Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Air Liur Berlebihan pada Bayi, Berbahayakah? Cek Faktanya
Magnific/wirestock
  • Air liur berlebihan atau ngeces umumnya normal dan tidak berbahaya pada bayi hingga sekitar usia 2 tahun, karena kemampuan menelan serta mengontrol air liur masih berkembang.

  • Produksi air liur dapat meningkat saat tumbuh gigi atau refluks asam lambung, serta bisa berkaitan dengan keterlambatan perkembangan, obat tertentu, atau gangguan kontrol otot wajah.

  • Perlu perhatian bila ngeces mengganggu napas dan aktivitas bayi, karena air liur yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko tersedak hingga pneumonia aspirasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi yang banyak ngeces biasanya tidak berbahaya sampai umur sekitar 2 tahun. Ini bisa terjadi saat gigi mau tumbuh. Kadang juga karena asam lambung atau tubuh bayi sulit mengatur otot wajah. Mama perlu hati-hati kalau bayi susah bernapas, susah beraktivitas, atau bisa tersedak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mama mungkin sudah tahu kalau bayi ngeces adalah hal yang cukup normal. Namun, kalau air liur si Kecil keluar lebih banyak dari biasanya, wajar kalau Mama mulai bertanya-tanya apakah kondisi tersebut masih normal atau justru berbahaya?

Untuk menjawabnya, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel Popmama.com berikut ini tentang air liur berlebihan pada bayi berbahayakah yang telah dilansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Berbahayakah Air Liur Berlebihan pada Bayi?

Pexels/Hannah Barata

Air liur berlebihan atau ngeces umumnya masih normal dan tidak berbahaya pada bayi hingga sekitar usia 2 tahun.

Seiring bertambahnya usia, kemampuan bayi untuk menelan dan mengontrol air liur akan semakin berkembang sehingga frekuensi ngeces biasanya berkurang.

Meski begitu, ngeces yang berlebihan juga bisa berkaitan dengan kondisi tertentu, seperti keterlambatan perkembangan atau efek dari konsumsi obat-obatan tertentu.

Penyebab Air Liur Berlebihan pada Bayi

Unsplash/Jason Sung

IDAI mengungkap bahwa air liur berlebihan pada bayi bisa terjadi karena berbagai faktor. Misalnya, pada saat tumbuh gigi yang membuat produksi air liur meningkat sehingga bayi jadi lebih sering ngeces.

Selain itu, kondisi seperti refluks asam lambung juga dapat memicu air liur berlebihan.

Pada beberapa kasus, ngeces bisa berkaitan dengan gangguan kontrol otot wajah, seperti pada bayi dengan cerebral palsy, yang membuatnya lebih sulit mengontrol keluarnya air liur.

Kapan Air Liur Berlebihan Dianggap Berbahaya?

Pexels/Hannah Barata

Meski ngeces cukup umum pada bayi, Mama tetap perlu memperhatikan jika air liur keluar secara berlebihan dan mulai mengganggu aktivitas si Kecil.

Kondisi air liur berlebihan ini perlu Mama lebih perhatikan jika sampai mengganggu pola napas atau membuat bayi kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.

Air liur yang terlalu banyak, terutama jika bayi belum mampu mengontrolnya dengan baik, juga dapat meningkatkan risiko tersedak hingga pneumonia aspirasi, yaitu infeksi paru yang dapat terjadi ketika cairan atau makanan masuk ke saluran pernapasan.

Itulah mengenai air liur berlebihan pada bayi Berbahayakah. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama dalam mengerti tentang kondisi si Kecil.

Curated For You

Editorial Team

Related Article