ pencernaannya. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Terlalu banyak menyusui: jika bayi menyusui lebih banyak dari porsi cukup, ASI atau susu berlebih yang ia konsumsi dapat memberi tekanan ekstra pada sistem pencernaannya yang masih berkembang. Kondisi ini dapat menyebabkan perut kembung atau diare
  • Kandungan nutrisi dalam ASI: segala nutrisi yang Mama dapatkan dari berbagai makanan dan minuman harian akan tersalurkan juga ke bayi melalui ASI. Jika Mama mengonsumsi makanan yang memicu gas di dalam perut, maka bayi mama berisiko mengalami hal yang sama. Jika bau kentut bayi tercium seperti makanan atau minuman yang Mama konsumsi, berarti ASI mama adalah penyebabnya.
  • Sindrom hiperlaktasi: kondisi di mana ASI mama mengalir terlalu cepat dan terlalu banyak hingga berisiko membuat bayi tersedak dan kesulitan menempel dengan posisi yang tepat pada payudara mama. Bayi jadi mudah kembung, baik karena terlalu banyak ASI yang dikonsumsi maupun karena terlalu banyak udara yang ditelan.
  • Intoleransi laktosa: gangguan pencernaan akibat tubuh tidak dapat mencerna laktosa ini membuat berbagai asupan bayi dengan kandungan laktosa seperti susu dan keju tidak dicerna dengan sempurna, dialirkan tubuh ke usus besar, lalu bereaksi dengan bakteri perut yang memfermentasikannya menjadi zat asam dan gas.  
  • Postur menyusui yang salah: jika posisi menyusu bayi tidak tepat dan masih berongga, ada kemungkinan Ia menelan udara berlebih hingga membentuk gelembung-gelembung udara di usus yang menyebabkan kentut berlebihan.

4. Obat-obatan

4. Obat-obatan
Freepik/Aleruana

Untuk mencegah berbagai infeksi dan penyakit, Mama mungkin sering memberinya berbagai antibiotik. Beberapa antibiotik memiliki efek samping terhadap sistem pencernaan bayi, salah satunya adalah mematikan bakteri baik dalam perut.

Tanpa bakteri baik dalam perut, bayi cenderung lebih mudah merasa kembung dan lebih sering kentut.

5. Kurang bergerak

5. Kurang bergerak
Freepik/user18526052

Bayi menghabiskan sangat banyak waktu untuk berbaring, terutama pada usia 0-6 bulan. Jika otot-otot perutnya kurang banyak digunakan dalam beraktivitas, bayi akan lebih mudah menumpuk gas di dalam perut sehingga lebih sering kentut.

6. Stres

6. Stres
Freepik/cubacuba31

Jangan heran, seperti manusia pada umumnya bayi juga dapat merasa stres. Selain cemas setiap beradaptasi dengan hal baru, bayi juga bisa merasa gelisah setiap mengalami ketidaknyamanan seperti popok penuh atau lapar.

Stres pada bayi dapat memicu reaksi psikosomatis pada perutnya dan membuatnya sering kentut. Untuk menghindari bayi terlalu stres, pastikan Mama memenuhi semua kebutuhannya tepat waktu dan sering berinteraksi positif untuk memberinya rasa aman dan nyaman.

Sekarang Mama tahu enam penyebab bayi sering kentut. Jika si Kecil terlalu sering kentut dan mengeluarkan aroma yang tidak biasa, segera konsultasi dengan dokter kepercayaan mama, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.