American Academy of Pediatrics menyarankan para mama untuk menunda anak menonton televisi hingga usianya dua tahun. Karena hingga usia ini, bayi membutuhkan interaksi antarmanusia, baik dengan orangtuanya maupun dengan pengasuhnya.
Interaksi inilah yang akan membuat pemikirannya menjadi kritis, membuat perkembangan sosial, emosional, serta kepandaiannya terpenuhi. Walaupun program televisi untuk anak-anak juga bisa jadi mengandung pelajaran yang dapat diserap oleh bayi, namun hal itu tidak dipelajari oleh bayi melalui pengalaman secara langsung, atau dari eksplorasi yang melibatkan indranya, yang merupakan cara belajar terbaik.
Sebisa mungkin, jangan jadikan televisi pengganti "baby sitter" ya, Ma.
Tak bisa dipungkiri, televisi adalah salah satu cara bagi Mama untuk membebaskan diri saat mengurus rumah. Walaupun mungkin niat mama hanya bebeberapa menit sehari, selagi meninggalkan si Kecil saat Mama sibuk membereskan kamar, misalnya, namun lama-kelamaan yang ditakutkan adalah hal ini menjadi kebiasaan.
Jika sudah terbiasa menonton televisi, durasi menontonnya akan semakin panjang. Televisi akan menjadi candu sehingga kelak anak mama bisa mengalami dampak buruknya.
Berikut Popmama.com rangkum dampak buruk bila bayi menonton televisi.
